Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Berapa Lama Jasad Manusia Bisa Bertahan di Laut? Cek Faktanya
ilustrasi kapal tenggelam (pexels.com/Mo Hassanein)
  • Di laut, pembusukan jasad umumnya lebih lambat daripada di darat.

  • Pembusukan penuh atau tinggal tulang dilaporkan terjadi sekitar 20 hari hingga beberapa bulan.

  • Suhu air, oksigen, hewan laut, dan arus menentukan kondisi jasad di perairan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat berada di daratan, jasad manusia membutuhkan waktu yang terbilang cepat untuk membusuk. Namun, hal yang berbeda bisa terjadi ketika jasad terombang-ambing di lautan, misal karena tenggelam atau kecelakaan kapal.

Bukan tanpa alasan, perbedaan waktu pembusukan bisa dipengaruhi oleh banyak faktor mulai dari kandungan air laut hingga arusnya. Lantas, berapa lama jasad manusia bisa bertahan di laut dan bagaimana kondisinya? Temukan jawaban lengkapnya di bawah ini, yuk!

1. Berapa lama jasad manusia bisa bertahan di laut?

Laman Scientific American menjelaskan bahwa jasad manusia di daratan bisa cepat membusuk karena bantuan bakteri dan mikroorganisme. Di daratan, bakteri dan mikroorganisme di dalam tubuh akan berkembang dengan lebih cepat sehingga organ seperti kulit, jantung, daging, otak, hingga usus akan membusuk dalam waktu singkat.

Setelah organ membusuk organisme lain seperti serangga, jamur, cacing, dan hewan pemakan bangkai juga akan mendatangi jasad serta memakannya. Hanya dalam waktu dua minggu, tubuh manusia bisa membusuk, terkoyak, dan akhirnya menyisakan tulang.

Kondisi berbeda akan terjadi di laut. Salah satu yang paling membedakan adalah ekosistem laut itu sendiri. Hewan kecil seperti cacing dan serangga umumnya tidak ada di laut sehingga mereka tak bisa membantu proses pembusukan dan akhirnya jasad tetap utuh.

Perubahan baru mulai terjadi jika jasad terapung di perairan dengan suhu sekitar 21 derajat Celsius dalam waktu sekitar tiga minggu. Jaringan tubuh akan berubah menjadi zat asam berlemak bernama “grave wax” yang kemudian memunculkan tekstur seperti sabun.

Proses tersebut menghambat pertumbuhan bakteri dan akhirnya makin memperlambat pembusukan. Bagian dalam jasad umumnya masih utuh meski ukurannya berubah. Di sisi lain, bagian luar tubuh, seperti kulit, akan mulai rusak karena terkikis air atau dimakan oleh hewan laut seperti kepiting, udang, atau ikan predator.

Studi pada 2002 yang dilakukan di laut Portugal juga menyebutkan bahwa dalam waktu delapan hari tubuh manusia di laut sebenarnya mulai mengalami pembusukan. Namun, saat sudah terombang-ambing di laut selama beberapa minggu kondisinya masih sempurna atau tidak mengalami banyak perubahan. Barulah pada kurun waktu 20 hari hingga beberapa bulan tubuh manusia akan mengalami pembusukan penuh atau hanya tersisa tulang-belulang.

2. Faktor yang memengaruhi pembusukan jasad manusia di laut

ilustrasi tenggelam (unsplash.com/nikko macaspac)

Jasad manusia memang bisa bertahan puluhan hari hingga beberapa bulan di laut. Namun, hal tersebut tidak mutlak karena ada banyak faktor yang mempengaruhinya. Salah satu faktor penentu paling utama adalah suhu air itu sendiri.

Dilansir BBC Science Focus, air bersuhu dingin atau di bawah 7 derajat Celsius membuat kondisi jasad tetap sempurna, bahkan hingga berminggu-minggu. Dalam waktu lima tahun tulang belulang manusia juga masih awet di perairan dingin. Pasalnya, suhu dingin bisa memperlambat pertumbuhan bakteri.

Di perairan hangat seperti Afrika, jasad manusia justru akan mulai mengambang tiga hingga empat hari. Setelah mengambang biasanya hewan seperti burung, kepiting, atau hiu akan mulai memakannya sehingga jasad tak akan bertahan lama, sekaligus mempercepat pembusukan. Perairan hangat sendiri umumnya dihuni oleh lebih banyak hewan laut, berbeda dengan perairan dingin yang lebih sepi karena bersuhu rendah.

Kandungan oksigen juga berpengaruh terhadap keutuhan jasad manusia di laut. Pada perairan yang kaya oksigen tubuh manusia umumnya hanya bisa bertahan selama beberapa hari sebelum habis dimakan oleh hewan laut. Pada perairan kaya oksigen, hewan laut akan makin aktif dan lebih bervariasi. Mereka lah yang nantinya bisa mempercepat kerusakan pada tubuh.

Aspek terakhir adalah arus laut itu sendiri. Menurut laman World Atlas, arus laut bisa mendorong jasad manusia ke tengah laut, dasar laut, atau bahkan ke pinggir pantai. Dorongan dari arus tersebut bisa mengoyak daging, kulit, hingga tulang. Dalam beberapa kasus jasad akan menabrak hewan laut, karang, sampah, bahkan kapal yang sedang berlayar. Semakin besar arus laut maka jasad akan semakin mudah hancur.

Itulah pembahasan terkait berapa lama jasad manusia bisa bertahan di laut. Jawabannya sendiri cukup bervariasi karena kondisi jasad di laut dipengaruhi oleh banyak faktor.

Referensi

"How long do dead bodies remain intact in the ocean?". Scientific America. Diakses Oktober 2026.
"How long does it take for a body to decompose at sea?". BBC Science Focus. Diakses Oktober 2026.
"What Happens to a Dead Body in the Ocean?". Live Science. Diakses Oktober 2026.
"What Happens To Your Body At The Bottom Of The Ocean". World Atlas. Diakses Oktober 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article