Comscore Tracker

6 Cara Menghilangkan Kutu Kucing yang Efektif dan Anti Ribet

Hati-hati tertular kucing lain, lho!

Kutu jadi masalah paling sering dihadapi pawrents, terlebih pada kucing yang memiliki bulu panjang dan lebat. Parasit ini bisa dengan mudahnya sembunyi dan menyebabkan anabul menggaruk terus-menerus. Meski terkesan remeh, kutu kucing bisa menyebabkan efek serius pada kucing, lho!

Selain gatal-gatal, kulit kucing yang terinfeksi kutu bisa lecet, alergi, hingga menularkan cacing pita. Karena kutu mengambil nutrisi dari darah kucing, ini juga berisiko membuat anabul anemia. Biar gak jadi makin parah, kamu perlu cepat mencari cara menghilangkan kutu kucing yang efektif.

Gejala kucing terinfeksi kutu

Saat masih tahap awal, pemilik mungkin akan kesulitan melihat bentuk parasit secara langsung. Pasalnya, pinjal kucing (sebutan lain bagi kutu kucing) hanya berukuran sekitar 2 milimeter. Belum lagi telurnya yang mirip butiran pasir. Namun, biasanya kucing menunjukkan gejala atau ciri-ciri khusus. Dilansir Petco, berikut ciri dan gejala kucing kutuan:

  • Kulit gatal yang ditunjukkan dengan kebiasaan menggaruk terus-menerus
  • Menggigiti bulu dan kaki secara berlebihan
  • Rambut rontok nyaris di seluruh badan dan terparah di bagian ekor atau leher
  • Kemerahan atau tanda iritasi di kulit
  • Kelesuan akibat aktivitas kutu yang menyerap darah inang (biasanya terjadi pada level parah)
  • Butiran halus di bulu atau area tempat tidur kucing yang merupakan telur pinjal atau hewan kecil berlarian di antara bulu-bulu.

Parahnya, kutu dewasa yang berada di tubuh kucing hanya mewakili lima persen dari jumlah total yang ada di rumahmu, melansir RSPCA UK. Telur, larva, bahkan kepompongnya bisa saja tersebar di seluruh lingkungan tempat tinggal kucing.

Baca Juga: 5 Cara Mengobati Mata Kucing Berair, Jangan Panik!

Cara menghilangkan kutu kucing

Perkembangbiakan kutu kucing sangatlah cepat. Untuk itu, kamu harus segera mengobati gangguan kesehatan kulit pada kucing ini. Beberapa upaya bisa kamu lakukan untuk membasmi kutu dewasa, telur, dan larva yang memungkinkan infeksi susulan. 

Sebagai catatan, cara menghilangkan kutu kucing ini memerlukan proses dan memakan waktu, ya. Jadi, tetap sabar dan lakukan perawatan secara rutin demi kesehatan anabul.

Konsultasi ke dokter menjadi langkah tepat untuk menemukan cara membasmi kutu kucing yang sesuai. Selain itu, langkah-langkah berikut juga bisa kamu tempuh.

1. Gunakan sisir khusus dengan gigi rapat (serit)

6 Cara Menghilangkan Kutu Kucing yang Efektif dan Anti Ribetilustrasi sisir kucing (pexels.com/RODNAE Productions)

Di pet shop, kamu bisa menemukan sisir khusus untuk kutu atau biasa disebut serit. Sisir ini memiliki bentuk gigi rapat yang bertujuan untuk merontokkan kutu kucing. Selain itu, langkah ini juga dapat membantu menggaruk, sehingga meredakan gatal yang dialami kucing. 

Cara menggunakannya mudah, cukup sisir bulu kucing dari area kepala hingga ekor. Untuk merontokkan kutu yang tersangkut di sisir, siapkan air deterjen hangat, biarkan kutu 'berendam' hingga mati. Lakukan dua hingga tiga kali sehari.

Menghilangkan kutu kucing dengan serit memang mudah dan murah. Namun, membutuhkan lebih banyak waktu. Belum lagi jika anabul berontak dan kutu justru terbang. Maka dari itu, akan lebih efektif jika kamu mengombinasikannya dengan cara menghilangkan kutu kucing lainnya. 

