Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

12 Fakta Helen dari Troya, Si Wajah yang Meluncurkan Seribu Kapal

12 Fakta Helen dari Troya, Si Wajah yang Meluncurkan Seribu Kapal
Helen dari Troya (commons.wikimedia.org/Evelyn De Morgan)
Intinya Sih
  • Helen dikenal sebagai tokoh mitologi Yunani dari Sparta, bukan Troya, dengan asal-usul yang beragam: putri Zeus dan Leda atau Nemesis, serta dikisahkan menetas dari telur.
  • Pernikahan Helen dengan Menelaus didahului Sumpah Tyndareus, yang mewajibkan para pelamarnya melindungi suaminya; sumpah ini memicu pengerahan pasukan Yunani setelah Paris membawanya pergi.
  • Kisah Helen memiliki banyak versi, termasuk keberadaannya di Mesir selama Perang Troya, nasib akhirnya yang berbeda, hingga pemujaannya sebagai dewi di sejumlah wilayah Yunani.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jika berbicara tentang kecantikan legendaris, sedikit yang selegendaris atau secantik Helen dari Troya, yang pesona fisiknya begitu memikat. Bahkan, karena pesona fisiknya, dua bangsa besar dan banyak dewa jatuh ke dalam perang sengit selama satu dekade lamanya. Yap, Helen menjadi penyebab Perang Troya dan menjadi alat tawar-menawar oleh tiga dewi yang sombong (Dewi Hera, Athena, dan Aphrodite), yang menyuap pangeran Paris dengan cinta Helen.

Helen dari Troya muncul dalam film The Odyssey karya Christopher Nolan. Sayangnya, pemerannya justru dihujat habis-habisan oleh netizen, karena diperankan oleh Lupita Nyong'o yang merupakan perempuan berkulit hitam. Jadi, benarkah yang digambarkan Nolan tentang Helen dari Troya. Lalu, siapakah Helen ini? Mari kita cari tahu!

1. Helen dari Troya bukan berasal dari Troya

Tyndareus dan Leda
Tyndareus dan Leda (commons.wikimedia.org/ArchaiOptix)

Kamu mungkin menduga Helen dari Troya, pasti berasal dari Troya, kan. Sebenarnya, Helen itu dari Sparta. Sebab, ia lahir, dibesarkan, dan menikah di Sparta.

Seperti yang dijelaskan oleh Encyclopedia Britannica, Helen tidak pergi ke Troya sampai pangeran Troya bernama Paris membawanya ke sana (dengan sukarela atau tidak, mengingat kisahnya masih ambigu dalam mitologi) sebagai hadiahnya karena memilih dewi Aphrodite sebagai pemenang dalam kontes kecantikan.

Ayah kandung Helen diduga adalah raja Sparta, Tyndareus, dan suami pertama Helen juga merupakan raja Sparta. Penyair Stesichorus mengatakan bahwa Tyndareus pernah lupa mempersembahkan kurban kepada Aphrodite. Akibatnya, sang dewi mengutuk putri-putrinya dan ditakdirkan untuk meninggalkan suami mereka dan menikah berkali-kali. Nasib ini berlaku untuk putri tirinya, Helen, serta putri kandungnya Timandra dan Clytemnestra. Clytemnestra bahkan tidak hanya meninggalkan suaminya, tetapi menikam suaminya hingga tewas di bak mandi.

2. Helen dari Troya lahir dari sebutir telur

lukisan Leda dan angsa
lukisan Leda dan angsa (commons.wikimedia.org/Giambettino Cignaroli)

Seperti halnya banyak tokoh penting dalam mitologi Yunani, ayah Helen sebenarnya adalah Zeus. Meskipun Tyndareus membesarkan Helen sebagai anaknya sendiri, ia curiga ada sesuatu yang tidak beres karena Helen dan saudara perempuannya Clytemnestra, serta dua saudara laki-lakinya, menetas dari telur raksasa. Hal ini janggal untuk kelahiran manusia.

Dalam versi cerita Helen yang paling umum, ibunya adalah Leda. Jika kamu pernah melihat karya seni (lukisan) yang menggambarkan seorang perempuan bersama seekor angsa, itu adalah Leda. Dikutip Encyclopedia Britannica, Leda adalah seorang putri Aetolia yang menikah dengan Tyndareus.

