Kelangkaan energi minyak dan gas (migas) bisa menjadi salah satu tantangan besar bagi dunia di masa depan. Selama puluhan tahun, migas menjadi sumber energi utama yang menggerakkan berbagai sektor kehidupan, mulai dari transportasi, industri, hingga pembangkit listrik. Namun meningkatnya konsumsi energi global yang tidak sebanding dengan ketersediaan cadangan, membuat banyak ahli mulai memperingatkan potensi krisis energi di masa mendatang.
Jika dunia benar-benar mengalami kelangkaan migas, dampaknya tidak hanya terasa pada harga bahan bakar yang melonjak, tetapi juga pada stabilitas ekonomi global. Aktivitas industri bisa melambat, biaya transportasi meningkat, dan harga berbagai kebutuhan pokok berpotensi ikut naik. Kondisi ini juga dapat mendorong negara-negara di dunia untuk mempercepat transisi menuju energi terbarukan sebagai solusi jangka panjang. Berikut beberapa skenario buruk jika dunia mengalami kelangkaan energi migas.
