Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apakah Buaya Termasuk Jenis Kadal? Ini Penjelasan Ilmiahnya
ilustrasi seekor buaya (pexels.com/Frans van Heerden)
  • Buaya dan kadal sama-sama reptil, tapi berasal dari ordo berbeda: buaya dari Crocodilia, sedangkan kadal dari Squamata, dengan garis evolusi terpisah sejak sekitar 250 juta tahun lalu.
  • Secara fisik, buaya berukuran besar dengan kulit tebal dan jantung empat ruang, sementara kadal lebih kecil, bersisik halus, serta memiliki jantung tiga ruang.
  • Perilaku dan habitatnya pun berbeda; buaya hidup di perairan tropis dan menjaga anaknya, sedangkan kadal tersebar di berbagai lingkungan tanpa perilaku pengasuhan kompleks.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Buaya dan kadal kerap dianggap sama karena penampilannya yang mirip. Keduanya sama-sama memiliki kulit bersisik, tubuh memanjang, serta berjalan dengan posisi tubuh rendah. Tak heran jika banyak orang bertanya-tanya, apakah buaya sebenarnya adalah kadal berukuran besar?

Pertanyaan ini terdengar sederhana, tetapi jawabannya cukup mengejutkan. Meski sama-sama termasuk reptil, buaya dan kadal berasal dari kelompok ilmiah yang berbeda. Perbedaan ini bukan hanya soal ukuran, tetapi juga menyangkut garis evolusi, struktur tubuh, hingga hubungan kekerabatan mereka dengan hewan lain.

1. Buaya dan kadal berasal dari ordo yang berbeda

Dalam dunia biologi, reptil terbagi menjadi beberapa ordo (kelompok besar). Buaya masuk dalam ordo Crocodilia, sedangkan kadal termasuk ordo Squamata.

Ordo Crocodilia mencakup sekitar 27 spesies, termasuk buaya, aligator, dan gavial. Hewan-hewan ini dikenal sebagai predator besar yang hidup semi-akuatik dengan rahang sangat kuat dan kulit tebal berlapis pelindung tulang (osteoderm).

Sebaliknya, ordo Squamata mencakup lebih dari 7.000 spesies kadal dan ular. Ciri khas kelompok ini adalah kulit bersisik, kelopak mata yang bisa bergerak, serta lubang telinga eksternal—fitur yang umumnya tidak dimiliki buaya.

Perbedaan ini bukan sekadar soal nama. Secara evolusi, buaya sudah berpisah dari garis keturunan reptil lain sekitar 250 juta tahun lalu dalam kelompok Archosauria. Menariknya, buaya justru lebih dekat kekerabatannya dengan burung dan dinosaurus dibandingkan dengan kadal.

2. Perbedaan fisik buaya dan kadal

Jika dilihat dari bentuk tubuhnya, perbedaannya cukup mencolok. Buaya memiliki moncong besar berbentuk U, gigi kerucut yang tertanam dalam soket (thecodont), serta kulit tebal berlapis pelindung keras. Kaki mereka pendek dan menyamping, dengan selaput di antara jari untuk membantu berenang. Ekornya pun sangat kuat, berfungsi sebagai pendorong utama saat bergerak di air. Salah satu contohnya adalah Crocodylus acutus atau buaya Amerika, yang bisa tumbuh hingga lebih dari 6 meter dengan berat mencapai lebih dari 900 kilogram.

Sementara itu, kebanyakan kadal berukuran jauh lebih kecil—umumnya kurang dari 1 meter. Moncongnya cenderung ramping berbentuk V, dengan jenis gigi yang berbeda (acrodont atau pleurodont). Kulitnya juga tidak sekeras dan setebal buaya.

Perbedaan lain yang cukup penting ada pada jantungnya. Buaya memiliki jantung dengan empat ruang, mirip seperti burung. Ini membantu mereka menyelam dalam waktu lama. Sedangkan kadal umumnya memiliki jantung tiga ruang.

3. Habitat dan perilaku yang tidak sama

ilustrasi seekor buaya (pexels.com/Sanjeewa De Silva)

Buaya biasanya hidup di sungai tropis, rawa, dan muara di Afrika, Asia, Australia, serta Amerika. Mereka adalah predator penyergap yang mampu melakukan “death roll” untuk melumpuhkan mangsa. Betina buaya juga dikenal memiliki perilaku menjaga sarang dan anak-anaknya.

Sebaliknya, kadal menghuni berbagai habitat—mulai dari gurun, hutan, hingga bebatuan. Banyak kadal yang lincah memanjat dan berburu serangga menggunakan lidahnya. Beberapa spesies bahkan bisa memutuskan ekornya (autotomi) untuk mengelabui predator.

4. Cara berkembang biak yang tidak sama

Perbedaan lain yang jarang dibahas adalah cara berkembang biak. Buaya berkembang biak dengan bertelur dan menunjukkan perilaku parental care yang cukup kompleks. Induk betina membuat sarang dari tanah atau vegetasi, menjaga telur dari predator, bahkan membantu anaknya menetas dan membawanya ke air.

Sebaliknya, sebagian besar kadal memang juga bertelur, tetapi umumnya tidak menjaga telur atau anaknya setelah menetas. Namun, ada beberapa spesies kadal tertentu yang melahirkan (vivipar), sesuatu yang tidak terjadi pada buaya. Perilaku pengasuhan ini semakin menegaskan bahwa buaya memiliki karakteristik unik yang berbeda dari kadal.

5. Kesalahpahaman yang sering terjadi

Banyak orang mengira buaya adalah kadal berukuran besar karena kemiripan fisiknya. Bahkan ada spesies bernama Shinisaurus crocodilurus yang secara harfiah berarti “kadal buaya Tiongkok”. Namun, meskipun namanya mengandung kata “crocodile”, hewan ini tetaplah kadal sejati dan bukan bagian dari kelompok buaya.

Catatan fosil juga menunjukkan bahwa nenek moyang buaya bukanlah kadal. Buaya adalah bagian dari kelompok archosaur purba yang berbeda jalur evolusi.

Jadi, apakah buaya termasuk jenis kadal? Tidak. Kendati keduanya sama-sama reptil dan terlihat mirip, secara ilmiah mereka berasal dari kelompok yang sangat berbeda.

Buaya adalah “fosil hidup” dari garis keturunan archosaur yang juga melahirkan dinosaurus dan burung. Sementara kadal berkembang dalam jalur evolusi yang berbeda, dengan adaptasi yang lebih menekankan kelincahan dibandingkan kekuatan.

Memahami perbedaan ini membantu kita melihat betapa beragam dan menariknya dunia reptil. Di balik kemiripan fisik, ternyata sejarah evolusinya menyimpan cerita yang sangat berbeda.

Referensi

Animal Wised. Is a Crocodile a Lizard? - Lizard vs. Crocodile
Britannica. Crocodile
National Geographic. Chinese Crocodile Lizard

Editorial Team