ilustrasi kucing (pexels.com/Purvesh Photography)
Setelah mengetahui kenapa dan bagaimana kucing bisa tertular, ketahui juga gejala-gejalanya. Kucing yang tertular mengalami kondisi awal seperti demam suhu tinggi, lesu, kehilangan nafsu makan hingga jalan sempoyongan. Selain itu, muncul gejala lebih parah yaitu muntah dan diare hingga mengeluarkan darah.
Jika sudah muncul gejala pertama, segera pisahkan dari kucing lain dan bawa ke klinik hewan. Lakukan pembersihan menyeluruh dengan desinfektan pada kandang, tempat makan hingga mainan kucing. Untuk pemilik, selalu menjaga kebersihan sebelum menyentuh kucing sehat lainnya.
Kenapa kucing bisa terkena panleukopenia? Karena adanya kontak langsung hingga lingkungan yang mendukung penularan virus. Untungnya, virus ini bisa dicegah dengan menjaga lingkungan tetap bersih serta melakukan vaksin yang disarankan dokter. Namun, jika kucing kesayangan terlanjur terinfeksi, segera ke klinik hewan untuk mendapatkan penanganan langsung dari dokter.
Referensi
“Feline Panleukopenia”. VCA Hospitals. Diakses Juli 2026.
“Feline infectious enteritis (feline parvovirus, panleukopenia virus)”. International Cat Care. Diakses Juli 2026.
“Feline Panleukopenia”. American Veterinary Medical Association. Diakses Juli 2026.