7 Fakta Burung Camar Kejar Pomarin, Perompak Barbar dari Kutub Utara

- Camar-kejar pomarin adalah burung laut terbesar dari jenis jaeger, dikenal karena kebiasaannya mencuri hasil tangkapan burung lain dengan kemampuan terbang akrobatik yang luar biasa.
- Burung ini memiliki ciri khas dua bulu ekor panjang berbentuk sendok dan sering bermigrasi hingga ke perairan Indonesia selama musim dingin.
- Saat musim kawin di Arktik, camar-kejar pomarin hanya memakan leming, dan keberhasilan reproduksinya sangat bergantung pada populasi hewan pengerat tersebut.
Dari kejauhan, burung ini mirip burung camar. Hanya saja tubuhnya lebih besar dan kekar. Sayapnya juga lebih lebar. Gak cuma itu, burung ini hobi mengejar burung lain yang lebih kecil dan mencuri hasil tangkapannya dengan ganas. Nama burung ini ialah camar-kejar pomarin.
Camar-kejar pomarin merupakan jenis burung laut yang dikenal luas karena jiwa barbarnya mencuri ikan hasil tangkapan burung lain. Ia dibekali sayap lebar dan kemampuan akrobatik udara yang luar biasa untuk melakukan ini. Uniknya, meski doyan makan apa saja di laut, burung ini cuma makan satu hal di musim kawin. Yuk, kenalan dengan burung laut ini lewat tujuh fakta unik camar-kejar pomarin atau pomarine skua yang perlu kamu tahu berikut ini!
1. Burung apa itu camar-kejar pomarin?

Camar-kejar pomarin atau pomarine skua (Stercorarius pomarinus) merupakan jenis burung laut mirip camar yang hidup di laut lepas. Burung camar-kejar seperti camar-kejar pomarin terkenal suka mencuri hasil tangkapan burung laut lain yang lebih kecil. Gak heran kalau burung ini dijuluki perompak laut.
Di Amerika, camar-kejar pomarine disebut pomarine jaeger. Nama jaeger digunakan untuk menyebut jenis camar-kejar yang berukuran kecil. Contohnya camar-kejar pomarin, camar-kejar kecil atau long-tailed jaeger (S. longicaudus), dan camar-kejar arktika atau parasitic jaeger (S. parasiticus).
2. Jenis burung jaeger terbesar

Camar-kejar pomarin merupakan jenis jaeger terbesar. Mengutip laman Birds of the World, panjang camar-kejar pomarin 46—51 sentimeter dengan rentang sayap 1,25—1,38 meter. Betina lebih besar dengan berat 750 gram dari betina yang rata-rata hanya sekitar 650 gram. Meski terbesar di antara jaeger, camar-kejar pomarin masih jauh lebih kecil dari camar-kejar besar dan camar-kejar cokelat
3. Sulit dibedakan dari jaeger lainnya

Sepintas, camar-kejar pomarin mirip burung camar. Gak mengherankan karena semua jenis camar-kejar memang berkerabat dekat dengan burung camar. Hanya saja, camar-kejar bertubuh lebih kokoh dan kekar dengan paruh lebih tebal. Warnanya pun cenderung kecokelatan.
Warna cokelat yang hampir seragam ini bikin camar-kejar pomarin sulit dibedakan dari jaeger lainnya. Camar-kejar pomarin sendiri punya dua versi warna. Versi terang memiliki kepala hitam dengan dada putih krem, sementara versi gelap berwarna cokelat muram yang seragam. Semuanya punya bercak putih yang khas di sayap.
4. Ekornya punya rumbai unik

Satu hal yang unik dari camar-kejar pomarin ialah dua bulu ekor panjang di bagian tengah. Menurut laman BioDB, dua bulu ekor ini melengkung pada sudut 90 derajat dan berujung tumpul seperti sendok. Gak ada burung lain yang punya bulu semacam ini.
Lucunya, bulu rumbai ini gak selalu ada. Bulu unik ini hampir selalu hilang setelah camar-kejar pomarin meninggalkan tempat berbiaknya di Arktik. Alhasil, camar-kejar pomarin tetap sulit dibedakan dari jaeger lainnya di tempat musim dingin.
5. Jenis camar-kejar yang sering singgah ke Indonesia

Kamu bisa coba menjumpai camar-kejar pomarin di tempat berbiaknya di Arktik. Menurut informasi dari laman Oiseaux Birds, camar-kejar pomarin berbiak di tundra Rusia bagian utara, Alaska bagian utara, dan Kanada bagian utara. Atau kamu bisa coba menjumpainya di tempatnya habiskan musim dingin.
Camar-kejar pomarin sifatnya pelagis. Itu artinya ia hanya ada di laut lepas saat musim dingin. Di periode ini, camar-kejar pomarin terlihat di laut dan dekat pantai benua-benua di antara Garis Balik Utara dan garis khatulistiwa, serta di sekitar Australia.
Dan ya, camar-kejar pomarin jadi salah satu pengunjung di lautan Indonesia. Bahkan, ia jadi jenis camar-kejar yang paling sering terlihat di lautan Indonesia saat bermigrasi. Camar-kejar kecil juga suka terlihat singgah, tapi kemunculannya lebih langka dari camar-kejar pomarin.
6. Burung perompak berjiwa barbar

Alih-alih berusaha mencari makan sendiri, camar-kejar pomarin malah suka mencuri ikan hasil kerja keras burung laut lain. Camar-kejar memang dikenal dari sifat perompaknya ini. Bahkan ia dikenal sebagai perompak laut.
Burung camar tiga jari (marga Rissa) dan burung dara-laut sering jadi korbannya. Camar-kejar pomarin merundung burung-burung ini sambil berakrobat terjun dari ketinggian dan berbelok tajam sampai mereka ketakutan dan panik, lalu menjatuhkan makanannya. Hasil tangkapan yang jatuh langsung ditangkap dengan lihai di udara. Meski kesannya barbar, strategi mencari makan ini butuh banyak energi dan keterampilan terbang yang ciamik.
7. Cuma makan leming saat musim kawin

Kalau di musim dingin ia sibuk mencuri ikan dari burung lain, di tempat berbiak camar-kejar pomarin hanya mau makan satu jenis hewan: leming alias tikus-kutub. Hewan pengerat kecil ini mengisi 90 persen menu makanan camar-kejar pomarin saat musim kawin. Sisanya sesekali diisi dengan telur burung.
Keberhasilan reproduksi camar-kejar pomarin sangat bergantung pada populasi leming. Kondisi bersarang yang ideal bagi camar-kejar pomarin yaitu tundra basah dataran rendah dekat pantai Arktik di mana terdapat ledakan populasi leming. Alhasil, keberhasilan reproduksi camar-kejar pomarin cuma terjadi sekali tiap tiga atau empat tahun, mengikuti siklus ledakan populasi leming yang khas. Kalau leming lagi langka, camar-kejar pomarin skip musim kawin dan balik lagi ke laut.
Sungguh burung yang unik, ya? Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang burung camar-kejar pomarin atau pomarine skua? Apa kamu tertarik untuk coba menemukan burung ini di perairan Indonesia?


















