Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Jembatan Martir 15 Juli, Jadi Penghubung Dua Benua

5 Fakta Jembatan Martir 15 Juli, Jadi Penghubung Dua Benua
Jembatan Martir 15 Juli (juga dikenal sebagai Jembatan Bosphorus) di Istanbul, Turki. (unsplash.com/Irina Chishkova)
Intinya Sih
  • Jembatan Martir 15 Juli awalnya bernama Jembatan Bosphorus dan diganti namanya pada 2016 untuk mengenang peristiwa kudeta yang terjadi di Turki.
  • Jembatan ini menghubungkan Ortaköy di sisi Eropa dan Beylerbeyi di sisi Asia, menjadi jalur utama lintas benua dengan pemandangan Selat Bosphorus yang ikonik.
  • Dibangun sejak 1970 dan diresmikan pada 1973, jembatan ini kini hanya dibuka bagi pejalan kaki saat Maraton Eurasia Istanbul, satu-satunya maraton lintas dua benua.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jembatan Martir 15 Juli, yang juga dikenal dengan nama Jembatan Bosphorus, adalah salah satu tempat paling populer di Istanbul, Turki. Jembatan gantung ini enggak cuma menghubungkan dua daratan, tetapi juga membelah dua benua.

Nah, ini dia lima fakta seru tentang Jembatan Martir 15 Juli yang wajib banget kamu tahu!

1. Dulunya bernama jembatan bosphorus

Jembatan Martir 15 Juli (juga dikenal sebagai Jembatan Bosphorus) di Istanbul, Turki.
Jembatan Martir 15 Juli (juga dikenal sebagai Jembatan Bosphorus) di Istanbul, Turki. (commons.wikimedia.org/Huseyinakbas63)

Dilansir Institution of Civil Engineers, jembatan ini dulunya diresmikan dengan nama Jembatan Bosphorus. Namun, pada tanggal 25 Juli 2016, pemerintah Turki secara resmi mengganti namanya menjadi Jembatan Martir 15 Juli. Perubahan nama yang bersejarah ini dilakukan untuk mengenang momen penting yang terjadi di sana.

Keputusan ini diambil menyusul adanya peristiwa upaya kudeta besar-besaran di Turki pada pertengahan Juli tahun tersebut. Saat itu, sekelompok faksi tentara sempat menduduki dan memblokir seluruh akses jalan di atas jembatan. Untungnya, situasi menegangkan itu berakhir keesokan harinya setelah para tentara menyerah kepada polisi dan warga sipil.

2. Jembatan penghubung dua benua

Jembatan Martir 15 Juli (juga dikenal sebagai Jembatan Bosphorus) di Istanbul, Turki.
Jembatan Martir 15 Juli (juga dikenal sebagai Jembatan Bosphorus) di Istanbul, Turki. (commons.wikimedia.org/Tevfik Teker)

Jembatan Martir 15 Juli adalah jembatan tertua dan posisinya berada paling selatan di antara tiga jembatan gantung di Selat Bosphorus, Istanbul. Jembatan ini membentang langsung dari wilayah Ortaköy di sisi Eropa sampai ke Beylerbeyi di sisi Asia. Bersama dengan Jembatan Fatih Sultan Mehmet dan Jembatan Yavuz Sultan Selim, struktur megah ini menjadi jalur utama yang menghubungkan dua benua.

Menyeberangi jembatan ini pastinya bakal memberikan kamu pengalaman yang sangat unik dan seru. Bagaimana tidak, kamu bisa berpindah dari benua Eropa ke Asia atau sebaliknya hanya dalam hitungan menit saja. Semua perjalanan lintas benua itu bisa kamu rasakan sambil menikmati pemandangan indah di atas Selat Bosphorus.

