Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Unik! 5 Hewan Laut yang Bentuknya Mirip Batok Kelapa

Unik! 5 Hewan Laut yang Bentuknya Mirip Batok Kelapa
ilustrasi hewan laut mirip batok kelapa (unsplash.com/Photogitthi)
  • Lima hewan laut berpenampilan mirip batok kelapa adalah belangkas, gurita kelapa, kepiting spons, tukik penyu, dan bulu babi shingle urchin.
  • Bentuk cembung, cangkang keras, atau tutupan tubuh mereka berfungsi melindungi organ vital, menghindari predator, serta menghadapi kondisi dasar laut dan ombak.
  • Gurita kelapa memanfaatkan tempurung, cangkang, bahkan sampah sebagai perlindungan; kepiting spons memakai spons untuk menyamar, sementara shingle urchin beradaptasi di zona hempasan ombak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kekayaan dunia laut menyimpan berbagai keajaiban bentuk yang tak henti-hentinya membuat manusia kagum. Dari ribuan spesies yang menghuni kedalaman samudra, beberapa hewan laut secara tak terduga memiliki penampilan fisik yang sangat unik. Alih-alih berbentuk ramping atau meliuk layaknya ikan pada umumnya, jajaran hewan laut ini tampil dengan cangkang maupun kulit keras, lembut, hingga tekstur melengkung yang sangat keras mirip batok kelapa.

Kemiripan visual yang tidak biasa ini kerap membuat para penyelam terkecoh saat menjumpai mereka bersandar tenang di dasar lautan. Namun, bentuk melengkung menyerupai batok kelapa tersebut bukanlah sekadar dekorasi belaka, melainkan bentuk adaptasi luar biasa untuk berlindung dari serangan predator ganas. Penasaran spesies apa saja yang memadukan keunikan bentuk buah tropis ini dengan kehidupan di bawah air? Yuk, simak lima hewan laut paling unik yang mirip batok kelapa berikut ini!

  1. 1. Belangkas, horseshoe crab, fosil hidup berhelm batok

    ilustrasi horsoe crab atau belangkas
    ilustrasi horsoe crab atau belangkas (unsplash.com/Sara Cottle)

    Secara kasat mata, bagian kepala kepiting tapal kuda ini memiliki tempurung luar yang keras, melengkung, dan licin, sangat mirip dengan setengah belahan batok kelapa. Bentuknya yang cembung di bagian luar dan cekung di bagian dalam berfungsi sebagai helm atau perisai kokoh.

    Sama seperti batok kelapa yang melindungi daging dan air di dalamnya, tempurung keras ini bertugas melindungi organ vital seperti otak, jantung, dan sistem saraf dari jepitan predator maupun himpitan benda keras di dasar laut. Lengkungan bulat khas batok kelapa ini memberi keuntungan navigasi yang besar bagi kepiting tapal kuda.

  2. 2. Gurita kelapa, coconut octopus, ahli penyamaran

    ilustrasi coconut octopus
    ilustrasi coconut octopus (unsplash.com/Debal Das)

    Gurita kelapa atau dikenal juga sebagai veined octopus, merupakan spesies gurita berukuran sedang dengan panjang lengan mencapai 30 cm yang sering dijumpai di Selat Lembeh, Sulawesi Utara. Tubuh cokelatnya dihiasi garis-garis halus yang lebih gelap, serta cengkraman tentakel berwarna putih kebiruan yang kontras.

    Nama gurita kelapa melekat pada hewan ini karena kebiasaan yang unik, yaitu gemar bersembunyi dan berlindung di dalam cangkang ataupun tempurung kelapa kosong yang ditemukannya di dasar laut. Dilansir laman Lembeh Resort, selain mampu berkamuflase dengan mengubah warna tubuh dan membenamkan diri di pasir, gurita kelapa terkenal sebagai salah satu makhluk laut paling cerdas karena kemampuannya menggunakan alat. Jika batok kelapa atau cangkang kerang sulit ditemukan, mereka tidak ragu memanfaatkan sampah manusia seperti botol kaca atau kaleng sebagai rumah.