Kemudian, suatu hari seekor angsa terbang ke pelukannya untuk melarikan diri dari elang yang mengejarnya. Angsa ini ternyata adalah Zeus yang menyamar, dan Zeus merayu Leda. Namun, sebelum Leda menyadarinya, dia bertelur dua butir telur besar berisi empat bayi dari dua ayah yang berbeda: Helen dan Pollux yang setengah dewa, merupakan anak-anak Zeus, dan anak-anak manusianya keturunan dari Tyndareus, yaitu Clytemnestra dan Castor.

Kamu mungkin kebingungan dan mempertanyakan bagaimana seorang perempuan bisa memiliki anak kembar empat dari dua ayah yang berbeda. Nah, orang Yunani kuno tidak mengetahui tentang gamet (sel kelamin atau sel reproduksi yang bersifat haploid) dan sejenisnya. Mereka percaya pada proses yang dikenal sebagai telegoni, yang berarti seorang anak bisa memiliki dua ayah.

3. Helen lahir dari kisah telur yang berbeda-beda

Dewi Yunani, Nemesis, abad ke-5 SM di Museum Agora Kuno Athena di Yunani.
Dewi Yunani, Nemesis, abad ke-5 SM di Museum Agora Kuno Athena di Yunani. (commons.wikimedia.org/Deiadameian)

Meskipun kisah Leda, angsa, dan telur manusia raksasa merupakan versi kelahiran Helen yang paling terkenal, tapi kisah itu bukan satu-satunya, dan kemungkinan bukan yang paling awal. Pasalnya, hampir setiap versi mitologi Yunani Kuno menampilkan orang-orang yang berubah menjadi burung dan bayi yang keluar dari telur raksasa.

Puisi epik Cypria yang sebagian besar hilang menjelaskan bahwa ibu Helen sebenarnya adalah Nemesis, dewi pembalasan yang adil. Zeus ingin bersamanya, tetapi Nemesis menolaknya dan berubah menjadi angsa lalu terbang pergi. Yap, lagi-lagi Zeus ikut berubah menjadi angsa dan mengejarnya sampai akhirnya menghamilinya. Zeus mendapatkan apa yang diinginkannya. Nemesis pun bertelur yang kemudian dipindahkan ke Leda. Leda menetaskannya dan membesarkan bayi tersebut.

Nah, karena adanya kemiripan nama Yunani Helen (Helene) dengan kata untuk bulan (Selene), Helen sering dikaitkan dengan bulan. Faktanya, seorang pengikut Pythagoras (ya, penemu segitiga itu) berpendapat bahwa Helen sebenarnya lahir di koloni bulan, tetapi telurnya jatuh ke Bumi.

4. Helen dari Troya punya beberapa anggota keluarganya yang kisahnya juga terkenal

Lukisan ini menunjukkan Ratu Clytemnestra setelah membunuh suaminya, Agamemnon, sekembalinya dari perang Troya.
Lukisan ini menunjukkan Ratu Clytemnestra setelah membunuh suaminya, Agamemnon, sekembalinya dari perang Troya. (commons.wikimedia.org/John Collier)

Saudara-saudari Helen yang lahir dari telur sama-sama terkenal (saudara tirinya yang bukan dari telur justru kurang dikenal). Seperti yang dijelaskan Encyclopedia Britannica, saudara perempuannya, Clytemnestra, menikah dengan Agamemnon, raja terkaya di Yunani dan komandan pasukan Yunani di Troya. Adapun, Agamemnon adalah saudara laki-laki dari suami Helen, Menelaus. Namun, hubungan Clytemnestra dan Agamemnon tidak begitu baik.

Pasalnya, Clytemnestra sangat marah ketika Agamemnon mengorbankan putri mereka yang bernama Iphigenia. Jadi, saat Agamemnon pergi berperang selama 10 tahun, Clytemnestra menjalin hubungan dengan seorang laki-laki bernama Aegisthus dan merencanakan untuk membunuh Agamemnon ketika ia kembali ke rumah. Yap, Agamemnon ditusuk Clytemnestra di bak mandi hingga tewas.

Naas, Clytemnestra kemudian dibunuh oleh anak-anaknya sendiri, Orestes dan Electra, karena ingin balas dendam saat mengetahui Clytemnestra membunuh Agamemnon. Kemudian anak-anak itu dikejar oleh Furia yang jahat sampai Apollo dan Athena menetapkan undang-undang keadilan yang baru, dan tidak membolehkan balas dendam.