3. Ide pembangunannya sudah muncul sejak zaman kuno

Jembatan Martir 15 Juli (juga dikenal sebagai Jembatan Bosphorus) di Istanbul, Turki.
Jembatan Martir 15 Juli (juga dikenal sebagai Jembatan Bosphorus) di Istanbul, Turki. (unsplash.com/Leon-Pascal Jc)

Dilansir Visiting Istanbul, ide untuk membangun jembatan yang melintasi Selat Bosphorus ini sebenarnya sudah muncul sejak zaman kuno, bahkan sejak masa Kaisar Darius Agung dari Persia. Rencana untuk membuat jembatan permanen kemudian sempat diusulkan kepada Sultan Ottoman Abdul Hamid II pada tahun 1900 lengkap dengan jalur kereta apinya. Namun, keputusan final untuk benar-benar membangun jembatan ini baru ketuk palu pada tahun 1957 di era Perdana Menteri Adnan Menderes.

Proses perancangannya sendiri dipercayakan kepada insinyur sipil asal Inggris, yaitu Sir Gilbert Roberts dan William Brown, pada tahun 1968. Setelah itu, proyek pembangunannya dimulai pada Februari 1970 dengan melibatkan 35 insinyur serta 400 pekerja terampil. Jembatan ini akhirnya rampung digarap oleh kerja sama perusahaan Turki, Inggris, dan Jerman hingga diresmikan langsung oleh Presiden Cevdet Sunay.

4. Jembatan gantung dengan pencahayaan yang estetik

Jembatan Martir 15 Juli (juga dikenal sebagai Jembatan Bosphorus) di Istanbul, Turki.
Jembatan Martir 15 Juli (juga dikenal sebagai Jembatan Bosphorus) di Istanbul, Turki. (pixabay.com/ecowa)

Jembatan Martir 15 Juli yang selesai dibangun pada tahun 1973 ini merupakan jembatan gantung berstruktur menara baja dengan kabel penggantung yang miring. Jembatan ini memiliki panjang total 1.560 meter, lebar dek 33,40 meter, serta menara setinggi 165 meter. Menariknya, jarak kolosal antara jembatan dan permukaan laut mencapai 64 meter, sehingga kapal tangki besar maupun kapal militer bisa lewat di bawahnya dengan sangat aman.

Dilansir Color Kinetics, jembatan ini juga tampil sangat cantik di malam hari berkat sistem penerangan lampu LED Color Kinetics yang modern. Teknologi ini sengaja dipasang untuk menyoroti keindahan bagian menara, kabel baja yang meliuk zigzag, hingga sepanjang pagar pembatas dek. Karena semua lampu baru ini dikontrol secara digital, jembatan bisa memancarkan kombinasi warna-warni yang dinamis dan menyuguhkan pertunjukan cahaya yang super keren.

5. Ditutup total bagi pejalan kaki

Jembatan Martir 15 Juli (juga dikenal sebagai Jembatan Bosphorus) di Istanbul, Turki.
Jembatan Martir 15 Juli (juga dikenal sebagai Jembatan Bosphorus) di Istanbul, Turki. (unsplash.com/Ilker Ozmen)

Dilansir Istanbul Tourist Information, pada tahun-tahun awal setelah resmi dibuka, masyarakat umum sebenarnya dibolehkan jalan kaki menyeberangi jembatan ini sambil menikmati pemandangan. Namun, karena alasan keselamatan lalu lintas dan tingginya angka kasus bunuh diri, jembatan ini akhirnya ditutup total bagi pejalan kaki. Sejak saat itu, siapa pun tidak diizinkan lagi berjalan kaki di sana kecuali untuk momen-momen yang sangat khusus.

Avicenna International Hospital mengatakan bahwa satu-satunya pengecualian rutin yang membuat jembatan ini dibuka untuk pejalan kaki adalah saat acara tahunan Maraton Eurasia Istanbul. Momen ini pastinya sangat dinantikan karena menjadi satu-satunya ajang maraton di dunia yang rutenya melintasi dua benua sekaligus. Jadi, para peserta bisa merasakan sensasi seru berlari dari benua Asia menuju benua Eropa secara langsung di atas jembatan.

Jembatan Martir 15 Juli bukan sekadar jalur transportasi biasa yang menghubungkan dua benua. Jembatan besar ini sudah menjadi simbol terkenal yang menggabungkan keindahan bangunan modern, cerita sejarah yang penting, serta rasa kebersamaan masyarakat Istanbul.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More