Kenapa Korban Hilang di Laut Sulit Ditemukan dari Udara?

Lima jurnalis dan tiga orang lain masih dalam pencarian setelah hilang kontak di perairan Selat Sunda saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026. Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian sejak hari berikutnya dan memperluas area penyisiran ke sejumlah wilayah di sekitar Selat Sunda. Namun, hingga Kamis, 10 September, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan rombongan tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa mencari orang atau kapal yang hilang di laut punya tantangan tersendiri, termasuk ketika pencarian dilakukan dari udara.
Dari ketinggian, area laut yang sangat luas memang bisa dipantau. Namun, menemukan tubuh manusia atau objek kecil di antara permukaan air tidak selalu mudah. Ombak dan buih di lautan menjadi salah satu tantangan yang kerap dihadapi tim SAR ketika melakukan pencarian dari udara. Selain ombak dan buih, berikut beberapa alasan kenapa korban hilang di laut sulit ditemukan dari udara.
1. Tubuh korban sulit terlihat dari ketinggian

ilustrasi potret laut dari udara (unsplash.com/Daryl Bleach) Mencari orang yang berada di laut dari udara tidak semudah yang dibayangkan. Tubuh manusia yang berada di permukaan air merupakan target yang relatif kecil, sehingga lebih sulit dikenali dari ketinggian. United States Coast Guard menyebut pesawat memang sangat efektif untuk menyisir wilayah yang luas, tetapi kecepatannya membuat pencarian visual terhadap orang yang berada di air menjadi lebih sulit dibandingkan pencarian objek yang lebih besar.
Dari atas, permukaan laut juga terlihat sangat luas. Karena itu, pengamat harus terus memperhatikan area yang besar untuk menemukan satu objek kecil. Kondisi tersebut membuat pencarian dari udara membutuhkan pola penyisiran yang teratur dan pengamatan yang sangat teliti.
Penelitian United States Coast Guard juga secara khusus menyebut menemukan orang yang mengapung di laut sebagai salah satu tantangan dalam operasi pencarian dan penyelamatan. Bahkan, dalam beberapa kasus, orang yang berada di air bisa tidak terlihat oleh tim penyelamat meski sudah ada pesawat atau kapal yang melakukan pencarian di sekitar lokasi. Karena itu, pencarian dari udara biasanya dilakukan bersama metode dan sarana lain untuk meningkatkan peluang menemukan korban.
2. Ombak dan buih laut bisa menyamarkan korban

ilustrasi buih lautan (pexels.com/Nothing Ahead) Ombak menjadi salah satu tantangan ketika tim mencari orang yang hilang di laut. Gelombang yang tinggi dan permukaan air yang terus bergerak bisa membuat tubuh korban sulit dibedakan dari lingkungan di sekitarnya. Kondisi dapat menjadi semakin sulit ketika gelombang pecah menghasilkan buih putih di permukaan laut.
Mengutip dari International Maritime Organization (IMO), gelombang pecah dan kondisi laut yang buruk dapat menyulitkan proses pencarian serta penyelamatan korban dari udara. Pengamat dari helikopter atau pesawat harus terus memperhatikan permukaan laut untuk menemukan objek yang ukurannya relatif kecil di antara gelombang dan buih. Oleh sebab itu, kondisi laut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam pencarian korban dari udara.
3. Semakin lama, area pencarian bisa makin luas

ilustrasi perahu di tengah laut (pexels.com/Kindel Media) Waktu menjadi salah satu faktor penting dalam pencarian orang yang hilang di laut. Ketika seseorang atau benda berada di permukaan air, posisinya bisa terus berubah akibat pengaruh arus dan angin. Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), informasi mengenai arus dan kondisi cuaca digunakan dalam operasi pencarian serta penyelamatan untuk memperkirakan kemungkinan lokasi orang atau benda yang hilang.
Karena itu, posisi terakhir yang diketahui tidak selalu menjadi lokasi orang tersebut ketika tim SAR melakukan pencarian. United States Coast Guard juga menggunakan data angin dan arus untuk memperkirakan pergerakan objek serta menentukan area yang perlu disisir. Semakin lama waktu berlalu, ketidakpastian mengenai posisi objek bisa bertambah sehingga area pencarian perlu disesuaikan.
Pencarian korban yang hilang di laut memang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ukuran target yang kecil hingga kondisi ombak dan perubahan posisi dari waktu ke waktu. Sebab itu, operasi SAR membutuhkan berbagai metode dan teknologi untuk memperbesar peluang menemukan korban di area pencarian yang luas. Kalau menurutmu, teknologi seperti apa yang bisa membantu tim SAR menemukan korban yang hilang di laut dengan lebih cepat?





![[QUIZ] Seberapa Mengenal Kamu dengan Bahasa Indonesia? Buktikan Lewat Kuis Ini!](https://image.idntimes.com/post/20250603/pexels-zen-chung-5538323-deff070f3502b7a1fdf062e1f44e5ba8-6d83b20b68abe64ded6ae3941a23bbb4.jpg)
![[QUIZ] Jika Reinkarnasi Nyata, Kamu Akan Jadi Siapa di SpongeBob Squarepants?](https://image.idntimes.com/post/20240913/kuis-reinkarnasi-spongebob-1-055f713630759f1bd94eb0e31126b6e8.jpg)

![[QUIZ] Jika Reinkarnasi Nyata, Jadi Siapa Kamu di Upin & Ipin Universe?](https://image.idntimes.com/post/20240801/kuis-reinkarnasi-upin-ipin-1-ed6d2af7bdd53fd96fac0b8672909e49.jpg)


![[QUIZ] Dari Karakter Upin & Ipin, Ini Kucing yang Cocok Kamu Pelihara](https://image.idntimes.com/post/20230410/pexels-hazan-akoz-isik-751050-f0accad13a699adf83a6016667620d98-666ab675ce820ba8e0a284a7bd659817.jpg)

![[QUIZ] Dari Karakter Upin & Ipin, Kami Tebak Seberapa Langka Kepribadianmu](https://image.idntimes.com/post/20250526/img-20250524-171040-59d926335e45a3f62b89089b95e5200f.jpg)
![[QUIZ] Pilih Karakter Upin & Ipin, Kamu Bisa Time Travel ke Masa Lalu atau Masa Depan?](https://image.idntimes.com/post/20250506/1000008112-a9936ff4ece60dc64a0fc7d3e0c841a5.png)





