Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Fenomena Langit November 2026, Catat Tanggalnya!
gambar seorang perempuan sedang menatap langit malam (unsplash.com/Sharad Bhat)
  • November 2026 menghadirkan Taurid Selatan pada 4-5 November, Taurid Utara pada 12 November, serta Leonid pada 17-18 November; sebagian besar terbaik diamati setelah tengah malam.

  • Konjungsi Bulan, Jupiter, dan Mars terjadi 16 November pukul 00.11-04.54 WIB di arah timur laut; Jupiter dan Mars tetap dapat dilihat dengan mata telanjang.

  • Bulan purnama Beaver berlangsung 24 November dan tampak lebih besar serta terang, sedangkan Uranus berada paling dekat dengan Bumi pada 26-27 November namun perlu teleskop untuk terlihat jelas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjelang bulan November, penduduk Bumi akan kembali disuguhi berbagai fenomena langit yang memanjakan mata. Sepanjang bulan ini, kita dapat menyaksikan berbagai peristiwa menarik. Mulai dari hujan meteor di awal bulan, hingga konjungsi planet yang akan terjadi pada pertengahan bulan. 

Menariknya, beberapa fenomena ini bahkan dapat diamati secara langsung tanpa perlu menggunakan teleskop. Meski begitu, lokasi dan cuaca tentu akan sangat mempengaruhi pengamatan kita. Lantas fenomena langit apa aja yang dapat kita saksikan selama bulan November 2026 ini? Berikut daftarnya!

1. Hujan meteor Taurid Selatan (5 November 2026)

ilustrasi hujan meteor Taurid (unsplash.com/Clay Banks)

Dijuluki sebagai “Bola Api Halloween”, hujan meteor Taurid Selatan merupakan fenomena hujan meteor yang tercipta ketika Bumi kita melewati puing-puing berbatu yang ditinggalkan oleh komet 2P/Encke. Peristiwa ini dikenal dengan nama Taurid, karena hujan meteor ini tampak memancar dari konstelasi Taurus. Di bulan Oktober hingga November, konstelasi Taurus akan berada di langit sebelah Timur sebelum bergerak perlahan ke Utara. Menariknya dari hujan meteor Taurid Selatan adalah, hujan meteor ini sebenarnya sudah berlangsung sejak September lalu, meski begitu puncaknya baru akan terjadi pada tanggal 4-5 November dan baru berakhir pada 20 November 2026.

Berbeda dengan hujan meteor lain di mana kita bisa menyaksikan 10-20 meteor per jam, hujan meteor Taurid hanya menghasilkan sekitar 5-10 meteor per jam, itu pun baru dimulai setelah tengah malam. Namun yang bikin istimewa adalah, meteor yang muncul biasanya berukuran lebih besar. Selain itu, meteor yang memasuki Bumi selama hujan meteor Taurid bergerak dengan kecepatan  27 kilometer per detiknya, yang berarti kita bisa menyaksikan penampakan setiap meteor lebih lama di langit. 

2. Hujan meteor Taurid Utara

gambar hujan meteor Taurid Utara (unsplash.com/zhangzui)

Di bulan November ini, kita bukan hanya bisa menyaksikan satu peristiwa hujan meteor Taurid, melainkan dua hujan meteor Taurid sekaligus. Baik hujan meteor Taurid Selatan maupun Utara sebenarnya disebabkan oleh Komet 2P/Encke. Satu-satunya yang membuat keduanya berbeda adalah titik radiant-nya.

Meski sama-sama muncul dari konstelasi Taurus, hujan meteor Taurid Utara memiliki titik radiant sedikit ke Utara. Sama seperti hujan meteor sebelumnya, hujan meteor Taurid Utara sudah dimulai sejak 20 Oktober lalu, tetapi baru akan mencapai puncaknya pada 12 November sebelum berakhir pada tanggal 10 Desember 2026. Fenomena ini akan berlangsung sekitar tengah malam, dan menghasilkan setidaknya 5 meteor per jamnya.

3. Konjungsi Bulan dengan Mars dan Jupiter (16 November 2026)

gambar seorang pria sedang menyaksikan konjungsi planet (unsplash.com/Meogau)

Memasuki pertengahan November, kita dapat menyaksikan konjungsi antara Bulan, Jupiter, dan Mars yang akan terjadi pada tanggal 16 November 2026. Konjungsi sendiri adalah istilah yang digunakan ketika dua planet atau lebih tampak berdekatan di langit. Namun planet-planet ini hanya tampak berdekatan karena kita melihatnya dari sudut pandang Bumi.

