Danau Terkhiin Tsagaan (commons.wikimedia.org/Bernard Gagnon)
Danau Terkhiin Tsagaan terbentuk berawal dari aktivitas pergeraan lempek tektonik yang sangat kuat di masa lalu. Sesar atau patahan bumi yang dinamakan Patahan Terkh bergeser secara horizontal sejauh 4-5 kilometer. Pergeseran kerak bumi ini kemudian mengubah lanskap wilayah tersebut dan menciptakan sebuah lembah luas, yang menjadi jalur mengalirnya aliran sungai purba bernama Sungai Paleo-Terkh.
Kondisi geografis lembah tersebut berubah drastis ketika Gunung Berapi Khorgo menjadi aktif dan meletus. Erupsi ini memuntahkan lava dalam jumlah besar yang mengalir deras hingga membendung jalur Sungai Paleo-Terkh. Aliran lava yang mengeras tersebut bertindak sebagai bendungan yang menahan laju sungai, hingga akhirnya membentuk Danau Terkhiin Tsagaan yang luas. Seiring berjalannya waktu, air yang meluap dari danau tersebut perlahan mengikis dataran tinggi lava di sekitarnya dan membentuk sebuah ngarai kering. Proses erosi air yang konsisten ini melahirkan aliran sungai baru yang disebut Sungai Suman.
Hutan Vulkanik Khorgo bukan sekadar panorama hijau biasa, melainkan sebuah bukti nyata dari keajaiban adaptasi alam. Di saat hamparan lava beku dari letusan ribuan tahun lalu tampak seperti wilayah mati yang gersang, kehidupan justru menemukan celahnya untuk tumbuh dan berkembang. Keberadaan pohon-pohon yang berdiri kokoh di atas batuan vulkanik hitam ini menjadi pengingat bahwa alam punya cara untuk memulihkan diri dan menciptakan keindahan dari bekas sebuah kehancuran.