Saudara laki-laki Helen, Castor dan Pollux, yang dikenal sebagai Dioscuri (putra Zeus), adalah anak kembar dengan ayah yang berbeda. Ia sangat mahir dalam olahraga, berlayar, dan berkuda. Mereka ikut serta dalam banyak petualangan paling terkenal dalam mitologi Yunani, termasuk pencarian Bulu Emas dan perburuan Babi Hutan Calydonian. Ketika Castor dibunuh, Pollux memilih untuk berbagi keabadiannya dengan saudaranya, sehingga mereka bergantian mati. Namun, nasib yang terkenal dari si kembar ini adalah mereka ditempatkan di langit sebagai konstelasi Gemini.

5. Helen diculik oleh Theseus

lukisan yang menggambarkan Theseus dan Pirithous menculik Helen
lukisan yang menggambarkan Theseus dan Pirithous menculik Helen (commons.wikimedia.org/Pelagio Palagi)

Meskipun pahlawan Athena, Theseus, dikenal karena menjelajahi Labirin dan membunuh Minotaur, ia memiliki kehidupan panjang yang penuh petualangan. Beberapa petualangan terliarnya muncul dari persahabatannya dengan Pirithous, Raja Lapith yang masih muda.

Menurut ahli mitologi Pseudo-Apollodorus, setelah membunuh sekelompok centaur yang mabuk di sebuah pesta pernikahan, Theseus dan Pirithous ingin menikahi putri Zeus. Theseus bertekad untuk menikahi Helen, yang saat itu masih anak-anak, dan Pirithous bersumpah untuk menikahi Persephone, ratu Neraka. Kedua tujuan ini melibatkan penculikan.

Theseus membawa Helen kecil dari Sparta dan membiarkan Helen dirawat oleh ibunya. Adapun, ia dan Pirithous pergi ke Dunia Bawah untuk mencari Persephone. Jelas sekali, kedua raja muda yang ceroboh itu terjebak di Dunia Bawah untuk sementara waktu di kursi ular ajaib. Theseus sendiri akhirnya diselamatkan, tapi tanpa sebagian daging pahanya oleh Heracles. Sementara itu, Pirithous tidak seberuntung itu.

Di sisi lain, Castor dan Pollux memimpin pasukan untuk melawan Athena. Mereka ingin merebut kembali saudara perempuan mereka, Helen, dan membawa ibu Theseus ke Sparta untuk dijadikan budak.

6. Raja-raja Yunani harus berjanji untuk tidak membunuh suami Helen dari Troya

patung Menelaus
patung Menelaus (commons.wikimedia.org/Mary Harrsch)

Ketika Helen sudah cukup umur untuk menikah, Tyndareus (ayah Helen) mencarikan jodoh untuk perempuan cantik ini. Menurut Pseudo-Apollodorus, para pelamarnya adalah nama-nama yang cukup terkenal jika kamu familiar dengan kisah Perang Troya: Diomedes, kedua Ajax, Philoctetes, Patroclus, Menelaus, dan masih banyak lagi. Namun, kabar baik bagi Tyndareus adalah salah satu pelamar yang hadir adalah Odysseus, orang terpintar di Yunani, yang tahu bahwa ia tidak memiliki peluang untuk menikahi Helen. Odysseus juga sebenarnya lebih tertarik untuk menikahi Penelope, yang setara secara intelektual dengannya.

Namun, Odysseus mengusulkan kompromi yang kemudian dikenal sebagai Sumpah Tyndareus. Jadi, setelah ayah Helen memilih, setiap raja yang hadir akan bersumpah darah untuk mengerahkan kekuatan militernya demi menjaga dan melindungi orang yang terpilih jika ada suatu hal buruk terjadi padanya. Setelah kesepakatan ini tercapai, Tyndareus memilih Menelaus sebagai menantu dan ahli warisnya. Adapun, Tyndareus juga membantu Odysseus merebut hati Penelope.

Sumpah inilah yang menyebabkan seribu kapal diluncurkan untuk membawa Helen kembali kepada Menelaus setelah Paris dari Troya membawanya pergi. Jika kamu belum tahu, Helen diculik dua kali. Pertama, saat ia masih kecil, yang diculik oleh Theseus. Kedua diculik oleh Paris dari Troya. Namun, ada versi cerita yang bilang kalau Helen tidak diculik Paris, melainkan secara sukarela pergi ke Troya.

