- Mengganggu rantai makanan
Apakah Ikan Sapu-sapu Beracun? Begini Penjelasannya

- Ikan sapu-sapu tidak beracun secara alami, tetapi bisa mengandung logam berat dan polutan karena kemampuannya menyerap zat berbahaya dari perairan tercemar.
- Sebagai spesies invasif, ikan sapu-sapu memiliki reproduksi cepat dan daya tahan tinggi yang membuatnya mampu mendominasi habitat serta menggeser populasi ikan lokal.
- Aktivitas makan dan berkembang biak ikan sapu-sapu dapat merusak dasar perairan, meningkatkan kekeruhan air, mencabut tanaman air, serta memicu erosi di tepi sungai atau danau.
Ikan sapu-sapu sering ditemukan di akuarium atau kolam karena memang dikenal sebagai ikan pembersih yang memakan lumut serta sisa makanan. Namun, di balik manfaatnya tersebut, keberadaannya justru menimbulkan kekhawatiran, terutama karena sering dikaitkan dengan kerusakan ekosistem perairan, seperti yang terjadi di wilayah Jakarta.
Melihat berbagai dampak tersebut, banyak orang mulai mempertanyakan keamanannya. Apakah ikan sapu-sapu beracun? Faktanya, meski tidak mengandung racun alami di dalam tubuhnya, ikan sapu-sapu dapat menjadi berbahaya karena kemampuannya menyerap polutan, termasuk logam berat, dari perairan yang tercemar. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!
1. Apakah ikan sapu-sapu beracun?
Ikan sapu-sapu sering dianggap “beracun”, tetapi sebenarnya bukan karena menghasilkan racun alami. Menurut peneliti BRIN, Gema Wahyu Dewantoro, ikan ini berpotensi mengandung zat berbahaya karena hidup di perairan tercemar. Sifatnya sebagai bioakumulator membuat ikan sapu-sapu mampu menyerap dan menyimpan berbagai polutan dari lingkungan, termasuk logam berat seperti merkuri, timbal, kadmium, dan arsenik. Inilah yang membuat ikan sapu-sapu kerap dikaitkan dengan kandungan zat beracun.
Hal serupa juga disampaikan oleh peneliti BRIN Haryono yang menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu termasuk spesies invasif yang mudah menyerap bahan cemaran dari perairan tempat hidupnya. Selain logam berat, ikan ini juga berpotensi mengandung bakteri koliform dan mikroplastik. Jadi, meskipun tidak beracun secara alami, ikan sapu-sapu bisa membawa berbagai zat berbahaya akibat kondisi lingkungannya.
2. Bahaya ikan sapu-sapu bagi lingkungan

Kehadiran ikan sapu-sapu di perairan dampaknya cukup serius bagi keseimbangan ekosistem. Menurut peneliti BRIN Gema Wahyu Dewantoro, ikan ini termasuk spesies invasif dengan kemampuan reproduksi tinggi dan sifat yang merusak lingkungan. Berikut beberapa bahaya ikan sapu-sapu bagi lingkungan.
Ikan sapu-sapu memakan alga dan detritus di dasar perairan yang sebenarnya menjadi sumber makanan penting bagi organisme lain seperti serangga air. Ketika sumber makanan ini berkurang, ikan-ikan lokal yang bergantung pada serangga tersebut ikut terdampak sehingga keseimbangan rantai makanan menjadi terganggu.
- Menggeser ikan lokal
Meski bukan predator, ikan sapu-sapu tetap menjadi pesaing kuat bagi ikan asli karena memakan sumber makanan yang sama. Dengan ukuran tubuh yang lebih besar, daya tahan tinggi, dan reproduksi cepat, ikan ini dapat mendominasi habitat dan secara perlahan menggeser populasi ikan lokal.
- Merusak habitat perairan
Aktivitas ikan sapu-sapu saat mencari makan sering kali mengaduk dasar perairan dan mengangkat sedimen ke permukaan. Kondisi ini membuat air menjadi lebih keruh dan mengubah struktur dasar sungai atau danau sehingga habitat alami bagi organisme lain menjadi tidak stabil.
- Memicu kerusakan tanaman air
Saat bergerak dan mencari makan, ikan sapu-sapu bisa mencabut atau merusak tanaman air yang tumbuh di dasar perairan. Akibatnya, jumlah vegetasi berkurang dan ekosistem yang bergantung pada tanaman tersebut, seperti tempat berlindung dan berkembang biak, ikut terganggu.
- Menyebabkan erosi tepi sungai atau danau
Ikan sapu-sapu membuat lubang di pinggiran perairan sebagai tempat berkembang biak. Jika jumlahnya banyak, lubang-lubang ini dapat melemahkan struktur tanah di tepi sungai atau danau sehingga meningkatkan risiko erosi dan kerusakan pada area tersebut.
- Meningkatkan kekeruhan air
Pergerakan dan kebiasaan makan ikan sapu-sapu dapat mengaduk lumpur serta menyebarkan partikel halus ke dalam air. Hal ini membuat air menjadi keruh dan mengganggu kondisi lingkungan yang dibutuhkan oleh organisme lain untuk bertahan hidup.
Jadi, meski tidak beracun alami, ikan ini tetap perlu diwaspadai karena kemampuannya menyerap zat berbahaya dari lingkungannya. Hal ini membuat ikan sapu-sapu tidak bisa dianggap aman begitu saja. Semoga penjelasan apakah ikan sapu-sapu beracun ini bermanfaat, ya.
FAQ seputar apakah ikan sapu-sapu beracun
| Apakah ikan sapu-sapu benar-benar beracun? | Tidak secara alami. Namun, ikan ini bisa mengandung zat berbahaya karena menyerap polutan dari lingkungan tempat hidupnya. |
| Zat berbahaya apa yang bisa ditemukan pada ikan sapu-sapu? | Beberapa di antaranya adalah logam berat seperti merkuri, timbal, kadmium, dan arsenik, serta kemungkinan mikroplastik dan bakteri dari lingkungan. |
| Kenapa ikan sapu-sapu bisa menyimpan zat berbahaya? | Karena sifatnya sebagai bioakumulator, yaitu mampu menyerap dan menyimpan zat pencemar dari air, lumpur, dan makanan di sekitarnya. |
Referensi
"5 Bahaya Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu: Berpotensi Keracunan hingga Kontaminasi Logam Berat". RSUD-Teungku Peukan Kabupaten Aceh Barat Daya. Diakses April 2026.
Killgore, K. Jack, Alfred F. Cofrancesco Jr, Jan Jeffrey Hoover, Environmental Laboratory, and Aquatic Nuisance Species Research Program. “Suckermouth Catfishes: Threats to Aquatic Ecosystems of the United States?,” February 1, 2004.


















