Kenapa Kapal Tenggelam Harus Dibiarkan di Dasar Laut?

Kapal yang tenggelam di laut tidak selalu langsung diangkat ke permukaan setelah ditemukan. Meski terlihat seperti solusi paling sederhana, pengangkatan kapal dari dasar laut justru bisa membuat operasi menjadi lebih rumit dan berisiko. Pasalnya, kondisi kapal setelah berada di bawah air bisa berbeda dibandingkan ketika masih beroperasi di permukaan.
Selain itu, proses pengangkatan membutuhkan perencanaan yang matang agar tidak menimbulkan risiko baru selama operasi berlangsung. Itulah kenapa, keputusan untuk mengangkat kapal tidak bisa dilakukan hanya dengan melihat ukuran atau posisi bangkai kapal. Lalu, apa saja faktor yang dipertimbangkan saat muncul pertanyaan kenapa kapal tenggelam dibiarkan di dasar laut? Cari tahu jawabannya di bawah ini, yuk!
1. Struktur kapal yang rapuh bisa membahayakan saat diangkat

ilustrasi kapal tenggelam (unsplash.com/gokhan polat) Kapal yang sudah tenggelam bisa mengalami kerusakan pada bagian badan kapal sehingga proses pengangkatannya membutuhkan penanganan khusus. Berdasarkan penelitian yang terbit dalam jurnal Applied Sciences pada 2023, kekuatan struktur bangkai kapal menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan metode pengangkatan. Jika struktur kapal tidak cukup kuat, gaya yang diberikan oleh kabel atau alat pengangkat bisa membuat bagian badan kapal mengalami kerusakan lebih lanjut.
Dalam proses evakuasi, posisi titik pengangkatan dan kebutuhan penyangga juga perlu diperhitungkan agar bangkai kapal tidak patah selama diangkat. Sebagai contoh, saat mengangkat kapal feri Sewol yang tenggelam di Korea Selatan pada 2014, tim penyelamat membutuhkan penyangga tambahan karena struktur kapal dinilai tidak cukup kuat untuk menahan proses pengangkatan. Jadi, semakin rapuh kondisi bangkai kapal, semakin hati-hati pula proses pengangkatannya agar kapal tidak rusak atau bahkan terlepas saat berada di bawah air.
2. Kedalaman dan kondisi laut bisa menyulitkan pengangkatan kapal

ilustrasi kapal tenggelam (unsplash.com/Shino Nakamura) Lokasi kapal yang tenggelam juga menjadi pertimbangan penting sebelum bangkai kapal diputuskan untuk diangkat. Menurut United States Coast Guard, operasi penyelamat (salvage) perlu memperhitungkan kondisi kapal, kestabilan, kekuatan struktur, hingga peralatan yang digunakan untuk mengangkat atau menariknya. Kondisi di sekitar kapal, seperti dasar laut dan gaya yang bekerja pada bangkai kapal, juga bisa memengaruhi keamanan proses pengangkatan.
Jika perhitungannya tidak tepat, kapal bisa bergeser atau peralatan pengangkat mengalami beban yang melebihi kemampuannya. Karena itu, tim salvage biasanya melakukan pemeriksaan teknis terlebih dahulu untuk menentukan metode yang sesuai dengan kondisi bangkai kapal. Artinya, kapal yang sudah berada di dasar laut tidak selalu aman untuk langsung ditarik ke permukaan hanya karena lokasinya sudah diketahui.
3. Bangkai kapal bisa menjadi habitat bagi biota laut

ilustrasi ikan (unsplash.com/OLIVER SCHWANEBERG) Kapal yang sudah lama berada di dasar laut ternyata bisa menjadi tempat hidup bagi berbagai organisme laut. Dilansir NOAA, bangkai kapal dapat berfungsi sebagai artificial reef atau terumbu buatan karena menyediakan permukaan keras yang bisa ditempati berbagai biota. Permukaan kapal yang tenggelam dapat menjadi tempat menempel bagi organisme, seperti spons dan karang, sekaligus menyediakan ruang berlindung bagi ikan serta hewan laut lain.
Seiring waktu, bangkai kapal bahkan bisa menjadi bagian dari ekosistem di sekitarnya dan menarik beragam jenis biota laut. Namun, bukan berarti semua kapal yang tenggelam otomatis harus dibiarkan karena kondisi dan dampaknya terhadap lingkungan tetap perlu diperiksa. Jika bangkai kapal tidak menimbulkan bahaya bagi pelayaran atau pencemaran, keberadaannya di dasar laut dalam kondisi tertentu bisa memiliki fungsi ekologis.
Mengangkat kapal tenggelam bukan perkara mudah karena kondisi kapal, lokasi, dan lingkungan perlu diperhitungkan. Dalam kondisi tertentu, bangkai kapal juga bisa menjadi habitat bagi biota laut. Karena itu, keputusan untuk mengangkat kapal perlu disesuaikan dengan kondisi dan dampaknya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





![[QUIZ] Pilih Lukisan Ini, Kami Tebak Kepribadianmu Alpha, Beta, atau Omega](https://image.idntimes.com/post/20250421/pexels-mikegles-30489641-5c4ec660248908e4a47ec88518a7b4c9-34b0e0336ca6850c474ecaf83728c913.jpg)
















