5 Fakta Benevento, Kota Kuno Italia yang Dijuluki Kota Penyihir

- Benevento di Campania, Italia, memiliki sejarah panjang sejak era Samnite, Romawi, hingga Lombard dengan peninggalan arsitektur dan monumen kuno yang masih bertahan.
- Kota ini dikenal sebagai 'Kota Penyihir' karena legenda abad ke-15 tentang ritual sihir di bawah pohon kenari gaib yang membentuk identitas folklor lokal.
- Hingga kini, tradisi mistis Benevento tetap hidup melalui ritual penolak bala, produk ikonik Liquore Strega, serta simbol budaya seperti museum dan klub sepak bola lokal.
Selama lebih dari dua milenium, Benevento telah menjadi bagian dari berbagai fase penting dalam perjalanan Italia selatan. Kota yang berada di kawasan Campania ini pernah berkembang di bawah pengaruh bangsa Samnite, Romawi, hingga Lombard yang masing-masing meninggalkan jejak tersendiri. Berbagai warisan tersebut masih dapat ditemukan melalui peninggalan arsitektur, monumen kuno, dan cerita yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Benevento juga dikenal luas dengan julukan "Kota Penyihir", sebuah reputasi yang berakar dari legenda dan cerita rakyat yang telah berkembang selama berabad-abad. Kisah-kisah tersebut kemudian menjadi bagian penting dari identitas budaya setempat dan terus dikenang hingga sekarang. Perpaduan antara warisan masa lampau dan tradisi folklor yang kuat membuat Benevento menjadi kota yang memiliki karakter unik di Italia. Penasaran? Berikut lima fakta menarik tentang Benevento.
1. Memiliki asal-usul nama purba yang diubah akibat takhayul

Benevento memegang posisi yang cukup penting dalam linimasa penaklukan wilayah selatan oleh Republik Romawi karena lokasinya yang strategis. Dilansir laman Britannica, kota ini awalnya didirikan oleh suku Samnit kuno atau Oscan dengan nama asli Malies atau Maleventum. Bagi bangsa Romawi yang sangat dipengaruhi oleh takhayul, pelafalan nama kuno tersebut terdengar seperti sebuah pertanda buruk atau diartikan sebagai tempat yang membawa nasib buruk.
Setelah berhasil memenangkan pertempuran besar melawan Raja Pyrrhus dari Epirus pada tahun 275 SM, bangsa Romawi mengubah identitas kota ini secara resmi menjadi Beneventum. Perubahan nama tersebut sengaja dilakukan sebagai simbol optimisme untuk mengubah nasib wilayah taklukan baru ini agar mendatangkan keberuntungan serta hal-hal baik bagi perluasan wilayah mereka.
2. Menyimpan sisa infrastruktur militer peninggalan Kaisar Trajanus

Sebagai kota koloni yang berada di bawah kendali penuh Romawi, Benevento tumbuh menjadi basis militer dan jalur perdagangan utama di wilayah selatan. Masih dari laman Britannica, kota kuno ini menjadi titik penting di sepanjang jalur transportasi Via Appia yang menghubungkan Roma dengan kawasan Italia selatan. Peran tersebut tercermin melalui keberadaan Arco di Traiano, sebuah gerbang monumental yang dibangun sekitar tahun 114 hingga 117 Masehi untuk menghormati Kaisar Trajan.
Selain Arco di Traiano, Benevento juga memiliki kompleks teater Romawi berkapasitas besar serta jembatan kuno Ponte Lebbroso yang melintasi Sungai Sabato. Peninggalan-peninggalan tersebut berasal dari periode ketika Benevento berkembang sebagai salah satu pusat administrasi, perdagangan, dan pergerakan militer penting di wilayah selatan Semenanjung Italia.
3. Mengalami kerusakan arsip sejarah akibat pengeboman Perang Dunia II

Kejayaan Benevento sebagai pusat administrasi terus berlanjut melewati masa runtuhnya kekaisaran hingga menjadi ibu kota kadipaten bangsa Lombard sejak tahun 571 Masehi. Dilansir laman Frommer's, kota ini sempat berpindah kekuasaan ke tangan Bizantium sebelum akhirnya jatuh di bawah kendali pemerintahan kepausan Romawi dari abad ke-11 hingga abad ke-19. Rangkaian transisi kekuasaan ini membuat biara dan gereja lokal menyimpan banyak sekali dokumen teologi tua.
Namun, ratusan dokumen kuno dan arsip penting mengenai fase abad pertengahan tersebut sebagian besar harus hilang akibat gempuran Perang Dunia II pada tahun 1943. Serangan bom udara dari pasukan Sekutu menghancurkan sekitar 65 persen area kota, termasuk merusak struktur bangunan Katedral pusat yang berakibat pada musnahnya lembaran arsip gereja.
4. Menjadi pusat legenda penyihir Italia sejak abad ke 15

Selain meninggalkan warisan sejarah yang panjang melalui berbagai pergantian kekuasaan, Benevento juga berkembang sebagai pusat tradisi folklor yang terkenal di Italia. Reputasi tersebut berkembang dari berbagai kisah mistis yang diwariskan secara turun-temurun selama berabad-abad. Di samping statusnya sebagai kota bersejarah, Benevento pun dikenal luas sebagai "Kota Penyihir" yang sarat dengan legenda dan takhayul.
Dilansir laman Smithsonian Magazine, nama Benevento mulai tercatat secara tertulis sebagai tempat berkumpulnya para penyihir nasional pada tahun 1428. Catatan ini muncul pertama kali dalam transkrip persidangan kasus sihir seorang wanita bernama Matteuccia di Francesco di kota Todi.
Dalam dokumen persidangan tersebut, sang wanita mengucapkan sebuah mantra ritual kuno yang secara spesifik menyebutkan sebuah pohon kenari gaib di Benevento sebagai lokasi perkumpulan rahasia. Sejak momen pengakuan itu, tim inkuisisi gereja kerap mengaitkan nama Benevento dalam setiap interogasi kasus sihir di seluruh Italia, hingga membentuk reputasi kota ini sebagai episentrum mitos penyihir.
5. Mempertahankan tradisi takhayul kuno di tengah masyarakat modern

Mitos penyihir yang melekat selama berabad-abad pada akhirnya melebur menjadi bagian dari identitas kultural harian warga Benevento hingga hari ini. Masih dari laman Smithsonian Magazine, antropolog lokal menemukan bahwa sebagian generasi tua di kota berpenduduk 55.000 jiwa ini masih mempraktikkan ritual penolak bala untuk menangkal kutukan mata jahat (evil eye). Mereka juga mengenal mitos mahluk halus lokal yang disebut sebagai Janare.
Keberadaan legenda ini bahkan dimanfaatkan untuk sektor ekonomi modern melalui pembuatan produk minuman herbal kuning terkenal bernama Liquore Strega sejak tahun 1860, di mana kata strega sendiri berarti penyihir. Warisan cerita rakyat ini juga terus dihidupkan melalui logo klub sepak bola lokal, museum khusus sihir di Palazzo Paolo V, hingga menginspirasi pembuatan buku cerita anak-anak berskala internasional.
Dengan sejarah yang membentang selama lebih dari dua milenium, Benevento menyimpan beragam kisah yang mencerminkan perjalanan panjang sebuah kota di Italia selatan. Jejak peradaban kuno, peninggalan arsitektur bersejarah, serta legenda penyihir yang diwariskan selama berabad-abad turut membentuk identitas kota ini. Berbagai warisan tersebut membuat Benevento memiliki karakter sejarah dan budaya yang khas.

















