Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Fakta Fenomena Strawberry Moon Terjadi 30 Juni 2026, Catat Waktunya!
ilustrasi strawberry moon (pixabay.com/ktphotography)
  • Fenomena strawberry moon akan terjadi pada 30 Juni 2026, menampilkan bulan purnama penuh yang bisa diamati hampir sepanjang malam tanpa alat bantu khusus.
  • Istilah strawberry moon berasal dari suku Algonquin di Amerika Utara sebagai penanda musim panen stroberi liar pada bulan Juni, bukan karena warna Bulan berubah.
  • Meski tampak istimewa, strawberry moon memiliki efek gravitasi sama seperti purnama lain, dapat memicu pasang laut tinggi dan memengaruhi perilaku hewan nokturnal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bulan memiliki berbagai fase yang terus berubah sepanjang waktu, mulai dari fase sabit hingga purnama. Dalam beberapa kesempatan, fase purnama memiliki sebutan-sebutan khusus yang unik dan menarik. Salah satunya adalah strawberry moon yang akan menghiasi langit malam pada 30 Juni 2026.

Mendengar namanya saja, sebagian orang pasti langsung membayangkan Bulan berubah menjadi berwarna merah muda atau menyerupai buah stroberi. Padahal, istilah tersebut sebenarnya berasal dari tradisi masyarakat pada masa lalu dan tidak berkaitan dengan perubahan bentuk Bulan. Lalu, dari mana sebetulnya asal usul strawberry moon ini? Yuk, simak fakta-faktanya di bawah ini!

1. Apa Itu strawberry moon dan dari mana asalnya?

ilustrasi strawberry moon (pexels.com/Ankit Rainloure)

Strawberry moon adalah sebutan untuk bulan purnama yang terjadi pada bulan Juni. Meski namanya unik, istilah ini tidak berarti Bulan akan berubah menjadi berwarna merah muda atau menyerupai buah stroberi. Faktanya, dilansir The Old Farmer's Almanac, nama strawberry moon berasal dari suku Algonquin yang mendiami wilayah timur laut Amerika Utara.

Istilah tersebut digunakan sebagai penanda datangnya musim panen stroberi liar yang berlangsung pada bulan Juni. Seiring waktu, sebutan ini kemudian dikenal dan digunakan secara luas untuk menyebut bulan purnama di bulan Juni. Meski begitu, setiap daerah sebenarnya memiliki nama bulan purnama yang berbeda-beda sesuai tradisi dan budaya setempat.

Namun, perlu dicatat bahwa fenomena ini tidak ada kaitannya dengan Bulan yang berubah menjadi buah stroberi atau berwarna merah muda. Nama strawberry moon hanyalah bagian dari tradisi penamaan bulan purnama berdasarkan perubahan musim dan aktivitas masyarakat pada masa lalu.

2. Waktu terbaik untuk mengamati strawberry moon

ilustrasi strawberry moon (pexels.com/Ahmad Jafari)

Fenomena strawberry moon akan mencapai fase purnama pada 30 Juni 2026 dengan tingkat kecerahan mencapai 100 persen. Mengutip dari In-The-Sky, Bulan akan terbit sekitar pukul 18.09 WIB dan terbenam pada pukul 06.52 WIB keesokan harinya. Artinya, strawberry moon dapat diamati hampir sepanjang malam jika kondisi langit benar-benar gelap tanpa gangguan cuaca buruk.

Waktu terbaik untuk mengamatinya adalah setelah Bulan terbit pada malam hari hingga menjelang tengah malam saat posisinya sudah lebih tinggi di cakrawala. Fenomena ini juga bisa disaksikan dengan mata telanjang tanpa perlu menggunakan teleskop atau alat bantu lainnya. Agar pengamatan lebih jelas, pilihlah lokasi yang jauh dari kelap-kelip cahaya perkotaan.

3. Dampak strawberry moon bagi Bumi

ilustrasi ombak laut (pexels.com/Magda Ehlers)

Meski memiliki nama yang unik, strawberry moon tidak memberikan dampak yang berbeda dari bulan purnama pada umumnya. Fenomena ini biasanya akan memengaruhi Bumi melalui gaya gravitasi Bulan. Mengutip dari NASA, saat bulan purnama terjadi, gaya gravitasi Bulan dan Matahari saling memperkuat sehingga memicu spring tide, yaitu kondisi ketika air laut mengalami pasang lebih tinggi dan surut lebih rendah dari biasanya.

Oleh sebab itu, masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir perlu lebih waspada terhadap potensi banjir rob apabila bertepatan dengan cuaca buruk atau gelombang tinggi. Adapun, cahaya terang dari bulan purnama juga dapat memengaruhi perilaku sejumlah hewan. Dilansir Live Science, beberapa hewan nokturnal dapat mengubah waktu berburu, mencari makan, atau menghindari predator ketika cahaya Bulan lebih terang.

Untuk menyaksikan strawberry moon, kamu tidak perlu menggunakan alat bantu atau teleskop. Jika cuaca mendukung dan langit benar-benar gelap, maka Bulan akan mudah diamati dengan mata telanjang. Jadi, apakah kamu tertarik untuk melihat fenomena strawberry moon pada 30 Juni 2026?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article