Pada kenyataannya, para planet tetap berada di orbitnya masing-masing dan terpisah jarak jutaan kilometer. Konjungsi biasanya melibatkan Bulan, di mana para planet akan tampak berada di dekat Bulan sehingga kita dapat mengamatinya dengan mudah. Hal yang sama juga akan terjadi pada tanggal 16 November mendatang.

Di Indonesia, konjungsi antara Bulan, Jupiter, dan Mars akan dimulai pada pukul 0.11 WIB dan berakhir pada 04.54 WIB, atau hanya beberapa menit sebelum Matahari terbit. Keduanya akan berada di konstelasi Leo yang berada di timur laut. Dari teleskop keduanya gak bisa diamati sekaligus karena jarak keduanya yang agak jauh, tetapi kita tetap dapat melihatnya dengan menggunakan mata telanjang. Jupiter akan tampak cerah dengan magnitudo -2,1 sedangkan Mars tampak sedikit redup dengan magnitudo 0,7.

4. Puncak hujan meteor Leonid (17-18 November 2026)

ilustrasi hujan meteor Leonid (unsplash.com/Luobulinka)

Hujan meteor Taurid bukan satu-satunya hujan meteor yang dapat kamu saksikan di bulan November ini. Pasalnya kamu juga dapat menyaksikan hujan meteor Leonid yang mencapai puncaknya pada 17-18 November 2026. Hujan meteor Leonid terjadi ketika Bumi melewati jalur debu yang dihasilkan oleh komet 55P/Temple-Tuttle. Hujan meteor ini akan mulai aktif pada 6 November, mencapai puncaknya pada tanggal 17-18 November, dan berakhir pada 30 November 2026.

Dari Jakarta, hujan meteor ini baru akan dimulai pukul 00.20 WIB dan berakhir sekitar pukul 05.00 WIB. Meski jumlah meteor yang dapat dilihat setiap jamnya memang gak terlalu banyak. Namun karena meteor yang terbakar cenderung memasuki atmosfer pada sudut miring, membuat meteor dapat terlihat lebih lama sebelum terbakar habis di atmosfer.

5. Uranus mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi (26-27 November 2026)

gambar planet Uranus (unsplash.com/NASA)

Sebagai salah satu tetangga terjauh, akan sulit bagi kita untuk dapat menemukan planet ini. Namun pada tanggal 26-27 November mendatang, Bumi dan Uranus akan berada dalam jarak terdekatnya yakni sekitar 2,76 miliar kilometer. Meski tetap jauh, oposisi Uranus membuat Uranus dapat terlihat hampir sepanjang malam.

Dari Jakarta, Uranus akan terlihat sejak pukul 19.17 WIB di ketinggian 21 derajat atas cakrawala timur laut dan mencapai titik tertinggi pukul 23.35 WIB,  sebelum akhirnya tenggelam sekitar pukul 03.53 WIB. Sayangnya karena jaraknya yang terlalu jauh, kamu tetap butuh teleskop untuk menyaksikan planet ini secara jelas. Tanpa bantuan teleskop, Uranus akan tampak seperti bintang kecil dan sulit dibedakan dari bintang-bintang di sekitarnya.

6. Bulan purnama Beaver (24 November 2026)

gambar bulan purnama (unsplash.com/Mohamed Alaau)

Secara tradisional, bulan purnama di bulan November dikenal sebagai “Beaver Moon” atau bulan berang-berang karena muncul di sekitar waktu berang-berang mengumpulkan makanan untuk persiapan musim dingin. Di tahun 2026 ini, beaver moon akan terjadi pada tanggal 24 November. Selama fenomena ini, Bulan akan berada dalam jarak terdekatnya dengan Bumi dalam orbit elipsnya.

Jarak yang dekat ini bukan hanya membuat Bulan tampak 14% kali lebih besar, tetapi juga 30% lebih terang dari biasanya. Kabar baiknya, fenomena bulan purnama di akhir November juga sebenarnya dapat disaksikan di Indonesia. Namun karena Indonesia sendiri sudah memasuki musim hujan pada bulan November, mungkin gak semua wilayah dapat kesempatan untuk melihatnya.

Bagi para penggemar astronomi, fenomena langit akan selalu menarik untuk disaksikan. Sayangnya kebanyakan fenomena di bulan November ini akan berlangsung dari tengah malam hingga dini hari. Alhasil untuk dapat menyaksikannya, kamu mungkin harus tidur lebih malam atau bangun lebih pagi dari jadwalmu yang biasa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article