Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Hewan dengan Kelainan Genetik yang Justru Menguntungkan, Unik!
ilustrasi kucing munchkin (unsplash.com/Đồng Phục Hải Triều)
  • Variasi genetik pada hewan dapat memengaruhi bentuk tubuh, bulu, dan warna, dengan manfaat adaptasi yang bergantung pada spesies serta kondisi lingkungan.
  • Kucing berkaki pendek lebih sulit mencapai tempat tinggi, sementara bulu keriting anjing membantu menjebak udara untuk perlindungan suhu, meski membutuhkan perawatan rutin.
  • Wol tebal domba menjaga panas tubuh dan bernilai ekonomi, sedangkan warna sayap kupu-kupu yang sesuai habitat membantu kamuflase dari predator.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kelainan genetik ternyata kerap dianggap sebagai kondisi yang bisa mengganggu perkembangan atau fungsi tubuh hewan. Dalam kondisi tertentu, perubahan pada gen ternyata bisa menghasilkan karakteristik yang membawa keuntungan bagi hewan pada saat beradaptasi dengan lingkungannya.

Ada beberapa karakteristik yang memang bisa mempengaruhi warna tubuh, bentuk fisik, kemampuan sensorik, hingga cara hewan dalam bertahan hidup di lingkungannya. Meski demikian, keuntungan yang ada sebetulnya sangat bergantung pada lingkungan dan kondisi spesies, sehingga suatu perubahan genetik yang menguntungkan dalam satu keadaan ternyata belum tentu memberikan manfaat yang sama di tempat lain.

1. Kucing dengan mutasi kaki pendek

ilustrasi kucing munchkin (unsplash.com/Đồng Phục Hải Triều)

Kucing berkaki pendek seperti Munchkin ternyata memiliki mutasi genetik yang dipengaruhi oleh perkembangan tulang panjang pada bagian kakinya. Kondisi ini sebetulnya membuat kakinya terlihat lebih pendek jika dibandingkan kucing pada umumnya, namun bagian tubuh lainnya tetap bisa berkembang dengan bentuk yang relatif normal.

Dalam lingkungan rumah, kaki-kaki pendek sebetulnya bisa membuat kucing lebih sulit untuk mencapai tempat yang sangat tinggi dibandingkan dengan kucing berkaki panjang. Kondisi ini secara tidak langsung bisa mengurangi kebiasaan melompat ke beberapa tempat yang berisiko, meski bukan berarti mutasi tersebut selalu memberikan keuntungan secara biologis.

2. Anjing dengan mutasi yang membuat bulunya keriting

ilustrasi anjing berbulu keriting (unsplash.com/Junyoung Sung)

Beberapa ras anjing ternyata memiliki perubahan genetik yang dapat mempengaruhi struktur bulu, sehingga menghasilkan tekstur yang terasa lebih keriting atau bergelombang. Bulu dengan struktur tersebut ternyata bisa membantu dalam menjebak udara di antara lapisan bulu, sehingga memberikan proteksi tertentu terhadap perubahan suhu lingkungan yang terjadi.

Karakteristik bulu yang ada ternyata bisa memberikan manfaat pada saat anjing melakukan aktivitas di luar ruangan dalam kondisi tertentu. Namun, bulu keriting tetap memerlukan perawatan karena mudah kusut apabila tidak disisir dan juga dibersihkan secara rutin, sehingga perubahan genetik tetap bisa membawa keuntungan, namun tetap memerlukan perawatan agar tidak menimbulkan masalah.

3. Domba dengan gen yang menghasilkan bulu sangat tebal

ilustrasi domba (pexels.com/Dmytro Mamon)

Domba yang memiliki variasi genetik tertentu ternyata bisa menghasilkan bulu wol dalam jumlah dan ketebalan yang jauh lebih tinggi dari individu lainnya. Bulu yang tebal ternyata berfungsi sebagai lapisan pelindung tubuh dari suhu lingkungan yang rendah, sehingga dapat membantu untuk menjaga panas tubuh dengan baik.

Bulunya yang lebih tebal juga dinilai memiliki nilai ekonomi karena awal bisa dimanfaatkan sebagai bahan tekstil. Namun, ketebalan bulu yang berlebihan tetap harus dikelola dengan baik melalui proses perawatan dan pencukuran secara teratur agar nantinya tidak sampai berkembang menjadi tempat parasit atau justru menyebabkan berbagai masalah kulit.

4. Kupu-kupu dengan variasi warna yang lebih sesuai dengan lingkungan

ilustrasi corak kupu-kupu (pexels.com/john)

Perubahan kinetik tertentu ternyata bisa menghasilkan variasi warna pada sayap kupu-kupu yang membuat sebagian individu jadi lebih sulit terdeteksi oleh predator. Jika warna tubuh menyerupai lingkungan tempat hidupnya, maka kupu-kupu bisa memiliki peluang yang lebih besar untuk menghindari perhatian dari pemangsa.

Keuntungan dari variasi warna juga sangat bergantung pada habitat dan perubahan kondisi lingkungan yang ada di sekitarnya. Kupu-kupu yang memiliki warna sesuai dengan tempat hidupnya ternyata akan lebih mudah berkamuflase, namun warna tersebut bisa jadi kurang efektif apabila kondisi lingkungan mengalami perubahan.

Kelainan atau variasi genetik tidak selalu menghasilkan dampak buruk karena beberapa perubahan justru bisa membawa keuntungan dalam kondisi tertentu. Berbagai karakteristik yang ada seolah bisa membawa manfaat tertentu bagi hewan yang memilikinya. Setiap variasi tetap harus diperhatikan berdasarkan spesies, lingkungan dan dampaknya terhadap kesehatan hingga kemampuan hewan untuk bertahan hidup.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article