Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Barang Rumah yang Ternyata Bergantung pada Selat Hormuz
ilustrasi barang yang terbuat dari plastik. (pixabay.com/jhfl)
  • Selat Hormuz tidak hanya memengaruhi harga minyak dunia, tetapi juga rantai industri petrokimia yang menjadi dasar pembuatan plastik untuk berbagai kebutuhan rumah tangga.
  • Kemasan makanan, botol produk perawatan, dan peralatan rumah tangga berbahan plastik sangat bergantung pada minyak bumi serta gas alam sebagai bahan baku utama.
  • Setiap gangguan distribusi minyak di Selat Hormuz dapat berdampak langsung pada biaya produksi dan ketersediaan barang-barang plastik yang digunakan sehari-hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak orang mengira gejolak yang terjadi di Selat Hormuz hanya berdampak pada kenaikan harga minyak dunia. Padahal, di balik minyak, ada rantai industri panjang yang ikut terdampak. Beberaoa di antaranya adalah produk atau barang rumah tangga yang kita gunakan sehari-hari.

Ini karena salah satu rantai terpenting dari minyak bumi adalah industri petrokimia yang menjadi dasar berbagai material modern, termasuk plastik. Sekarang, coba pikirkan, apakah di sekitarmu ada barang yang terbuat dari plastik. Jika demikian, apa itu artinya barang-barang tersebut memiliki keterkaitan dengan Selat Hormuz? Untuk mengetahui jawabannya, yuk, kita simak barang-barang rumah yang ternyata bergantung pada minyak bumi berikut!

1. Kemasan makanan dan minuman

ilustrasi kemasan makanan (pixabay.com/stevepb)

Kemasan makanan dan minuman menjadi salah satu bentuk plastik yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sebagian besar kemasan ini dibuat dari bahan petrokimia yang berasal dari minyak bumi dan gas alam. Mengutip dari Rocky Mountain Institute (RMI), kemasan plastik menyumbang lebih dari 17% produksi petrokimia global, menandakan betapa besarnya ketergantungan sektor ini pada energi fosil.

Dalam prosesnya, minyak diolah menjadi bahan seperti nafta yang kemudian digunakan untuk memproduksi plastik kemasan. Permintaan tinggi terhadap kemasan sekali pakai juga mendorong peningkatan konsumsi minyak dan gas secara global. Akibatnya, ketika terjadi gangguan pada jalur distribusi minyak seperti Selat Hormuz, dampaknya tidak hanya terasa pada sektor energi, tetapi juga pada produksi kemasan yang kita gunakan setiap hari.

2. Botol dan wadah produk perawatan

ilustrasi wadah penyimpanan produk kecantikan. (pixabay.com/sjajolika)

Botol dan wadah produk perawatan menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas sehari-hari, mulai dari sabun, sampo, hingga skincare. Sebagian besar kemasan ini dibuat dari plastik seperti polietilena dan polipropilena yang berasal dari turunan minyak bumi. Proses produksinya melibatkan bahan baku petrokimia yang dihasilkan dari pengolahan minyak dan gas alam.

Menurut laporan Organization for Economic Co-operation and Development (OECD), sebagian besar plastik di dunia masih berasal dari bahan bakar fosil seperti minyak dan gas, menunjukkan tingginya ketergantungan industri ini terhadap energi global. Ketika harga minyak global berfluktuasi, biaya produksi kemasan produk perawatan juga ikut terpengaruh. Pada akhirnya, dinamika energi global, termasuk gangguan di jalur seperti Selat Hormuz, dapat merembet hingga ke produk yang kita gunakan setiap hari.

3. Peralatan rumah tangga sehari-hari

ilustrasi ember plastik (freepik.com/azerbaijan_stockers)

Peralatan rumah tangga sehari-hari seperti ember, gayung, wadah penyimpanan, hingga peralatan dapur plastik merupakan bagian dari produk petrokimia yang sangat umum digunakan. Bahan-bahan ini dibuat dari plastik berbasis fosil yang berasal dari minyak bumi dan gas alam. Berdasarkan studi yang terbit dalam jurnal World Sustainability Development pada 2025, plastik konvensional memang diproduksi dari bahan bakar fosil dan telah menggantikan banyak material tradisional karena sifatnya yang ringan, murah, dan tahan lama.

Selain itu, laporan International Energy Agency (IEA) juga menegaskan bahwa produk petrokimia, termasuk plastik, menjadi bagian dari berbagai barang sehari-hari yang digunakan masyarakat modern. Ketergantungan ini membuat peralatan rumah tangga tidak lepas dari dinamika industri minyak global. Ketika terjadi gangguan pada jalur distribusi minyak seperti Selat Hormuz, dampaknya dapat merambat hingga ke biaya produksi barang-barang sederhana yang kita gunakan setiap hari di rumah

Pada dasarnya, plastik adalah hasil turunan dari minyak bumi yang melalui proses kimia panjang dalam industri petrokimia. Itulah kenapa banyak barang di rumah yang kita anggap sederhana ternyata tidak lepas dari dinamika energi global. Setelah mengetahui hal ini, menurutmu apa yang bisa kita lakukan agar tidak terlalu bergantung pada plastik berbasis minyak dalam kehidupan sehari-hari?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team