Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Kapal Tenggelam Tidak Bisa Diangkat Begitu Saja?

3 min read
Kenapa Kapal Tenggelam Tidak Bisa Diangkat Begitu Saja?
ilustrasi kapal tenggelam (unsplash.com/gokhan polat)
  • Kedalaman puluhan hingga ratusan meter meningkatkan tekanan air dan kompleksitas kerja penyelam, sehingga kondisi dasar laut serta lingkungan bangkai kapal harus diperiksa sebelum pengangkatan.
  • Badan kapal yang tenggelam dapat rusak, berubah posisi, atau rapuh; pengangkatan tanpa evaluasi berisiko memperparah kerusakan, seperti pada operasi Helena Star yang memerlukan dua floating crane.
  • Operasi pengangkatan membutuhkan analisis stabilitas, kekuatan struktur, gaya angkat, titik kabel, dan kapasitas peralatan, termasuk lift bag, agar kapal terangkat secara terkendali dan aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ketika sebuah kapal tenggelam, mungkin muncul pertanyaan sederhana soal kenapa kapal tersebut tidak langsung diangkat saja ke permukaan? Sekilas, mengangkat kapal terlihat seperti solusi yang lebih cepat dibandingkan mengirim penyelam ke dalam bangkai kapal. Namun, proses mengangkat kapal dari dasar laut ternyata membutuhkan perhitungan teknis yang cukup rumit.

Kedalaman, kondisi badan kapal, posisi bangkai, hingga gaya yang bekerja selama proses pengangkatan harus diperhitungkan sebelum operasi dilakukan. Kesalahan dalam menentukan metode pengangkatan bukan hanya bisa merusak kapal, tetapi juga membahayakan orang yang terlibat dalam operasi. Lantas, apa saja yang membuat kapal tenggelam tidak bisa diangkat begitu saja? Yuk, simak lebih lanjut di bawah ini!

  1. 1. Kapal bisa berada di kedalaman puluhan hingga ratusan meter

    ilustrasi kapal tenggelam
    ilustrasi kapal tenggelam (unsplash.com/Olga ga)

    Kedalaman lokasi kapal tenggelam menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan sebelum proses pengangkatan dilakukan. Mengutip dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), tekanan air di bawah permukaan bisa meningkat sekitar satu atmosfer setiap kedalaman bertambah 10 meter. Artinya, semakin dalam posisi kapal, semakin besar pula tekanan air yang bekerja di sekitarnya.

    Kedalaman juga membuat pekerjaan penyelam menjadi lebih kompleks karena mereka membutuhkan prosedur, peralatan, dan batas keselamatan khusus untuk bekerja di bawah air. Dalam operasi penyelamatan, kondisi dasar laut dan lingkungan sekitar bangkai kapal juga perlu diperiksa sebelum menentukan metode pengangkatan. Karena itu, kapal yang berada di dasar laut tidak bisa diperlakukan seperti benda yang cukup ditarik dari permukaan menggunakan kabel.

  2. 2. Bangkai kapal bisa rusak atau tidak stabil

    ilustrasi kapal tenggelam
    ilustrasi kapal tenggelam (pexels.com/Caner Etekin)

    Kondisi badan kapal setelah tenggelam juga menjadi pertimbangan penting sebelum kapal diangkat. Kapal yang sudah berada di dasar laut bisa mengalami kerusakan struktur, berubah posisi, atau bahkan menjadi lebih rapuh akibat benturan dan tekanan selama berada di air. Contohnya, dalam operasi pengangkatan kapal Helena Star di Amerika Serikat, tim penyelamat sempat menghentikan proses pengangkatan setelah melihat adanya risiko kerusakan serius pada badan kapal.

    Dilansir Washington State Department of Ecology, upaya awal menunjukkan bahwa kapal berisiko mengalami kerusakan lebih parah jika terus diangkat menggunakan satu crane. Tim kemudian melakukan pemeriksaan tambahan dan menggunakan dua floating crane untuk mengangkat kapal tersebut dengan metode yang lebih sesuai. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebelum kapal ditarik ke permukaan, struktur bangkai harus diperiksa agar gaya pengangkatan tidak justru membuatnya pecah atau rusak lebih parah.

  3. 3. Butuh peralatan dan perhitungan khusus

    ilustrasi operasi penyelamatan kapal tenggelam.
    ilustrasi operasi penyelamatan kapal tenggelam. (unsplash.com/Jake Anthony)

    Mengangkat kapal tenggelam bukan sekadar memasang kabel lalu menariknya menggunakan kapal lain. Menurut U.S. Coast Guard Marine Safety Center, operasi pengangkatan membutuhkan analisis terhadap stabilitas kapal, kekuatan struktur, gaya pengangkatan, serta kemampuan peralatan yang digunakan. Salah satu metode yang bisa digunakan adalah memberikan daya apung tambahan menggunakan lift bag, yaitu kantong khusus yang diisi udara untuk membantu mengangkat benda dari dasar laut.

    NOAA juga menjelaskan bahwa metode tersebut membutuhkan perhitungan kapasitas angkat dan pemasangan peralatan yang tepat agar benda bisa terangkat secara terkendali. Pada kapal berukuran besar, prosesnya tentu jauh lebih kompleks karena berat, posisi, titik pemasangan kabel, serta kondisi badan kapal harus diperhitungkan secara bersamaan. Jadi, metode pengangkatan setiap kapal bisa berbeda dan harus disesuaikan dengan kondisi bangkai serta lokasi tenggelamnya.

    Mengangkat kapal yang tenggelam membutuhkan lebih dari sekadar tenaga besar karena kondisi kapal, kedalaman, stabilitas, dan metode pengangkatan harus diperhitungkan secara bersamaan. Oleh sebab itu, dalam operasi pengangkatan, tim biasanya melakukan pemeriksaan dan perhitungan terlebih dahulu untuk menentukan cara yang paling aman sebelum kapal benar-benar diangkat. Kalau melihat prosesnya, menurutmu apa yang paling sulit dalam mengangkat kapal yang sudah tenggelam ke dasar laut?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More