Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Udara Terasa Lebih Dingin saat Musim Kemarau?

Kenapa Udara Terasa Lebih Dingin saat Musim Kemarau?
ilustrasi musim kemarau (pexels.com/Caio)
Intinya Sih
  • Langit cerah saat musim kemarau membuat panas bumi mudah lepas ke atmosfer, menyebabkan suhu malam hingga pagi turun drastis dan udara terasa lebih dingin.
  • Kelembapan rendah di musim kemarau bikin udara kering, sehingga tubuh lebih sensitif terhadap perubahan suhu dan rasa dingin terasa lebih menusuk.
  • Fenomena bediding terjadi ketika suhu turun tajam pada malam hingga pagi hari di musim kemarau, terutama di daerah tinggi seperti Dieng yang bisa mencapai suhu di bawah nol derajat Celsius.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Musim kemarau biasanya identik dengan cuaca panas dan langit yang cerah. Namun, pada waktu tertentu, udara justru bisa terasa lebih dingin, terutama saat malam hingga pagi hari. Fenomena ini dikenal sebagai bediding, yang membuat suhu udara di sejumlah wilayah bisa turun cukup drastis.

Kondisi tersebut biasanya lebih terasa di daerah dataran tinggi, tetapi daerah lain juga bisa ikut merasakan udara yang lebih dingin dari biasanya. Ada beberapa faktor yang membuat suhu pada musim kemarau bisa terasa berbeda dibandingkan musim hujan. Lantas, kenapa udara justru bisa terasa lebih dingin saat musim kemarau? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!


1. Langit cerah bikin suhu malam turun

ilustrasi langit malam
ilustrasi langit malam (pixabay.com/jplenio)

Saat musim kemarau, langit biasanya lebih sering cerah dan awan yang menutupi langit juga lebih sedikit. Kondisi ini membuat panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih mudah dilepaskan kembali ke atmosfer pada malam hari. Akibatnya, suhu udara di dekat permukaan bumi bisa turun dan membuat malam hingga pagi terasa lebih dingin. 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, kondisi tersebut merupakan salah satu proses fisik yang menyebabkan munculnya fenomena bediding pada musim kemarau. Jadi, meski siang hari terasa panas karena sinar Matahari langsung mencapai permukaan bumi, suhu bisa turun cukup drastis setelah Matahari terbenam. Inilah salah satu alasan mengapa malam dan pagi saat musim kemarau kadang terasa lebih dingin dari biasanya.


2. Udara kering membuat dingin lebih terasa

ilustrasi musim kemarau
ilustrasi musim kemarau (pexels.com/cami)

Selain langit yang cerah, kondisi udara saat musim kemarau juga ikut memengaruhi bagaimana suhu terasa di tubuh. Mengutip dari Met Office, layanan cuaca nasional Inggris, kelembapan udara dapat memengaruhi cara tubuh merasakan suhu di sekitar. Saat kelembapan rendah, kondisi udara menjadi lebih kering dan tubuh bisa merasakan perubahan suhu dengan cara yang berbeda dibandingkan saat udara lembap.

Kondisi ini dapat membuat udara dingin pada malam hingga pagi hari terasa lebih menusuk, terutama ketika suhu memang sedang turun. Meski begitu, udara kering bukan satu-satunya penyebab suhu terasa dingin karena ada faktor lain, seperti langit cerah dan minimnya awan. Jadi, ketika musim kemarau datang, kombinasi beberapa kondisi tersebut bisa membuat udara malam terasa lebih dingin dari yang kita bayangkan.


3. Fenomena bediding, saat kemarau malah terasa dingin

ilustrasi embun es yang terjadi di Dieng karena fenomena bediding.
ilustrasi embun es yang muncul di Dieng karena fenomena bediding. (pexels.com/Zita Milka)

Bediding adalah fenomena ketika udara terasa lebih dingin setelah tengah malam hingga pagi hari saat memasuki musim kemarau. Dilansir situs Universitas Gadjah Mada (UGM), pakar iklim UGM, Dr. Emilya Nurjani, M. Si., menjelaskan bahwa bediding merupakan fenomena alam yang biasa terjadi pada musim kemarau, terutama di wilayah yang memiliki pola hujan monsunal. Kondisi ini biasanya terasa ketika langit cerah dan hanya sedikit awan yang menutupi langit.

Tanpa banyak awan, panas dari permukaan bumi lebih mudah dilepaskan pada malam hari sehingga suhu udara turun dan pagi terasa lebih dingin. Fenomena ini bahkan bisa membuat suhu di dataran tinggi seperti Dieng turun hingga di bawah nol derajat Celsius dan memunculkan embun es. Jadi, kalau kamu merasa malam dan pagi hari belakangan ini lebih dingin meski sedang musim kemarau, bisa jadi kamu sedang merasakan fenomena bediding.

Fenomena-fenomena di atas merupakan bagian dari proses alam yang membuat cuaca dan suhu bisa terasa berbeda dari yang kita bayangkan. Jadi, meski musim kemarau identik dengan panas dan terik, malam hingga pagi harinya justru bisa terasa dingin karena kondisi atmosfer yang berbeda. Kalau pagi hari di daerahmu belakangan terasa lebih dingin, apakah kamu juga merasakan bediding?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More