     

  3. 3. Kepiting spons, bulat tebal dengan warna kecokelatan

    ilustrasi kepiting spons
    ilustrasi kepiting spons (commons.wikimedia.org/Sasquatch)

    Kepiting spons adalah spesies kepiting unik yang mendiami kawasan dasar laut berbatu pada kedalaman 10-30 meter. Cangkang kepiting ini berbentuk oval cembung dengan panjang mencapai 5 cm dan lebar 6,5 cm, serta memiliki rigi-rigi tajam di sekitar matanya.

    Seluruh permukaan tubuh dan kakinya ditutupi oleh bulu-bulu halus yang padat, sehingga memberikan tekstur tampak berbulu tebal atau mirip kain bludru berwarna kecokelatan. Anatomi kaki kepiting ini memiliki struktur khusus yang sangat membedakannya dari jenis kepiting lain. Pasangan kaki kedua sejatinya lebih panjang dari kaki ketiga, sedangkan pasangan kaki keempat dan kelima berukuran sangat kecil, pipih, serta terletak agak di atas punggung.

    Pasangan kaki belakang kecil yang berada di posisi atas punggung tersebut berfungsi khusus untuk mencengkeram dan memotong spons laut atau biota lain, yang kemudian ditarik ke atas cangkangnya. Ketika kepiting ini menguncupkan dan melipat rapat seluruh kakinya di balik tutupan spons tersebut, bentuk tubuhnya membulat tebal mirip batok kelapa atau batu lumut di dasar laut. Strategi penyamaran ini membuatnya menyatu sempurna dengan lingkungan sekitarnya demi terhindar dari ancaman predator.

  4. 4. Tukik penyu, penyu muda saat menggulung dan mengapung

    ilustrasi tukik penyu
    ilustrasi tukik penyu (unsplash.com/Alfonso Navarro)

    Tukik penyu dikenal memiliki cangkang berbahan tulang keras tanpa rigi atau tonjolan tajam dengan permukaan yang halus serta bentuk yang hampir bulat sempurna. Ciri cangkang cembung dan membulat ini merupakan ciri khas utama spesies penyu dibandingkan dengan jenis lainnya.

    Saat baru menetas, tukik penyu memiliki warna tubuh yang sangat gelap atau hitam pekat saat basah dengan sedikit rona kehijauan di bagian sampingnya.  Kombinasi warna kelabu-hitam pekat, tekstur cangkang yang keras, serta bentuknya yang membulat mini membuat penampilan tukik ini terlihat sangat mirip dengan belahan batok kelapa kecil saat meringkuk di pasir pantai. Seiring bertambahnya usia, warnanya berubah menjadi abu-abu gelap keabu-abuan saat remaja hingga menjadi hijau zaitun pekat saat dewasa.

  5. 5. Bulu babi shingle urchin, bentuk belahan batok kelapa atau mangkuk pelindung

    ilustrasi bulu babi shingle urchin
    ilustrasi bulu babi shingle urchin (commons.wikimedia.org/Narrissa Spies)

    Shingle urchin memiliki cangkang kaku berbentuk melingkar atau oval yang cembung ke atas, sangat menyerupai bentuk belahan batok kelapa atau mangkuk batu pelindung. Tidak seperti bulu babi pada umumnya yang dipenuhi duri-duri panjang dan tajam, suri bagian atas hewan ini telah berevolusi menjadi struktur pipih dan halus yang tersusun rapat seperti genteng.

    Susunan duri pipih ini melapisi seluruh kubah cangkangnya, sehingga permukaannya tampak mulus dan padat mirip tekstur tempurung kayu batok kelapa. Bentuk kubah membulat merupakan bentuk adaptasi luar biasa untuk bertahan hidup di zona hempasan ombak. Ketika ombak besar menghantam bebatuan pantai, kontur cembungnya yang licin dan minim hambatan membiarkan air mengalir dengan mudah di atas tubuhnya tanpa menariknya terlepas dari batuan.

    Dunia bawah laut memang tidak pernah berhenti menyajikan keajaiban evolusi yang menakjubkan. Bentuk tubuh cembung dan keras menyerupai batok kelapa bukan sekadar kebetulan visual, melainkan strategi bertahan hidup yang sangat cerdik bagi sederet hewan laut ini. Mulai dari penyamaran tingkat tinggi hingga ketahanan cangkang di tengah gempuran ombak ganas, setiap detail anatomi biota ini dirancang khusus untuk melindungi mereka dari ancaman predator dan ekstremnya lingkungan laut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More