Kolmanskop (commons.wikimedia.org/Johan Jönsson)
Kolmanskop digunakan sebagai semacam laboratorium terbuka untuk mempelajari bagaimana lingkungan gurun berinteraksi dengan struktur buatan manusia dalam jangka panjang. Kondisinya ideal untuk riset karena variabelnya relatif terkontrol. Yakni kondisi tidak ada aktivitas manusia yang mengacaukan data, bangunannya dari material yang diketahui spesifikasinya, dan catatan sejarahnya lengkap sejak awal pembangunan.
Banyak peneliti dari bidang geomorfologi dan klimatologi dari seluruh dunia yang menggunakan data dari kawasan ini untuk memahami laju desertifikasi di wilayah gurun lain yang lebih aktif secara demografis. Selain itu, Kolmanskop juga jadi referensi yang kuat untuk memahami apa yang bisa terjadi pada kawasan permukiman manusia jika aktivitas manusia berhenti dan alam dibiarkan mengambil alih. Beberapa model proyeksi perubahan iklim menggunakan kondisi Kolmanskop sebagai titik acuan untuk menggambarkan skenario abandonment atau peninggalan kota akibat kondisi lingkungan ekstrem di masa depan.
Kolmanskop bukan sekadar kota hantu yang fotogenik untuk konten traveling. Di balik estetikanya, ada proses geologi yang berlangsung setiap hari dengan kecepatan yang bisa diukur dan diprediksi. Apakah ada kota lain di dunia yang sedang mengalami proses serupa?