7. Helen sebenarnya bukan dibawa ke Troya melainkan ke Mesir

lukisan dibawa perginya Helen dari Troya
lukisan dibawa perginya Helen dari Troya (commons.wikimedia.org/Jacopo Amigoni)

Jadi, benarkah Helen pernah mengunjungi Troya? Namun, menurut sejumlah penulis Yunani Kuno, termasuk penulis drama tragedi bermama Euripides, Helen yang pergi ke Troya sebenarnya adalah hologram yang terbuat dari awan. Jadi, Helen yang asli dibawa ke Mesir oleh dewa Hermes selama perang berlangsung.

Dalam drama yang ditulis Euripides, Helen, sang ratu Spartan, menerima kabar bahwa suaminya, Menelaus, tenggelam saat kembali dari Troya. Hal ini membuatnya rentan terhadap rayuan raja Mesir. Namun, pada saat itu, ada orang asing yang terdampar di pantai.

Bisa tebak? Yap, orang asing yang terdampar itu adalah Menelaus. Alhasil, Helen dan Menelaus akhirnya bertemu kembali dan saling menjelaskan berbagai kejadian. Mereka akhirnya membuat rencana untuk menipu raja Mesir dan melarikan diri agar bisa kembali ke Sparta. Adapun, saudara-saudara dewa Helen yang perkasa, Castor dan Pollux, muncul secara tiba-tiba untuk menghentikan raja Mesir agar tidak membunuh saudara perempuannya yang telah membantu mereka. Versi cerita ini terdengar sangat liar, tetapi sejarawan Herodotus mengklaim bahwa ia mewawancarai para pendeta Mesir yang mengkonfirmasi bahwa Helen benar-benar ada di sana.

8. Helen sebenarnya berada di pihak siapa?

lukisan kuda Troya
lukisan kuda Troya (commons.wikimedia.org/Giovanni Domenico Tiepolo)

Logikanya gini, jika Helen memang diculik secara paksa oleh Paris, Helen pasti berharap pasukan Yunani akan menyerang dan memenangkan perang, sehingga dia bisa kembali kepada Menelaus dan putrinya, Hermione. Jika Helen jatuh cinta (baik secara murni atau karena pengaruh Aphrodite) kepada Paris, tampaknya masuk akal jika Helen ingin tinggal di Ilium yang bertembok tinggi bersama kekasih barunya itu. Setiap versi cerita memang punya pendukungnya masing-masing.

Dalam puisi epik Yunani Odyssey, Homer menceritakan bagaimana Helen ingin mengungkap tipu daya Kuda Troya dengan mengelilinginya dan meniru istri-istri raja Yunani untuk menipu mereka agar menjawab dan mengungkap diri mereka sendiri. Hampir berhasil, tetapi Odysseus yang cerdik mengetahui apa yang sedang dilakukan Helen dan membungkam beberapa orang.

Namun, penulis Romawi Virgil mengatakan kalau Helen tetap setia kepada orang Yunani. Dalam buku keenam dari epik Aeneid, hantu Deiphobus—seorang pangeran Troya dan suami ketiga Helen setelah saudaranya Paris terbunuh—menceritakan bagaimana Helen pergi ke kota untuk berpura-pura melakukan ritual keagamaan, agar dia bisa ngasih isyarat kepada orang-orang Yunani di dalam Kuda Troya.

9. Ada versi cerita yang mengatakan bahwa Helen dihakimi massa dan meninggal dunia

pembunuhan Helen dari Troya
pembunuhan Helen dari Troya (commons.wikimedia.org/Jacques Sablet)

Menurut berbagai sumber (termasuk penulis komedi Aristophanes), Menelaus mengacungkan pedang kepada istrinya yang tidak setia saat menyerbu Troya yang telah ditaklukkan. Namun, kemarahannya padam ketika istrinya memperlihatkan dadanya yang indah. Nah, dalam versi cerita yang diketahui kebanyakan orang, Helen dan Menelaus bersatu kembali. Mereka pun kembali ke Sparta, di mana putra Odysseus, Telemachus, bertemu mereka saat mencari kabar tentang ayahnya dalam Odyssey. Mereka hidup bersama, mati bersama, dan dimakamkan bersama dengan bahagia.

