Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Kucing Bisa Terkena Panleukopenia? Waspadai Penyebabnya

Kenapa Kucing Bisa Terkena Panleukopenia? Waspadai Penyebabnya
ilustrasi kucing (pexels.com/⋆。°✩ 𖦹elif°✮⋆。°✩)
Intinya Sih
  • Panleukopenia adalah penyakit menular mematikan pada kucing yang disebabkan oleh feline parvovirus (FPV) dan menyerang sel darah putih hingga menyebabkan gangguan serius pada tubuh kucing.
  • Penularan terjadi melalui kontak langsung dengan kucing terinfeksi, cairan tubuh, feses, serta benda atau lingkungan yang terkontaminasi virus, termasuk tangan dan pakaian manusia.
  • Anak kucing dan kucing belum divaksin paling rentan tertular; pencegahan dilakukan dengan vaksin FVRCP, menjaga kebersihan kandang, serta memisahkan kucing sakit dari yang sehat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Panleukopenia merupakan penyakit yang harus diwaspadai oleh pemilik kucing. Pasalnya penyakit ini mudah menular dan memiliki efek mematikan apalagi untuk anak kucing. Bahkan, virus ini juga bisa mengakibatkan gangguan otak pada kucing dan menyebabkan disabilitas.

Untuk itu, pemilik kucing harus selalu waspada jika terjadi perubahan perilaku pada kucing. Kenali gejalanya dan segera bawa ke klinik untuk mendapatkan penanganan lebih cepat. Lantas, kenapa kucing bisa terkena panleukopenia? Simak artikel ini untuk mengenal lebih jauh tentang panleukopenia.

1. Disebabkan virus

ilustrasi virus
ilustrasi virus (pexels.com/Daniel Dan)

Panleukopenia atau Felin Panleukopenia disebut juga dengan distemper kucing. Penyakit ini disebabkan oleh FPV atau feline parvovirus yang menyerang sel-sel dalam tubuh. Virus ini dapat merusak sel darah putih, padahal sel darah putih dibutuhkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Penurunan jumlah sel darah putih dari ribuan hingga ratusan per mililiter darah dapat membuat tubuh kucing jadi rentan terhadap penyakit. Apalagi jika virus menyerang sel kelenjar getah bening, sumsum tulang, usus, janin dalam rahim induk kucing hingga paling parah kematian tiba-tiba. Virus ini dikenal tangguh, dikutip dari VCA Hospitals, kucing yang terinfeksi masih bisa menyebarkan virus kepada kucing lain selama enam minggu, bahkan saat kucing yang terinfeksi tampak sudah sembuh.

2. Tertular dari kucing yang terinfeksi

ilustrasi kucing
ilustrasi kucing (pexels.com/Yori H)

Jalur utama penularan virus ini adalah adanya kontak langsung dengan kucing yang terinfeksi. Media penularannya lewat feses dan cairan yang keluar dari tubuh seperti urin atau cairan yang keluar dari mata dan hidung. Selain itu, bisa juga tertular lewat kutu kucing yang terinfeksi. 

Tak hanya itu, barang-barang yang ada di kandang dan tempat tinggal kucing juga bisa terkontaminasi. Misalnya kotak pasir, kandang, sprei, mangkuk untuk makan dan minum, bahkan tangan dan pakaian manusia. Walaupun tidak menular pada manusia tapi virus ini bisa menular pada kucing sehat, jika manusia tidak membersihkan diri dengan menggunakan desinfektan.

3. Lingkungan yang mendukung penyebaran virus

ilustrasi kucing
ilustrasi kucing (pexels.com/Mia X)

Selain barang-barang yang mudah terkontaminasi virus, lingkungan juga dapat mempercepat penyebaran virus. Utamanya tempat yang memungkinkan banyak kucing berkumpul. Misalnya tempat penampungan hewan, toko hewan hingga rumah yang banyak memelihara kucing.

Untuk pencegahan, lebih baik siapkan tempat khusus untuk kucing yang sakit. Dengan begitu, kucing sakit dan kucing sehat tidak tercampur. Selain itu, selalu jaga kebersihan kandang untuk mencegah penularan.

4. Anak kucing dan kucing belum divaksin lebih rentan

ilustrasi kucing
ilustrasi kucing (pexels.com/Serhat Başkan)

Lantas, kucing seperti apa yang rentan tertular? Semua kucing memiliki risiko terkena panleukopenia, tapi anak kucing lebih rentan tertular. Anak kucing yang usianya kurang dari satu tahun bisa terinfeksi parah dan mengalami kematian secara tiba-tiba. Bahkan anak kucing yang dibawah lima bulan, bisa dipastikan meninggal karena virus ini.

Selain anak kucing, kucing yang belum vaksin juga memiliki risiko tinggi tertular virus panleukopenia. Untuk pencegahan, lakukan vaksin kombinasi atau sering disebut dengan FVRCP. Selain virus panleukopenia, vaksin ini juga dapat melindungi kucing dari virus feline herpesvirus 1 dan feline calicivirus.

5. Kondisi kucing yang tertular

ilustrasi kucing
ilustrasi kucing (pexels.com/Purvesh Photography)

Setelah mengetahui kenapa dan bagaimana kucing bisa tertular, ketahui juga gejala-gejalanya. Kucing yang tertular mengalami kondisi awal seperti demam suhu tinggi, lesu, kehilangan nafsu makan hingga jalan sempoyongan. Selain itu, muncul gejala lebih parah yaitu muntah dan diare hingga mengeluarkan darah.

Jika sudah muncul gejala pertama, segera pisahkan dari kucing lain dan bawa ke klinik hewan. Lakukan pembersihan menyeluruh dengan desinfektan pada kandang, tempat makan hingga mainan kucing. Untuk pemilik, selalu menjaga kebersihan sebelum menyentuh kucing sehat lainnya.

Kenapa kucing bisa terkena panleukopenia? Karena adanya kontak langsung hingga lingkungan yang mendukung penularan virus. Untungnya, virus ini bisa dicegah dengan menjaga lingkungan tetap bersih serta melakukan vaksin yang disarankan dokter. Namun, jika kucing kesayangan terlanjur terinfeksi, segera ke klinik hewan untuk mendapatkan penanganan langsung dari dokter.

Referensi

“Feline Panleukopenia”. VCA Hospitals. Diakses Juli 2026.

“Feline infectious enteritis (feline parvovirus, panleukopenia virus)”. International Cat Care. Diakses Juli 2026.

“Feline Panleukopenia”. American Veterinary Medical Association. Diakses Juli 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More