5 Burung yang Terobsesi Menimbun Makanan Hingga Ratusan Ribu Butir

- Lima jenis burung seperti pipit bertopi hitam, tufted titmouse, blue jay, elang cooper, dan pelatuk perut merah dikenal gemar menimbun makanan untuk bertahan hidup di alam liar.
- Burung-burung ini menyimpan biji, kacang, atau mangsa di berbagai tempat aman dan mampu mengingat lokasi simpanannya meski jumlahnya mencapai ratusan ribu butir per tahun.
- Kebiasaan menimbun makanan tak hanya membantu kelangsungan hidup mereka saat musim sulit, tapi juga berperan penting dalam penyebaran biji yang menumbuhkan kembali pepohonan di hutan.
Di alam liar, hewan-hewan mempertahankan hidupnya dengan cara yang berbeda. Salah satu yang unik datang dari dunia burung, di mana burung-burung kecil di bawah ini memiliki kebiasaan menimbun makanan. Perilaku ini terdengar rakus, tapi mereka menyimpan makanan dalam jumlah banyak demi mempertahankan hidupnya di alam yang keras.
Bahkan salah satu dari mereka ada yang menyimpan hingga ratusan ribu per tahun, ini adalah angka yang besar bagi seekor burung yang mungil. Uniknya, mereka mampu mengingat di mana biji-bijian itu mereka pendam. Biji-biji yang tak diambil kemungkinan besar akan tumbuh menjadi pohon, artinya burung-burung ini juga membantu melestarikan kehidupan di tengah hutan dengan cara penyebaran biji. Penasaran burung apa saja yang gemar menimbun makanan? Berikut informasinya!
1. Burung Pipit Bertopi Hitam

Burung pipit bertopi hitam (pexels.com/Chris F) Burung pipit bertopi hitam memiliki pola makan yang beragam. Di musim dingin, mereka akan memakan biji-bijian, buah beri, dan bahan tumbuhan lainnya. Setengah lainnya berupa makanan seperti serangga terutama telur dan pupanya, laba-laba, lemak hewan, potongan daging, dan lemak. Selama sisa tahun tersebut, laba-laba, serangga, dan sumber daging lainnya mencakup hingga 80-90 persen dari makanan mereka.
Burung pipit bertopi hitam lebih menyukai biji bunga matahari. Namun, mereka tidak memakan biji tersebut secara utuh, melainkan mematuk lubang di cangkangnya, memperbesarnya sesuai kebutuhan, lalu memecah biji menjadi potongan-potongan kecil. Selain itu, mereka juga memakan kacang tanah dan lemak hewan. Jika ulat sutra tersedia, mereka juga akan memakannya sebagai camilan berprotein tinggi.
Melansir The Guardian, burung pipit bertopi hitam dikenal karena perilakunya yang sering menyimpan makanan selama berbulan-bulan yang lebih hangat, beberapa perkiraan menunjukkan bahwa seekor burung dapat menyembunyikan hingga 500.000 makanan per tahun. Namun, yang lebih luas biasa lagi adalah keandalan mereka dalam menemukan kembali makanan tersebut.
2. Burung Tufted Titmouse

Burung tufted titmouse (pexels.com/Denison) Burung tufted titmouse merupakan burung kecil berwarna abu-abu dengan ciri khas suara menggema. Tufted titmouse biasanya ditemukan di hutan gugur bagian timur dan sering mengunjungi tempat pemberian makan burung. Sepasang manik matanya tampak besar, paruh kecil dan bulat, serta jambul yang lebat memberikan burung ini ekspresi tenang namun bersemangat yang sesuai dengan cara mereka terbang melintasi kanopi, bergelantungan di ujung ranting, dan hinggap di tempat pemberian makan burung.
Tufted titmouse adalah omnivora sejati, sepanjang tahunnya, sekitar 2/3 dari makanan burung titmouse adalah materi hewan, termasuk serangga, laba-laba dan siput. Sisanya adalah materi tumbuhan, seperti biji-bijian, kacang-kacangan, dan beri. Mereka selalu memilih biji-bijian terbesar yang dapat ditemukan.
Burung kecil ini membawa biji satu per satu ke tempat bertengger yang aman. Mereka memegang satu biji di kaki mereka dan mematuknya untuk membuka dan memakannya, atau menyimpannya untuk dimakan nanti. Burung tufted menyimpan atau menimbun makanan ekstra untuk dimakan ketika makanan lebih sulit ditemukan. Biasanya mereka membuang cangkang sebelum menimbun biji. Mereka menyembunyikannya di lubang-lubang kecil di pohon, atau terselip di balik kulit kayu.
3. Burung Blue Jay

