Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengapa Kerang Membuat Mutiara? Ini Proses Menakjubkan di Baliknya

Mengapa Kerang Membuat Mutiara? Ini Proses Menakjubkan di Baliknya
ilustrasi mutiara (unsplash.com/Marin Tulard)
Intinya Sih
  • Mutiara terbentuk sebagai mekanisme pertahanan diri kerang terhadap benda asing yang menyebabkan iritasi, bukan karena tujuan estetika atau keindahan laut.
  • Prosesnya dimulai saat mantel kerang membungkus gangguan dengan lapisan nacre berulang kali, menciptakan kilau khas dari tumpukan ribuan lapisan tipis.
  • Pembentukan mutiara bisa memakan waktu 6 bulan hingga beberapa tahun, dan sebagian besar mutiara di pasaran berasal dari budidaya karena mutiara alami sangat langka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Mutiara identik dengan keindahan, kemewahan, dan kesan elegan. Kilau lembutnya membuat banyak orang jatuh hati sejak pandangan pertama. Namun, di balik pesonanya, ada proses biologis luar biasa yang jarang diketahui. Mutiara bukanlah harta karun yang sengaja diciptakan untuk mempercantik lautan.

Faktanya, mutiara terbentuk sebagai bentuk pertahanan diri kerang terhadap gangguan dari luar. Apa yang awalnya merupakan iritasi kecil justru berubah menjadi permata berlapis-lapis yang bernilai tinggi. Proses ini membuktikan bahwa alam punya cara unik untuk mengubah masalah menjadi keindahan. Di sini, kita akan membahas lebih dalam mengapa kerang membuat mutiara dan proses di baliknya!

1. Mengenal anatomi kerang mutiara

Kerang penghasil mutiara, seperti genus Pinctada (misalnya penghasil mutiara Akoya), termasuk hewan moluska bercangkang dua atau bivalvia. Tubuhnya lunak dan terlindungi oleh dua cangkang keras yang terhubung engsel.

Bagian terpenting dalam pembentukan mutiara adalah mantel, yaitu lapisan jaringan tipis yang melapisi bagian dalam cangkang. Mantel inilah yang memproduksi bahan pembentuk cangkang sekaligus mutiara.

Mantel menghasilkan zat bernama nacre atau ibu mutiara. Nacre tersusun dari:

  • Aragonit (mineral kalsium karbonat)
  • Conchiolin (protein pengikat)

Kombinasi keduanya membentuk lapisan berkilau yang memantulkan cahaya dan menciptakan efek warna-warni khas mutiara.

2. Apa yang memicu terbentuknya mutiara

Banyak orang percaya mutiara terbentuk karena butiran pasir yang masuk ke dalam kerang. Kenyataannya, hal itu jarang terjadi.

Yang lebih sering menjadi pemicu adalah:

  • Parasit kecil
  • Partikel makanan
  • Fragmen cangkang yang rusak

Ketika benda asing ini masuk dan terjebak di antara mantel dan cangkang, jaringan lunak kerang mengalami iritasi. Karena tidak mampu mengeluarkannya, kerang memilih cara lain: mengisolasi gangguan tersebut. Dalam beberapa kasus langka, cedera pada mantel saja sudah cukup untuk memicu pembentukan mutiara, bahkan tanpa benda asing.

3. Proses pembentukan mutiara: lapisan demi lapisan

kerang.jpg
ilustrasi kerang mutiara (unsplash.com/Anastasiia Rozumna)

Saat terjadi iritasi, mantel membentuk semacam “kantung mutiara” yang membungkus benda asing tadi, mirip seperti lepuhan pada kulit manusia. Sel-sel khusus kemudian mulai mengeluarkan lapisan nacre secara bertahap:

  1. Lapisan protein organik sebagai dasar
  2. Kristal kalsium karbonat di atasnya
  3. Pengulangan proses ini ribuan kali

Setiap lapisan sangat tipis, sekitar 0,3–0,5 mikrometer. Lapisan-lapisan ini saling tumpang tindih seperti genteng atap. Interaksi cahaya pada susunan kristal inilah yang menciptakan kilau khas mutiara. Dalam satu mutiara, bisa terdapat 100.000 hingga 150.000 lapisan nacre. Semakin banyak dan semakin rapi lapisannya, semakin indah kilaunya.

4. Berapa lama mutiara terbentuk

Proses pembentukan mutiara tidak terjadi secara instan. Dibutuhkan waktu sekitar 6 bulan hingga beberapa tahun, tergantung pada:

  • Spesies kerang
  • Suhu air (idealnya 20–30 derajat Celcius)
  • Ketersediaan nutrisi
  • Kadar garam
  • Kondisi kesehatan kerang

Mutiara bulat sempurna tergolong langka karena hanya terbentuk jika kantung mutiara berada tepat di tengah. Sebagian besar mutiara berbentuk tidak beraturan atau disebut “baroque”, yang justru dihargai karena keunikannya.

5. Mutiara alami vs. mutiara budidaya

Mutiara alami terbenuk tanpa campur tangan manusia. Namun, kemunculannya sangat langka, diperkirakan hanya 1 dari 10.000 kerang yang menghasilkannya. Karena itulah, sebagian besar mutiara di pasaran saat ini adalah mutiara budidaya. Dalam proses ini, manusia memasukkan jaringan mantel (kadang disertai inti bulat kecil) ke dalam kerang untuk merangsang pembentukan nacre.

Setelah 1–3 tahun, mutiara dipanen. Kendati dibantu manusia, proses biologinya tetap sama. Baik alami maupun budidaya, keduanya terbentuk dari mekanisme pertahanan diri yang identik.

Mutiara adalah bukti bahwa sesuatu yang mengganggu bisa berubah menjadi sesuatu yang bernilai tinggi. Bagi kerang, mutiara bukan simbol kemewahan, melainkan cara bertahan hidup. Proses alami yang sabar, berlapis, dan penuh ketelitian inilah yang menjadikan mutiara salah satu permata paling unik di dunia.

Referensi

Britannica. Diakses pada Februari 2026. How Do Oysters Make Pearls?
Imarcs. Diakses pada Februari 2026. From Grain to Glamour: The Oyster's Pearl-Making Process
Live Science. Diakses pada Februari 2026. How Do Oysters Make Pearls?
Ocean. Diakses pada Februari 2026. How Oysters Create the Ocean’s Gems
The Pearl Expert. Diakses pada Februari 2026. What Is an Oyster? How Do Oysters Make Pearls?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More