Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gak Diam di Tempat, 5 Cara Kerang Bisa Berenang di Laut!
ilustrasi kerang (unsplash.com/henry perks)
  • Beberapa jenis kerang ternyata mampu berenang aktif di laut sebagai mekanisme pertahanan diri, terutama saat melarikan diri dari predator seperti bintang laut.
  • Kerang bergerak dengan menepuk cangkangnya cepat untuk menciptakan semburan air yang mendorong tubuhnya maju, dibantu otot adduktor kuat dan ligamen lentur.
  • Gerakan berenang kerang berlangsung singkat dalam pola zig-zag sebelum akhirnya jatuh kembali ke dasar laut karena energi terbatas dan pengaruh gravitasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Siapa yang menyangka kalau hewan kecil dan sekaku kerang ternyata bisa pamer kemampuan berenang di dalam air? Selama ini, sebagian besar dari kita mungkin mengira bahwa kerang adalah makhluk mager yang hanya menghabiskan seumur hidupnya dengan diam terdampar di dasar laut atau menempel di batuan karang. Namun, dunia bawah laut selalu punya kejutan. Faktanya, beberapa jenis kerang memiliki kemampuan bergerak aktif yang cukup lincah, bahkan sanggup berpindah tempat dengan cara yang tidak biasa.

Meski tidak memiliki sirip atau ekor seperti ikan, kerang punya mekanisme unik tersendiri untuk melakukan mobilitas di dalam air. Alih-alih pasrah saat terancam, mereka bisa bergerak cukup cepat, terutama ketika harus melarikan diri dari kejaran para predator seperti bintang laut. Penasaran bagaimana makhluk bercangkang ini bisa berenang di dalam air? Yuk, simak lima cara unik kerang saat berenang di laut berikut ini!

1. Menepuk cangkang seperti sayap

ilustrasi kerang (unsplash.com/David S)

Kemampuan berenang pada kerang merupakan salah satu mekanisme pertahanan diri yang sangat adaptif dan umumnya hanya dilakukan saat mereka ingin meloloskan diri dari bahaya. Menariknya, kerang ini tidak asal merespons secara membabi buta, mereka bisa membedakan jenis ancaman di sekitarnya. Gerakan berenang penuh, baru akan dipicu ketika mereka mendeteksi keberadaan spesies bintang laut predator yang memang memangsa kelompok moluska. Saat melakukan gerakan berenang penuh, kerang memanfaatkan sistem propulsi air yang unik dengan cara menepuk-nepuk kedua cangkangnya secara cepat.

2. Mengeluarkan air dari dalam tubuh

ilustrasi kerang (unsplash.com/Ricardo Díaz)

Kerang memiliki kemampuan berenang yang unik di antara jenis hewan moluska lainnya dengan propulsi jet (semburan air) untuk menghindari ancaman predator. Mekanisme ini diawali dengan membuka kedua cangkangnya secara lebar agar air laut dapat masuk dan memenuhi rongga di dalam tubuh mereka. Setelah air terkumpul, kerang akan menutup cangkangnya secara mendadak melalui gerakan mengatup (clapping) yang sangat cepat. Kontraksi mendadak ini memaksa air keluar dalam bentuk semburan kuat melalui celah khusus di dekat engsel cangkang. Sehingga menciptakan gaya dorong yang meluncurkan tubuh kerang ke depan atau ke atas di dalam air.

3. Menggunakan otot super kuat

ilustrasi otot kerang (unsplash.com/Big Dodzy)

Kemampuan berenang atau melakukan gerakan meloloskan diri pada kerang scallop sangat bergantung pada kerja sama antara otot adduktor yang kuat dan kelenturan (resiliensi) ligament engselnya. Otot adduktor berfungsi untuk menutup cangkang secara cepat, sedangkan ligament berfungsi untuk membuka kembali cangkang tersebut. Scallop bisa bergerak maju di dalam air menggunakan sistem dorongan jet. Ini merupakan gaya yang dihasilkan oleh otot adduktor saat menutup cangkang harus jauh lebih besar daripada gaya ligamen yang membukanya.

4. Bergerak zig-zag untuk menghindari predator

ilustrasi kerang (unsplash.com/Joachim Schnürle)

Gerakan zig-zag yang dilakukan oleh kerang merupakan salah satu bentuk lokomosi atau berpindah tempat paling unik di dunia laut, yang dipicu oleh mekanisme pertahanan diri yang dramatis saat mendeteksi keberadaan predator. Perilaku meloloskan diri (escape response) ini diawali dengan semburan air dari rongga mantel akibat kontraksi cepat otor adduktor secara berulang. Kemudian berselang-seling dengan pembukaan cangkang oleh ligamen engsel. Alih-alih bergerak lurus, kombinasi biomekanika cangkang dan dorongan air menghasilkan lintasan zig-zag tak beraturan.

5. Berenang sebentar lalu jatuh lagi

ilustrasi kerang (unsplash.com/Julia Taubitz)

Kemampuan berenang pada kerang bukanlah tanpa batas. Durasi berenang mereka biasanya berlangsung sangat singkat, hanya beberapa detik, sebelum akhirnya gaya gravitasi dan kehabisan energi membuat mereka jatuh lagi ke dasar. Gerakan memompa air yang melelahkan ini menguras banyak energi bagi makhluk ini tanpa otot sirip seperti ikan. Kerang tidak dirancang untuk bermigrasi jarak jauh secara vertikal. Bagi mereka, atraksi berenang singkat ini hanyalah sebuah mekanisme darurat semata, untuk berpindah tempat secara instan.

Ternyata anggapan bahwa kerang hanyalah makhluk yang diam di tempat dan menghabiskan hidupnya di dasar laut sama sekali tidak tepat. Lewat mekanisme yang efisien, mulai dari menyemprotkan air hingga memanfaatkan dorongan ototnya, hewan laut ini membuktikan bahwa alam selalu punya cara kreatif untuk membantu setiap makhluknya bertahan hidup. Kemampuan berenang yang tidak biasa ini menjadi bukti nyata betapa kayanya adaptasi evolusioner yang terjadi di bawah permukaan air.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article