Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Hewan yang Menjadi Inang untuk Parasit, Unik Banget!

3 min read
4 Hewan yang Menjadi Inang untuk Parasit, Unik Banget!
ilustrasi semut (pexels.com/Kumar Kranti Prasad)
  • Semut dapat menjadi inang cacing pipih; infeksi membuatnya lebih mudah tertelan hewan pemakan tumbuhan, sehingga parasit melanjutkan perkembangan hingga dewasa dalam mamalia.
  • Ikan kecil menampung cacing pita pada insang, kulit, atau organ dalam sebelum dimakan burung pemakan ikan; parasit lalu berkembang dan telurnya kembali mencemari perairan.
  • Tikus dan siput juga berperan dalam siklus parasit: tikus terinfeksi lebih rentan dimangsa kucing, sementara struktur parasit di tentakel siput memudahkan burung melihatnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Parasit merupakan organisme yang hidup pada atau di dalam tubuh organisme lain yang disebut sebagai inang, dengan cara memanfaatkan sumber daya inangnya untuk bertahan hidup dan berkembang biak. Hubungan ini kerap dijumpai pada berbagai jenis kelompok, mulai dari mamalia, burung, ikan, hingga serangga.

Keberadaan parasit kerap kali mempengaruhi perilaku, kondisi tubuh atau peluang hidup hewan yang menjadi inangnya. Oleh sebab itu, ada beberapa hewan berikut ini yang ternyata bisa menjadi inang bagi parasit dan memiliki pola perilaku yang unik.

  1. 1. Semut menjadi inang bagi cacing parasit

    ilustrasi semut
    ilustrasi semut (pexels.com/Egor Kamelev)

    Semut tertentu ternyata bisa menjadi inang bagi cacing pipih parasit yang memiliki siklus hidup cukup kompleks dan memerlukan beberapa jenis hewan untuk menyelesaikan perkembangannya. Larva parasit yang ada nantinya dimasukkan ke dalam tubuh semua setelah berada di kondisi lingkungan yang sudah terkontaminasi, kemudian berkembang dan berpindah menuju jaringan tertentu di dalam tubuh semut.

    Perubahan yang ada membantu parasit untuk meningkatkan peluang berpindah ke inang berikutnya karena semut yang terinfeksi bisa lebih mudah tertelan oleh hewan pemakan tumbuhan. Setelah masuk ke tubuh mamalia yang sesuai, maka parasit bisa melanjutkan tahap perkembangannya hingga mencapai fase dewasa.

  2. 2. Ikan menjadi inang parasit yang hidup di dalam tubuhnya

    ilustrasi ikan (pexels.com/zoosnow)
    ilustrasi ikan (pexels.com/zoosnow)

    Ikan merupakan inang bagi berbagai jenis parasit, termasuk cacing dan organisme mikroskopis yang bisa hidup pada bagian insang, kulit atau bahkan organ dalam. Salah satu contoh menarik adalah cacing pita yang menggunakan ikan kecil sebagai salah satu inang dalam siklus hidupnya sebelum akhirnya berpindah ke burung pemakan ikan.

    Siklus hidup parasit tersebut menjadi jauh lebih kompleks karena ikan bukanlah satu-satunya organisme yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proses perkembangannya. Setelah ikan yang terinfeksi dimakan oleh burung yang sesuai, maka parasit bisa terus berkembang menjadi dewasa dalam tubuh burung dan pada akhirnya menghasilkan telur yang kemudian akan kembali ke lingkungan perairan.

  3. 3. Tikus menjadi inang bagi parasit

    ilustrasi tikus (pexels.com/DSD)
    ilustrasi tikus (pexels.com/DSD)

    Tikus bisa menjadi inang bagi parasit yang memiliki siklus hidup dengan kucing sebagai Inang definitifnya. Setelah terinfeksi, parasit bisa membentuk kista jaringan yang bertahan dalam tubuh tikus dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada perubahan tertentu pada respons tikus terhadap aroma kucing.

    Pada saat tikus yang terinfeksi dimangsa kucing, maka parasit akan memperoleh kesempatan untuk masuk ke Inang definitif dan menjalani reproduksi seksual di dalam tubuh kucing. Telur atau bentuk perkembangan parasit kemudian bisa keluar bersama kotoran kucing dan mencemari lingkungan, sehingga bisa menjadi sumber infeksi bagi hewan lainnya.

  4. 4. Siput menjadi inang parasit

    ilustrasi siput
    ilustrasi siput (unsplash.com/amirali mirhashemian)

    Siput darat tertentu ternyata bisa menjadi Inang bagi parasit yang merupakan sekelompok cacing pipih dan memiliki strategi paling mencolok untuk menyelesaikan siklus hidupnya. Setelah masuk ke dalam tubuh siput, maka parasit bisa berkembang di bagian tertentu dan membentuk struktur memanjang yang disebut sebagai sporokista, kemudian bisa masuk ke tentakel mata siput.

    Perubahan yang ada bukan sekadar fenomena visual karena struktur parasit bisa membuat siput lebih mudah terlihat oleh burung yang menjadi Inang berikutnya. Jika burung sampai memakan bagian tubuh siput yang terinfeksi, maka parasit bisa melanjutkan perkembangan di dalam sistem pencernaan burung hingga menghasilkan keturunan.

    Hubungan antara parasit dan inang seolah menunjukkan bahwa kehidupan di alam bisa melibatkan interaksi biologis yang sangat kompleks. Hewan-hewan di atas merupakan beberapa contoh hewan yang bisa menjadi bagian penting dalam siklus hidup parasit dengan strategi yang berbeda-beda. Meski terlihat merugikan bagi Inang, namun mekanisme tersebut merupakan hasil adaptasi biologis yang membantu parasit untuk mempertahankan hidup dan melanjutkan siklus biologisnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More