Burung blue jay (pexels.com/Tina Nord) Selain kacang-kacangan dan biji-bijian, burung blue jay juga dapat memakan sumber makanan lain seperti beri, serangga, dan katak. Mereka biasanya tidak memakan lebah atau tawon dewasa, tetapi terkadang blue jay akan membongkar sarang tawon untuk memakan larva lunak di dalamnya.
Burung blue jay termasuk spesies yang cerdas dan mudah beradaptasi, dengan selera makan omnivora. Biji ek, hazelnut, hickory, dan kacang liar lainnya dapat menyediakan 40% atau lebih dari makanan mereka. Untuk memecahkannya, burung blue jay menahannya di dahan dengan satu kaki dan memukul dengan paruhnya.
Tubuh burung blue jay dilengkapi kantung tenggorokan yang dapat mengembang di mana ia dapat menyimpan kacang tanah atau biji ek untuk sementara waktu. Burung-burung ini juga menyimpan biji dan kacang-kacangan dengan memasukkannya ke dalam tanah, untuk diambil kembali nanti. Simpanan yang tidak dimakan akan tumbuh menjadi pohon ek, kenari, pinus, dan pohon lainnya.
Burung jay akan menyimpan biji dan kacang untuk diambil nanti, dan melakukan perjalanan berulang kali ke tempat pemberian makan untuk mengumpulkan makanan dan menyembunyikannya di tempat yang aman. Burung jay akan mengubur biji hingga sejauh 2 1/2 mil dari sumber asalnya. Mereka biasanya menyimpan biji di area terbuka yang baru saja terganggu aktivitas manusia, seperti memotong rumput atau membajak.
4. Elang Cooper

Elang cooper (pexels.com/Chris F) Elang cooper merupakan burung pemangsa berukuran sedang yang berasal dari Amerika. Mereka dapat ditemukan diberbagai habitat, termasuk hutan campuran dan hutan gugur, hutan terbuka, hutan kecil, hutan tepi sungai, hutan terbuka, hutan pinus, dan daerah pegunungan berhutan. Elang cooper kadang terlihat bertengger di pohon mencari mangsa atau sekadar mengistirahatkan sayapnya.
Elang cooper biasanya memburu berbagai mangsa, dan layaknya predator, sangat oportunisik, artinya ia akan memangsa di mana pun ia bisa mendapatkannya. Elang cooper terutama adalah pemburu burung dan diketahui sering berkeliaran di sekitar tempat makan burung.
Mereka umumnya memburu burung berukuran kecil hingga sedang, termasuk merpati, burung puyuh, dan burung pelatuk. Mereka juga dapat menangkap kelelawar, tikus, dan tupai, dan lebih jarang bahkan katak dan ular. Sesekali elang cooper memangsa ikan dan burung pemangsa kecil lainnya, seperti Kestrel Amerika. Kemampuan beradaptasi untuk memburu berbagai macam mangsa adalah salah satu kunci keberhasilan mereka.
Elang cooper berburu baik dari tempat bertengger atau saat terbang. Tempat bertengger biasanya terletak di tempat yang rimbun. Individu biasanya menyembunyikan pendekatan mereka dan menangkap mangsa secara tiba-tiba saat terbang rendah di atas tanah, dan menggunakan vegetasi sebagai tempat berlindung. Begitu mangsa potensial terdeteksi, elang ini biasanya menyerang dengan kecepatan yang tiba-tiba.
Spesies ini gigih saat mengejar mangsa, dan akan mengejar mamalia dengan berjalan kaki. Elang cooper kadang kala menenggelamkan mangsa di danau dan kolam. Mangsa burung biasanya dicabut bulunya sebelum dimakan. Selama musim kawin, mangsa dicabut bulunya di tempat pencabutan bulu tradisional di dalam wilayah pasangan tersebut. Pada waktu lain dalam setahun, Elang Cooper sering mencabut bulu mangsa di tempat penangkapan. Baik jantan atau betina menyimpan makanan berlebih di cabang-cabang dekat sarang selama musim kawin.
5. Burung Pelatuk Perut Merah

Burung pelatuk perut merah (pexels.com/Pelatuk perut merah) Burung pelatuk perut merah memiliki pola makan yang bervariasi, mulai dari kacang-kacangan, buah-buahan, katak, ikan kecil, anak burung, telur burung kicau, invertebrata, getah, dan nektar. Salah satu yang menjadi makanan favoritnya adalah biji ek. Meskipun burung pelatuk terkenal karena kemampuannya menggunakan paruh untuk mengebor pohon guna mengeluarkan serangga, namun penggunaan paruhnya untuk mengeluarkan isi kacang kurang dikenal.
Seringkali, mereka akan memetik biji ek dari pohon ek dan terbang membawanya dengan paruh mereka ke pohon atau tiang, di mana mereka menekan biji ek ke dalam celah. Kemudian mereka memecahkan cangkangnya dengan memukulnya menggunakan paruh, sehingga mereka mampu mengeluarkan isi kacang.
Burung pelatuk perut merah sering menyimpan makanan sepanjang tahun, tetapi lebih sering melakukan perilaku ini selama musim gugur. Mereka kembali ke makanan yang disimpan sepanjang musim dingin. Daftar barang yang disimpan oleh burung pelatuk ini seperti biji ek, kacang-kacangan, biji-bijian, buah, daging buah, biji jagung, lemak, kacang tanah utuh, dan serangga.
Demikian 5 burung yang sering menimbun makanan di alam liar. Perilaku ini adalah bagian dari bertahan hidup ala mereka, khususnya saat musim-musim tertentu mereka, setidaknya mereka memiliki 'tabungan' makanan tanpa bersusah payah mencarinya. Beberapa burung ada yang tak mengambil biji yang ditimbun, alhasil biji tersebut akan tumbuh kembali menjadi pohon.






