Namun, ahli geografi Pausanias mencatat versi peristiwa yang sama sekali berbeda yang diceritakan oleh penduduk pulau Rhodes. Menurutnya, penduduk pulau Rhodes mengatakan setelah kematian Menelaus, Helen diusir dari Sparta oleh putra-putra Menelaus (yang bukan putra Helen) dan pergi ke rumah seorang teman di Rhodes. Namun, temannya ini menyalahkan Helen atas kematian suaminya, yang meninggal pada hari pertama Perang Troya.

Ratu Rhodos menunggu hingga Helen selesai mandi, lalu mengirimkan sekelompok pelayannya yang berdandan sebagai iblis pembalasan Yunani, para Furia. Para pelayan ini, yang mengenakan sayap kelelawar palsu, topeng anjing, dan wig ular, menarik Helen dari air dan menggantungnya di pohon. Helen pun tewas.

10. Helen dari Troya disembah sebagai seorang dewi

Menelaion
Menelaion (commons.wikimedia.org/Heinz Schmitz)

Nah, karena Helen adalah setengah dewa sebagai putri Zeus, dan berasal dari seorang dewi yang "diturunkan" statusnya menjadi setengah dewa seiring berjalannya waktu, Helen dari Troya disembah di berbagai tempat di Yunani dan dengan berbagai cara. Salah satu kuil utama untuk Helen digunakan bersama dengan suaminya, Menelaus.

Menurut Universitas Warwick, Menelaion terletak di sebelah timur Sparta di daerah yang dikenal sebagai Therapne. Meskipun kemudian dianggap sebagai tempat pemakaman pasangan legendaris tersebut, beberapa orang berpendapat bahwa kuil tersebut awalnya didedikasikan hanya untuk Helen. Saat itu, Helen disembah sebagai dewi kesuburan. Tapi kemudian, hal-hal yang berkaitan dengan Menelaus mulai ditambahkan. Di tempat lain di wilayah Sparta, pemujaan Helen dikaitkan dengan senam dan tarian paduan suara. Adapun, Pausanias menceritakan bagaimana penduduk pulau Rhodes menyembah Helen sebagai dewi kesuburan yang dikenal sebagai Helena.

11. Terkenal cantik, bagaimana seorang pelukis terkenal menggambarkan Helen dalam lukisannya?

lukisan yang menggambarkan Zeuxis memilih model untuk lukisannya tentang Helen dari Troya
lukisan yang menggambarkan Zeuxis memilih model untuk lukisannya tentang Helen dari Troya (commons.wikimedia.org/Angelica Kauffman)

Pelukis Yunani legendaris Zeuxis ditugaskan untuk melukiskan Helen dari Troya untuk menghiasi kuil Hera. Zeuxis sendiri terkenal dengan lukisan anggurnya yang begitu realistis. Konon katanya, burung-burung mencoba memakan lukisan itu sangking nyatanya.

Zeuxis menjelaskan bahwa kesempurnaan tidak ditemukan di alam. Jadi, ia tidak akan menemukan satu pun model yang cocok untuk Helen dari Troya. Sebagai gantinya, ia merekrut lima gadis, yang fitur terbaiknya ia gabungkan menjadi satu sosok. Lukisan Zeuxis sendiri menjadi motif artistik populer di zaman modern.

12. Wajah yang meluncurkan seribu kapal

Helen dari Troya
Helen dari Troya (commons.wikimedia.org/Evelyn De Morgan)

Pada tahun 1604, dramawan Inggris bernama Christopher Marlowe menulis sebuah kalimat tentang Helen dari Troya. Dokter Faustus melihat iblis yang mengambil wujud kecantikan legendaris itu dan berkata, "Apakah ini wajah yang meluncurkan seribu kapal?" Kalimat ini berakar pada Dialogues of the Dead karya Lucian dari Samosata yang bersifat satir. Kalimat ini juga mengakar dalam budaya, tapi hanya sedikit orang yang mengetahui asal-usulnya.

Mengingat bagaimana kecantikan Helen dari Troya digambarkan dalam banyak sastra, tidak mengherankan jika film The Odyssey karya Christopher Nolan dikritik karena memilih pemeran Helen yang jauh dari ciri fisiknya. Yap, meskipun begitu, film itu fiksi, dan karya Homer pun fiksi berdasarkan mitologi Yunani Kuno. Namun, perang Troya itu sendiri diduga pernah terjadi di masa lalu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More