Selain itu, ini adalah masalah yang membuat frustasi dan mengkhawatirkan bagi pemilik hewan peliharaan, karena dapat memengaruhi kualitas hidup baik kucing atau anjing. Alih-alih berteman, kucing kadangkala menunjukkan ketidaknyamanannya ketika berada di dekat anjing. Nah, adanya artikel ini akan dibawah lebih lanjut bagaimana bisa seekor kucing alergi terhadap kucing, gejala apa saja yang ditunjukan, serta penangannya.
Benarkah Kucing Bisa Alergi Terhadap Anjing? Ini Fakta Medisnya!

- Kucing bisa alergi terhadap anjing karena sistem imun bereaksi berlebihan pada alergen seperti serbuk sari atau bulu yang terbawa anjing dari luar rumah.
- Gejala umum kucing alergi meliputi gatal berlebih, kerontokan rambut, kulit kemerahan, infeksi telinga, hingga hidung tersumbat akibat peradangan.
- Penanganan dilakukan melalui obat antihistamin atau kortikosteroid, perubahan pola makan, modifikasi lingkungan, serta imunoterapi untuk mengurangi sensitivitas alergi.
Kucing dan anjing merupakan hewan peliharaan paling populer. Mereka seringkali ditemukan satu atap dan hidup berdampingan. Meskipun banyak rumah tangga menikmati kehadiran kedua spesies ini, beberapa situasi yang tidak menguntungkan dapat terjadi di mana kucing mungkin alergi terhadap anjing.
1. Bagaimana kucing bisa alergi anjing?

Kucing bisa alergi terhadap hampir semua hal, termasuk anjing, manusia, dan bahkan kucing lain. Alergi ini berkembang karena respons sistem kekebalan tubuh yang tidak tepat terhadap materi lingkungan yang dihirup atau disentuh kucing. Materi lingkungan yang dimaksud bisa berupa spora jamur, serbuk sari, tungau, debu, dan bulu hewan. Bulu hewan hanyalah serpihan kulit mati yang terus menerus dilepaskan oleh hewan dan manusia.
Setiap benda asing yang masuk ke tubuh dianggap sebagai potensi penyerang oleh sistem kekebalan tubuh dan bekerja keras untuk menyingkirkannya. Strategi ini bekerja dengan baik untuk sebagian besar kucing, dan puing-puing di luar tubuh akan terurai dan dibuang tanpa masalah. Namun, kucing yang memiliki riwayat alergi tubuhnya akan bereaksi berlebihan terhadap bahan-bahan tertentu. Hal ini mengakibatkan respons peradangan yang dapat berlangsung lebih lama daripada keberadaan materi penyebab alergi tersebut.
Anjing bisa menjadi pemicu kucing mengalami alergi. Masalah umum yang terjadi adalah anjing tersebut membawa alergi, bisa saja serbuk sari menempel pada bulunya yang lembut, dan sekarang memicu gejala pada kucing.
Alasan spesifiknya adalah kucing biasanya alergi di empat area utama, salah satunya adalah alergi udara. Jika anjing bermain-main di luar atau di taman setempat, terutama di musim tertentu, mereka dapat dengan mudah mengumpulkan banyak serbuk sari pohon serbuk sari rumput yang kemudian masuk ke dalam rumah atau bersentuhan dengan kucing, yang memengaruhi kesehatan kucing itu sendiri.
2. Gejala kucing yang alergi terhadap anjing

Cukup mudah untuk melihat apakah seekor kucing mengalami alergi terhadap anjing atau tidak. Mereka akan menunjukkan perilaku dan beberapa area tubuhnya tampak berbeda dari biasanya. Berikut adalah tanda-tanda kucing mengalami alergi terhadap anjing:
- Menggaruk: Salah satu ciri khas penyakit kulit alergi adalah rasa gatal yang hebat. Ada beberapa kucing yang tidak akan pernah menunjukkan tanda-tanda ini, tetapi sebagian besar akan menunjukkan dengan sangat jelas bahwa kulit mereka terasa seperti mer crawling sepanjang waktu.
- Peningkatan perawatan diri: Tanda lain dari rasa gatal pada kucing adalah peningkatan frekuensi dan intensitas perawatan diri. Kucing seringkali fokus pada area bermasalah yang dapat mereka jangkau, seperti perut mereka. Peningkatan perawatan diri ini dapat semakin merusak kulit dan meningkatkan risiko infeksi sekunder.
- Kerontokan rambut: Lidah yang kasar seperti amplas mungkin terasa nyaman di kulit yang gatal, tetapi dapat merusak rambut. Kulit yang meradang juga lebih mungkin menghasilkan rambut yang tidak sehat atau mengalami kerontokan rambut akibat folikel yang melemah.
- Kulit kemerahan: Siklus peradangan kulit akibat alergi dan peningkatan kulit akibat gatal dan garukan dapat menyebabkan kemerahan. Kemerahan ini dapat terbatas pada area bermasalah seperti leher, wajah, dan perut, atau dapat menyebar ke seluruh tubuh.
- Lesi kulit: Luka pada kulit dapat berkembang akibat garukan yang berlebihan, seringnya merawat diri, atau infeksi bakteri atau jamur. Area yang botak ini seringkali lembap, sangat merah, dan terasa nyeri.
- Infeksi telinga: Gangguan fungsi normal kulit juga memengaruhi lapisan kulit di sekitar saluran telinga. Infeksi telinga akibat bakteri atau jamur lebih sering terjadi pada kucing yang alergi.
- Pastula atau papula: Ini sering muncul di awal timbulnya penyakit kulit alergi, tetapi mungkin tidak terlihat jelas karena pecah atau memudar menjadi peradangan kulit yang lebih umum.
- Hidung tersumbat: Rhinitis dapat menyebabkan bersin, keluarnya cairan hidung, dan hidung tersumbat.
3. Merawat kucing yang alergi terhadap anjing

