Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Dampak Fenomena Harvest Moon 26 September 2026, Waspada Hal Ini!

3 min read
3 Dampak Fenomena Harvest Moon 26 September 2026, Waspada Hal Ini!
ilustrasi harvest moon (unsplash.com/Alexis Antonio)
Share Article

Fenomena harvest moon pada 26 September 2026 bukan cuma menarik untuk diamati di langit malam. Bulan purnama yang satu ini juga punya sejumlah dampak atau pengaruh terhadap kondisi di Bumi. Meski efeknya tidak selalu terasa langsung dalam kehidupan sehari-hari, fenomena Bulan tetap berkaitan dengan berbagai proses alami di sekitar kita.

Pengaruh tersebut terjadi karena Bulan memiliki gaya gravitasi dan memancarkan cahaya yang dapat memengaruhi lingkungan di sekitar. Karena itu, kemunculan harvest moon bukan hanya soal pemandangan Bulan yang terlihat lebih terang di langit. Lalu, apa saja dampak harvest moon yang perlu diketahui? Yuk, simak lebih lengkapnya di bawah ini!

  1. 1. Pasang surut air laut jadi lebih tinggi

    ilustrasi air laut
    ilustrasi air laut (pexels.com/Pixabay)

    Sebagai bulan purnama, harvest moon juga berkaitan dengan perubahan pasang surut air laut. Dilansir NASA, saat Bulan memasuki fase purnama, pengaruh gravitasi Bulan dan Matahari terhadap air laut saling menguatkan. Kondisi ini menghasilkan spring tide, keadaan ketika pasang menjadi lebih tinggi dan surut menjadi lebih rendah dibandingkan biasanya.

    Fenomena tersebut sebenarnya terjadi setiap bulan saat fase bulan purnama dan bulan baru, bukan hanya terjadi ketika harvest moon. Seberapa tinggi air laut naik juga dapat berbeda di setiap wilayah karena dipengaruhi kondisi pantai dan lingkungan setempat. Jadi, meski gak selalu terlihat secara langsung, perubahan posisi Bulan tetap punya pengaruh terhadap kondisi air laut di Bumi.

  2. 2. Meningkatkan risiko banjir rob di pesisir

    ilustrasi pesisir
    ilustrasi pesisir (pexels.com/Fotografías de El Puerto de Santa María)

    Pasang yang lebih tinggi saat bulan purnama juga dapat meningkatkan risiko banjir rob di wilayah pesisir. Mengutip dari NOAA, pasang dengan rentang yang lebih besar dapat membuat air laut mencapai wilayah daratan yang biasanya tidak tergenang. Kondisi ini bisa menjadi perhatian bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir rendah, terutama ketika pasang bertepatan dengan kondisi laut atau cuaca tertentu.

    Namun, bulan purnama tidak otomatis menyebabkan banjir rob karena kondisi setiap wilayah pesisir berbeda-beda. Beragam faktor lain, seperti kondisi cuaca, angin, bentuk pantai, dan tinggi muka laut, juga dapat memengaruhi terjadinya banjir. Oleh karena itu, masyarakat di wilayah pesisir tetap perlu waspada terhadap informasi pasang laut dan potensi rob saat periode bulan purnama.

  3. 3. Memengaruhi aktivitas hewan nokturnal

    ilustrasi burung hantu
    ilustrasi burung hantu (unsplash.com/Erik Karits)

    Cahaya Bulan yang lebih terang saat fase purnama ternyata dapat memengaruhi aktivitas hewan nokturnal. Menurut studi yang terbit dalam Journal of Animal Ecology pada 2014, peneliti menganalisis respons 59 spesies mamalia nokturnal terhadap perubahan cahaya Bulan. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar spesies cenderung mengurangi aktivitas ketika malam lebih terang karena kondisi tersebut dapat membuat mereka lebih mudah terlihat oleh predator.

    Namun, respons setiap hewan tidak sama karena beberapa spesies justru menjadi lebih aktif ketika cahaya Bulan membantu mereka melihat lingkungan dan mencari makanan. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh jenis hewan, kemampuan penglihatan, dan kondisi habitat tempat mereka beraktivitas. Jadi, cahaya terang saat harvest moon dapat ikut mengubah pola aktivitas hewan nokturnal, tetapi pengaruhnya bisa berbeda pada setiap spesies.

    Harvest moon pada 26 September 2026 dapat diamati sepanjang malam, dengan waktu terbaik untuk menyaksikannya sekitar pukul 20.00 WIB hingga tengah malam. Selain menjadi pemandangan menarik, bulan purnama ini juga berkaitan dengan pasang surut air laut, potensi banjir rob, hingga perubahan aktivitas beberapa hewan nokturnal. Jadi, sudah siap mengamati harvest moon sambil memperhatikan berbagai fenomena yang terjadi di sekitarnya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Related Articles

See More