Takur tulung-tumpuk sedang bertengger. (commons.wikimedia.org/JJ Harrison)
Menurut informasi dari laman Birds of the World, total ada 35 jenis burung takur. Semuanya dibagi dalam dua genus, yakni genus Psilopogon (takur) dan genus Calorhamphus (takur ampis). Dua jenis takur ampis, yakni takur ampis kalimantan (C. fuliginosus) dan takur ampis melayu (C. hayii), berwarna cokelat kusam unik serta bersarang di dalam koloni.
Jenis burung takur yang populer adalah takur api atau fire-tufted barbet (P. pyrolophus) asli Semenanjung Melayu dan Sumatra. Tubuh mereka besar dan ada sejumput rambut merah mirip api di atas kepala. Ada juga takur ungkut-ungkut atau coppersmith barbet (P. haemacephalus) yang tersebar paling luas, dari India sampai Indonesia. Jenis takur ini punya suara "tuk-tuk-tuk" metal seperti dentuman pandai besi yang sedang menempa logam.
Hampir semua jenis burung takur yang ada di Indonesia dilindungi oleh hukum. Beberapa contohnya ialah kedua jenis takur ampis, takur api, takur tohtor, takur tulung-tumpuk, takur warna-warni, takur bultok, takur tutut, dan lain-lain. Menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MenLHK/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi, jenis takur tersebut dilarang keras diperdagangkan.