Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa yang Menyebabkan Kucing Mengalami Intoleransi Laktosa?
Kucing (unsplash.com/Zenan)
  • Kucing dewasa kehilangan kemampuan memproduksi enzim laktase setelah disapih, membuat mereka tidak bisa mencerna laktosa dalam susu dengan baik.
  • Ketika kucing intoleran laktosa mengonsumsi susu, gula yang tidak tercerna dapat menyebabkan diare, perut kembung, dan gangguan pencernaan lainnya.
  • Susu sapi, kambing, maupun domba tetap berisiko bagi kucing dewasa; hanya anak kucing yang boleh minum susu induknya atau susu pengganti khusus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu melihat kucing yang dengan lahap menjilati semangkuk susu segar? Pemandangan ini memang terlihat menyenangkan bagi cat lovers, tapi faktanya semangkuk susu segar tadi bisa menjadi mimpi buruk bagi kesehatan kucing. Alih-alih tubuhnya sehat setelah minum susu, kucing justru bisa saja mengalami masalah kesehatan yang serius.

Ini bukan karena daya tahan tubuh kucing yang lemah, melainkan tubuhnya memang dirancang untuk tidak mencerna produk susu. Intoleransi laktosa pada kucing biasanya terjadi setelah mereka beranjak dewasa, atau setelah mereka disapih dari induknya. Dalam artikel ini akan dibahas lebih lanjut mengapa kucing intoleransi laktosa beserta gejalanya.

1. Apa itu intoleransi laktosa?

Kucing (pexels.com/Eren)

Pada kucing dengan sedikit atau tanpa enzim laktase, tubuh tidak mampu mencerna susu dan malah mencoba mengeluarkannya dari sistem. Gula laktosa yang tidak tercerna di saluran usus mulai menarik berbagai macam bakteri. Gula tersebut kemudian berfermentasi, menyebabkan reaksi burung pada lambung dan sistem pencernaan.

Kucing dewasa secara alami adalah karnivora sejati. Meskipun sistem pencernaan anak kucing dapat mencerna susu yang dihasilkan induknya, seiring pertumbuhan kucing, kemampuan ini hilang. Hal ini karena tubuh tidak lagi perlu memproduksi enzim laktase, yang dibutuhkan untuk mencerna gula laktosa dalam susu. Beberapa kucing dewasa hanya memperlambat produksinya, sementara yang lain menghentikannya sama sekali.

2. Mengepa kucing intoleransi laktosa?

Kucing (unsplash.com/Ricardo)

Sebagian besar kucing mengembangkan intoleransi laktosa seiring bertambahnya usia. Seperti semua mamalia, anak kucing memulai hidup dengan menyusu dari induknya. Selama waktu ini, tubuh mereka menghasilkan banyak laktase, enzim yang dibutuhkan untuk memecah laktosa, yakni gula alami dalam susu. Tetapi, begitu anak kucing disapih, biasanya sekitar usia 8 minggu, produksi laktase mereka menurun secara signifikan. Dan setelah tahun pertama kehidupan, enzim tersebut tidak lagi diproduksi pada sebagian besar kucing.

Tanpa laktase, kucing tidak dapat mencerna produk susu dengan benar. Ketika kucing yang intoleran laktosa mengonsumsi susu atau makanan tinggi laktosa lainnya, gula yang tidak tercerna akan menarik air ke dalam usus, yang seringkali mengakibatkan diare. Laktosa yang tidak tercerna juga dapat berfermentasi di usus besar, menyebabkan gangguan pencernaan, dan bahkan dapat mengurangi daya cerna protein dalam makanan mereka secara keseluruhan.

3. Gejala intoleransi laktosa pada kucing

Kucing ragdoll (pexel.com/Cats Coming)

Gejala kucing yang intoleransi laktosa bisanya muncul sekitar 8 hingga 12 jam setelah kucing pertama kali mengonsumsi produk susu tersebut. Untuk mengetahui apakah kucing mengalami intoleransi laktosa atau tidak, perlu diperhatikan gejala-gejalanya sebagai berikut:

  • Diare

  • Suara gemericik perut

  • Perut kembung

  • Sering kentut

  • Sering buang air besar

  • Pantat yang kotor dan bau

  • Membersihkan bagian bawah secara berlebihan

  • Lesu atau kurang energi

Gejala-gejala ini dapat membuat kucing merasa tidak nyaman. Dalam kasus yang parah, kucing mungkin memerlukan perawatan dokter hewan. Sayangnya, tidak ada pengobatan untuk menghentikan intoleransi laktosa pada kucing. Jadi, sebagai gantinya, pemilik kucing harus menghindari memberi makan kucing berupa susu dan keju.

Jika kucing mengalami diare akibat konsumsi produk susu, berikanlah makanan dalam porsi kecil, hambar, dan sering. Ini bisa termasuk ayam rebus atau ikan putih. Pastikan semua tulang atau kulitnya dibuang.

4. Apakah kucing bisa minum susu?

Kucing (pexels.com/Kostiyantyn)

Susu memiliki kandungan laktosa yang tinggi, dan sebagian besar kucing dewasa tidak dapat mencernanya dengan baik. Jenis-jenis susu yang tidak aman untuk kucing meliputi:

  • Susu sapi (utuh, skim, atau rendah lemak), jenis susu ini tinggi laktosa dan kemungkinan menyebabkan masalah pencernaan pada kucing.

  • Krim atau susu setengah krim, bahkan lebih tinggi lemak dan laktosa yang dapat menganggu pencernaan dan berkonribusi pada penambahan berat badan.

Sementara itu, susu kambing dan susu domba cenderung lebih mudah dicerna oleh kucing karena kandungan laktosa yang sedikit lebih rendah dan molekul lemak yang lebih kecil. Meskipun demikian, susu kambing dan susu domba masih mengandung laktosa dalam jumlah yang signifikan dan dapat menyebabkan gangguan perut, terutama pada kucing yang sensitif. Jadi, meskipun mungkin lebih mudah ditoleransi, susu kambing dan susu domba bukanlah pilihan yang aman untuk setiap kucing.

Sementara itu, anak kucing hanya boleh minum susu induknya, atau susu pengganti khusus anak kucing jika induknya tidak mampu memproduksi susu. Susu induk kucing atau susu pengganti menyediakan keseimbangan nutrisi dan antibodi yang tepat yang dibutuhkan anak kucing untuk tumbuh.

Melansir Cats Protection, jika kucing yang intoleransi laktosa minum susu atau mengonsumsi produk susu lainnya, laktosa tidak dapat dipecah dengan benar dalam sistem pencernaannya. Alih-alih diserap, laktosa justru masuk ke usus besar, tempat ia mengalami fermentasi. Proses fermentasi ini dapat menyebabkan berbagai gejala yang tidak menyenangkan.

Sebagai penutup, kucing intoleransi laktosa karena tubuh mereka secara alami menurunkan bahkan menghentikan produksi enzim laktase. Jadi, pemberian susu sapi kepada kucing dewasa tidak dianjurkan, begitupun pada anak-anak kucing, mereka hanya boleh minum susu dari induknya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article