Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Kucing Suka Duduk di Barang yang Baru Kita Pakai?

6 min read
Kenapa Kucing Suka Duduk di Barang yang Baru Kita Pakai?
ilustrasi kucing sedang duduk di atas laptop (pexels.com/Duong Quach)
  • Kucing tertarik pada barang baru dipakai karena aroma pemilik membuat lingkungan terasa familiar dan aman, sementara mereka juga dapat meninggalkan aromanya sendiri melalui kontak tubuh.

  • Laptop, pakaian, selimut, atau kursi yang baru digunakan menawarkan kehangatan, sehingga kucing bisa beristirahat nyaman sambil menghemat energi untuk menjaga suhu tubuh.

  • Barang yang baru diletakkan mengubah lingkungan dan memicu rasa ingin tahu; kucing juga dapat memilihnya untuk dekat dengan pemilik atau memperoleh perhatian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Laptop baru saja diletakkan di meja setelah selesai digunakan. Belum sempat beranjak jauh, seekor kucing datang, mengendus sebentar, lalu tanpa ragu naik dan duduk tepat di atasnya. Hal serupa juga sering terjadi pada buku yang sedang dibaca, jaket yang baru dilepas, hingga tumpukan pakaian yang baru selesai dilipat.

Bagi pemilik kucing, kejadian seperti ini mungkin sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Lucunya, kucing seolah selalu memilih barang yang baru saja digunakan, meski masih ada sofa, kasur, karpet, atau sudut rumah lain yang terlihat jauh lebih nyaman untuk berbaring. Tidak jarang tingkah tersebut membuat pemiliknya bertanya-tanya apakah si kucing memang sengaja datang untuk mengganggu.

Namun, kebiasaan itu ternyata bukan sekadar cara kucing mencari perhatian atau mengusili pemiliknya. Ada beberapa hal yang membuat laptop, pakaian, buku, dan berbagai benda yang sering kita gunakan terasa lebih menarik bagi kucing dibandingkan tempat kosong di sekitarnya. Mulai dari aroma yang familier hingga rasa nyaman yang ditawarkan, berikut beberapa alasan mengapa kucing begitu suka duduk di atas barang milik pemiliknya.

  1. 1. Barang tersebut punya aroma tubuh pemiliknya

    Kucing sangat mengandalkan indra penciuman untuk mengenali lingkungan di sekitarnya. Karenanya, benda yang baru saja digunakan manusia bisa menjadi lebih menarik dibandingkan benda lain yang tidak memiliki aroma serupa. Pakaian, selimut, handuk, tas, laptop, hingga bantal yang baru digunakan biasanya menyimpan aroma tubuh pemiliknya. Bagi kucing, aroma yang sudah dikenali dapat membantu membuat lingkungan terasa lebih familiar dan aman.

    Penelitian mengenai perilaku penciuman kucing menunjukkan bahwa aroma memiliki peran penting dalam bagaimana kucing mengenali lingkungan dan berinteraksi dengan hewan lain. Kucing juga memiliki kelenjar aroma di sejumlah bagian tubuh, termasuk area wajah, sehingga mereka dapat meninggalkan aroma ketika menggosokkan tubuhnya pada benda tertentu. Itulah sebabnya kucing mungkin lebih tertarik duduk di baju yang baru kita lepas dibandingkan baju bersih yang masih tersimpan di lemari. Bukan karena bajunya lebih nyaman, tetapi karena aroma pemiliknya lebih kuat. ( Journal of Feline Medicine and Surgery, 2018)

  2. 2. Laptop atau pakaian yang baru digunakan bisa terasa hangat

    Selain aroma, suhu juga bisa menjadi alasan kucing tiba-tiba tertarik pada barang yang baru kita pakai. Laptop yang baru digunakan, selimut yang baru saja dipakai, pakaian dari mesin pengering, atau bahkan kursi yang baru saja kita tinggalkan dapat terasa lebih hangat dibandingkan benda lain di sekitarnya. Kucing memang cenderung menyukai tempat yang hangat untuk beristirahat.

    Kebiasaan tersebut cukup masuk akal karena tubuh kucing perlu mempertahankan suhu tubuhnya. Berbaring di tempat yang hangat dapat membantu mereka merasa nyaman tanpa harus mengeluarkan terlalu banyak energi untuk mempertahankan panas tubuh. Jadi, ketika kucing memilih duduk di atas laptop setelah kita selesai bekerja, belum tentu ia tertarik dengan laptopnya. Bisa saja benda tersebut menjadi salah satu tempat paling hangat yang tersedia saat itu.