Jika kamu memelihara dua hewan tersebut secara bersamaan dan menduga kucing terkena alergi karena berada di dekat anjing, segeralah bawa ke dokter hewan untuk diagnosis dan rencana perawatan yang tepat. Setelah alergi teridentifikasi, dokter hewan akan merekomendasikan beberapa perawatan untuk mengelola gejala kucing dan meningkatkan kualitas hidupnya. Di bawah ini adalah beberapa pengobatan umum yang bisa dilakukan ketika kucing alergi terhadap anjing:
- Obat-obatan
Antihistamin, kortikosteroid, dan imunomodulator umumnya digunakan untuk mengobati alergi kucing. Obat-obatan ini dapat membantu mengurangi peradangan, meredakan gatal, dan mengatasi gejala lain yang terkait dengan alergi.
- Perubahan pola makan
Beberapa dokter hewan akan menyarankan perubahan pola makan untuk mengatasi alergi pada kucing. Ini dapat mencakup diet hipoalergenik atau diet rendah alergen potensial.
- Modifikasi lingkungan
Mengurangi paparan alergen di lingkungan kucing juga dapat membantu mengelola gejala alergi.
- Suntikan alergi
Suntikan alergi, atau imunoterapi, dapat mendesensitisasi kucing terhadap alergen seiring waktu. Perawatan ini melibatkan penyuntikan sejumlah kecil alergen di bawah kulit untuk membangun toleransi.
4. Hal-hal yang harus dipertimbangkan jika kucing alergi terhadap anjing

Memelihara kucing dan anjing secara bersamaan di bawah satu atap adalah sesuatu yang menantang, terlebih jika kucing alergi terhadap anjing. Banyak hal-hal yang perlu dipertimbangkan agar tercipta suasana yang damai dan sehat antara kedua hewan peliharaan tersebut. Berikut adalah hal penting yang harus kamu pertimbangkan jika kucing alergi terhadap anjing:
- Konfirmasi diagnosis
Penting untuk memastikan bahwa kucing memang alergi terhadap anjing. Untuk memvonisnya dapat dilakukan melalui tes kulit atau tes darah yang dilakukan oleh dokter hewan. Setelah alergi dipastikan, pemilik dapat mengembangkan rencana perawatan yang akan meringankan gejala dan meningkatkan kualitas hidup hewan peliharaan.
- Perhatikan asupan makan
Pola makan memengaruhi dalam hal mengelola alergi. Oleh karena itu, pemilik harus menjaga pola makan yang tepat untuk mencegah alergen masuk ke dalam sistem tubuh kucing. Mendukung asupan makanan dapat dilakukan dengan menambahkan suplemen probiotik ke dalam makanan. Beberapa makanan dapat memperburuk gejala, dan yang lain dapat membantu meringankannya.
- Batasi paparan
Jika kucing positif alergi terhadap anjing, penting untuk membatasi paparan terhadap mereka. Dalam hal ini, pemilik dapat menempatkan kucing di ruangan atau area rumah yang terpisah dari anjing. Gunakanlah pembatas untuk menjaga agar mereka tetap terpisah, atau bahkan mencarikan rumah baru untuk salah satu hewan peliharaan tersebut.
- Kebersihan
Pembersihan rutin sangat penting saat menangani alergi hewan peliharaan. Ini termasuk menyedot debu karpet atau furnitur, sering mencuci seprai dan selimut, serta menggunakan pembersih udara untuk menghilangkan bulu hewan peliharaan.
- Perawatan diri
Perawatan rutin dapat membantu mengurangi gejala alergi hewan peliharaan. Ini termasuk menyikat dan memandikan anjing untuk menghilangkan bulu dan ketome berlebih, serta membersihkan bulu kucing secara teratur untuk mencegah penumpukan alergen.
Jadi, kucing memang berisiko mengalami alergi terhadap anjing. Gejala yang terlihat biasanya perilaku menggaruk terus-menerus, hidung tersumbat, rambut rontok, hingga lesi kulit. Namun, dengan adanya diagnosis dan penanganan yang tepat, dimungkinkan untuk meningkatkan kualitas hidup kucing dan memastikan kedua hewan peliharaan tersebut dapat hidup berdampingan dengan damai.

















