7 Fakta Unik Burung Tiong Lampu, Kenapa Dinamakan Begitu?

- Burung tiong lampu tersebar luas di Eropa, Afrika, Asia, dan Australia, termasuk Indonesia, dengan warna bulu mencolok serta pertunjukan udara unik saat musim kawin.
- Nama 'tiong lampu' berasal dari kebiasaannya bertengger di tempat tinggi dengan warna cerah yang tampak berkilau seperti lampu; di luar negeri dikenal sebagai roller.
- Tiong lampu memiliki kaki sindaktili untuk mencengkeram kuat, teknik berburu berbeda antar genus, dan biasanya bersarang di lubang pohon atau sarang bekas burung lain.
Pernah dengar burung tiong lampu? Burung ini memang terdengar agak asing karena gak begitu populer di Indonesia. Padahal, burung ini tampil memukau dengan warna-warni mencolok.
Tiong lampu atau roller merupakan jenis burung unik berwarna-warni yang tersebar luas di Eropa, Afrika, Asia, sampai Australia. Burung ini dikenal luas karena keindahan bulu dan pertunjukan udara yang gak biasa. Tahukah kamu kenapa burung tiong lampu dinamakan demikian? Yuk, kenalan dengan mereka lewat fakta burung tiong lampu atau roller berikut ini!
1. Satu kelompok dengan burung raja udang dan burung rangkong

Burung tiong lampu merupakan jenis burung unik berwarna-warni mencolok. Mereka tersebar luas mulai dari Eropa, Afrika, Asia, Australia, sampai pulau-pulau di Pasifik Selatan. Burung ini biasanya tinggal di habitat terbuka seperti wilayah berhutan, sabana, sampai tepi hutan tropis yang lebat.
Burung tiong lampu merupakan bagian dari kelompok burung Coraciiformes. Di ordo ini, burung tiong lampu berkerabat dengan burung raja udang, burung hudhud, sampai burung rangkong. Keluarga tiong lampu, Coraciidae, cuma terbagi jadi dua genus. Coracias di Eropa, Afrika, dan Asia, serta Eurystomus di Afrika, Asia, dan Australia.
2. Seperti percampuran burung gagak dan burung raja udang

Burung tiong lampu punya tampilan yang unik. Dari segi ukuran dan bentuk tubuh, tiong lampu mirip burung gagak. Dicatat laman Britannica, panjang burung tiong lampu rata-rata 25—32 sentimeter.
Kalau dari segi warna dan bentuk kepala, tiong lampu mirip banget dengan burung raja udang. Burung ini berkepala besar dengan warna bulu cerah. Paling banyak berwarna biru muda dengan bercak cokelat, merah muda, hijau, ungu, sampai putih.
3. Ada tiga spesies tiong lampu di Indonesia

Tahukah kamu kalau Indonesia jadi rumah bagi beberapa jenis burung tiong lampu? Ya, ada burung tiong lampu sulawesi atau purple-winged roller (Coracias temminckii) yang asli Sulawesi. Ada juga tiong lampu biasa atau tengkek buto (Eurystomus orientalis) yang tersebar di Indonesia. Kemudian, ada tiong lampu biru atau azure dollarbird (E. azureus) aslli Maluku yang jadi jenis tiong lampu yang sangat langka dan belum banyak dipelajari.
4. Asal-muasal nama "tiong lampu"

Nama burung tiong lampu memang terkesan unik, tapi ada asal-muasalnya. Burung tiong lampu senang bertengger di tempat-tempat tinggi seperti pohon, tiang listrik, sampai pagar. Dan seperti yang bisa kamu lihat sendiri, burung ini berwaran cerah. Sehingga, saat bertengger di tempat tinggi, bruung ini menimbulkan efek seperti lampu.
Nah, kalau di luar negeri, burung tiong lampu disebut roller. Saat musim kawin, burung ini melakukan pertunjukan memukau dengan terbang menukik cepat dan salto berguling-guling di udara. Gak cuma untuk menarik perhatian pasangan, pertunjukan udara ini juga dilakukan untuk membangun dan mempertahankan wilayah kekuasaan.
5. Bentuk jari kaki unik!

Bulu berwarna-warni cerah gak jadi satu-satunya ciri khas burung tiong lampu. Ciri khas lain yang paling membedakan burung tiong lampu dari burung lain adalah sindaktili pada kaki. Dua jari kaki burung ini agak bergabung menjadi satu. Menurut laman BioDB, bentuk kaki ini bikin burung tiong lampu bisa mencengkeram lebih kuat saat bertengger di dahan. Hal ini berguna bagi burung tiong lampu yang suka bertengger lama-lama menunggu mangsa lewat.
6. Teknik berburu agak gak biasa

Burung tiong lampu umumnya makan hewan kecil-kecil seperti serangga, hewan pengerat, kadal, dan katak. Menariknya, burung tiong lampu punya teknik berburu berbeda-beda tergantung dari genus. Tiong lampu dari genus Coracias punya metode berburu duduk menunggu, lalu terjun dan menyergap mangsa tiba-tiba. Sementara tiong lampu dari genus Eurystomus lebih senang mengejar mangsa langsung di udara. Menurut laman Creagrus, burung-burung ini terbang dengan lincah layaknya burung alap-alap .
7. Bersarang di lubang pohon

Burung tiong lampu bukan jenis burung yang repot-repot mengumpulkan ranting, daun, dan sebagainya untuk membangun sarang dengan cermat. Burung ini biasanya bersarang di lubang pohon yang digali sendiri atau bekas dari burung lain. Beberapa bahkan ada yang bersarang di sarang rayap. Di sarang ini, burung tiong lampu yang tinggal di wilayah tropis hasilkan 2—4 butir telur. Sementara itu, menurut laman Birds of the World, burung tiong lampu yang hidup di iklim hangat hasilkan lebih banyak telur hingga enam butir.
Sungguh burung yang mengagumkan, bukan? Semoga kamu berkesempatan bisa menyaksikan keindahan burung ini, ya? Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang burung tiong lampu atau roller?












![[QUIZ] Kalau Kamu Menjadi Cabang Ilmu Sains, Cocoknya jadi Apa?](https://image.idntimes.com/post/20250520/pexels-photo-212286-603df6f641b54ac4de18f293915a6c9d-acba7f8f4b2c603b1492ef710b5afc96.jpeg)




![[QUIZ] Dari Karakter Upin & Ipin, Kami Tebak Seberapa Langka Kepribadianmu](https://image.idntimes.com/post/20250526/img-20250524-171040-59d926335e45a3f62b89089b95e5200f.jpg)

![[QUIZ] Pilih Karakter Upin & Ipin, Kamu Bisa Time Travel ke Masa Lalu atau Masa Depan?](https://image.idntimes.com/post/20250506/1000008112-a9936ff4ece60dc64a0fc7d3e0c841a5.png)