  3. 3. Bisa jadi kucing sebenarnya ingin dekat dengan kita

    ilustrasi kucing duduk dan menatap pemiliknya yang sedang menulis
    ilustrasi kucing duduk dan menatap pemiliknya (pexels.com/Jesse R)

    Ada kalanya benda yang menjadi sasaran kucing sebenarnya bukanlah benda tersebut, melainkan pemiliknya. Misalnya, kucing tiba-tiba naik ke atas buku tepat setelah kita berhenti membaca. Atau ketika kita bangun dari kursi, kucing langsung mengambil alih tempat tersebut. Dalam situasi seperti ini, keberadaan manusia di sekitar benda mungkin menjadi bagian penting dari alasan kucing memilih tempat tersebut.

    Kucing memang memiliki cara tersendiri dalam mencari interaksi sosial. Duduk di dekat manusia, berada di pangkuan, atau berbaring di benda yang baru disentuh pemiliknya dapat menjadi salah satu bentuk kedekatan. Perilaku ini juga bisa terbentuk karena pengalaman. Jika setiap kali kucing duduk di laptop, pemiliknya langsung melihat, mengelus, berbicara, atau menggendongnya, kucing dapat belajar bahwa tindakan tersebut berhasil mendapatkan perhatian.

    Akibatnya, perilaku itu bisa terus diulang. Bukan karena kucing ingin membuat pemiliknya kesal, melainkan karena ia sudah menemukan cara yang efektif untuk mengajak berinteraksi.

  4. 4. Kucing ingin meninggalkan aromanya pada barang tersebut

    Ada alasan lain yang berkaitan dengan aroma. Kucing tidak hanya mengenali bau yang sudah ada di suatu benda, tetapi juga menggunakan aroma tubuhnya sendiri untuk menandai lingkungan.

    Kucing mempunyai kelenjar aroma di beberapa bagian tubuh, termasuk pipi, dagu, dahi, telapak kaki, dan bagian tubuh lainnya. Mereka dapat meninggalkan aroma melalui perilaku, seperti menggosokkan wajah, menggaruk, atau melakukan kontak tubuh dengan berbagai benda. Perilaku tersebut merupakan bagian normal dari komunikasi dan penandaan wilayah pada kucing.

    Ketika kucing berbaring di pakaian atau barang yang baru digunakan pemiliknya, kontak tubuh tersebut memungkinkan aroma kucing bercampur dengan aroma yang sudah ada pada benda. Dengan begitu, benda tersebut menjadi bagian dari lingkungan yang lebih familiar bagi kucing.

  5. 5. Benda baru terlihat menarik karena mengubah lingkungan

    Kucing juga dikenal sebagai hewan yang cukup peka terhadap perubahan di lingkungannya. Barang yang baru saja diletakkan di tempat tertentu bisa menarik perhatian hanya karena sebelumnya benda tersebut tidak ada di sana.

    Sebuah laptop yang baru dibuka, tas yang baru diletakkan, atau pakaian yang baru ditaruh di kursi membuat susunan lingkungan sedikit berubah. Perubahan kecil seperti ini bisa membuat kucing penasaran dan ingin memeriksanya.

    Selain itu, beberapa benda memiliki batas yang jelas dan membuat kucing merasa seperti berada di sebuah area tertentu. Kotak, keranjang, keset, dan pakaian yang dilipat misalnya, memiliki bentuk yang memberikan semacam batas visual.

    Laptop, buku, atau selembar kertas juga bisa memberikan efek serupa meskipun ukurannya tidak selalu cukup untuk tubuh kucing. Karena itu, jangan heran kalau kucing justru memilih duduk di atas selembar kertas dibandingkan tempat tidur yang sudah disediakan khusus untuknya.

    Jadi, duduk di atas barang yang sedang kita gunakan bukan berarti kucing sedang dengan sengaja mengganggu kita. Kemungkinan mereka sedang merespons kombinasi aroma, suhu, rasa aman, rasa ingin tahu, dan keinginan untuk berada dekat dengan pemiliknya.

    Perilaku tersebut juga tidak selalu harus dihentikan selama tidak membahayakan kucing atau merusak barang. Jika ingin mengalihkan perhatiannya, kamu bisa menyediakan tempat tidur atau alas yang nyaman di dekat area yang sering digunakan untuk bekerja.

    Referensi

    Cat Behavior Associates. Diakses pada Oktober 2026. How Cats Create a Group Scent 
    Catology. Diakses pada Oktober 2026. Why Does My Cat Lie On My Things? 
    Cats Protection. Diakses pada Oktober 2026. Discover Why Cats Sit or Lie on Your Lap, Laptop, Laundry and Other Random Items Around the Home
    Hepper. Diakses pada Oktober 2026. Why Your Cat Sits on Things You’re Using: 7 Common Reasons
    Vitale, K. R. (2018). Tools for managing feline problem behaviors: Pheromone therapy. Journal of Feline Medicine and Surgery, 20(11), 1024–1032.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More