2. Mandi dengan sampo anti kutu

6 Cara Menghilangkan Kutu Kucing yang Efektif dan Anti Ribetilustrasi kucing mandi (pexels.com/Karin Chantanaprayura)

Membilas seluruh bulu dan tubuh anabul secara rutin juga bisa jadi alternatif cara menghilangkan kutu kucing. Memandikan kucing akan menghilangkan kotoran yang menempel, termasuk kutu dan telurnya.

Nah, agar semakin efektif, pastikan menggunakan sampo anti kutu khusus kucing, ya. Kamu bisa menemukannya dengan mudah di toko khusus perlengkapan hewan. Setelah mengeringkan bulu, kamu bisa melanjutkan perawatan dengan menyerit bulunya.

3. Berikan semprotan atau bedak anti kutu

6 Cara Menghilangkan Kutu Kucing yang Efektif dan Anti Ribetilustrasi kucing (pexels.com/Marco Blazevic)

Selain sampo khusus, tersedia juga produk semprotan atau bedak anti kutu. Cukup semprotkan atau tabur ke bulu-bulu kucing secara rutin untuk membantu mengurangi kemampuan hidup kutu. 

Cara menghilangkan kutu kucing dengan dua produk ini bersifat sementara saja. Sebab, begitu cairan menguap atau bedak rontok, baik semprotan maupun bedak, gak lagi aktif sebagai antikutu.  

Baca Juga: 4 Perbedaan Scabies dan Jamur pada Kucing, Jangan Keliru!

4. Aplikasikan obat anti kutu spot on

6 Cara Menghilangkan Kutu Kucing yang Efektif dan Anti Ribetilustrasi memberikan obat tetes di tengkuk kucing (pexels.com/Engin Akyurt)

Perawatan obat spot on merupakan pilihan mengusir kutu yang efektif. Obat ini umumnya berbentuk cair yang diletakkan di pipet tertutup kecil. Kamu hanya perlu meneteskannya sesuai dosis pada kulit tengkuk kucing. Pastikan menyibak bulu sebelum mengaplikasikannya, ya.

Cara kerja obat tetes bisa berbeda tergantung pada masing-masing merek. Namun, umumnya, bahan aktif pada obat ini akan menyerap ke kulit kucing dan melindunginya hingga 28 hari. Begitu kutu menggigit kulit anabul, ia akan segera meninggoy. Obat ini juga dapat meredakan gejala dermatitis alergi kutu (FAD) akibat air liur kutu pada kucing. 

5. Obat minum dan obat suntik

6 Cara Menghilangkan Kutu Kucing yang Efektif dan Anti Ribetilustrasi kucing disuntik (freepik.com/prostooleh)

Dua jenis obat ini berbeda dengan obat spot on. Jika obat tetes bisa dibeli secara bebas, obat minum dan obat suntik harus diberikan oleh dokter. Biasanya kandungan utama pada obat kutu oral adalah ivermectin yang bertindak sebagai obat cacing. 

Adapun obat kutu suntik biasanya mengandung senyawa aktif lufenuron yang membunuh telur dan larva kutu. Namun, obat ini gak cukup efektif membunuh pinjal dewasa. Kombinasi perawatan mungkin direkomendasikan untuk hasil terbaik. 

6. Bersihkan lingkungan tinggal kucing

6 Cara Menghilangkan Kutu Kucing yang Efektif dan Anti Ribetilustrasi tempat tinggal kucing (pexels.com/Lubomir Vladikov)

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, kutu dewasa memang tinggal di tubuh inangnya, yakni kucing itu sendiri. Namun, telur, larva, hingga kepompong kutu bisa tersebar di tempat anabul berdiam. Misalnya, pada kasur atau karpet.

Selain pada baju, kamu perlu membersihkannya dan melakukan penyedotan atau vakum dengan rutin. Setidaknya lakukan setiap hari hingga tiga kali seminggu. Jangan lupa, bersihkan pula sisa kotoran yang menempel di boks alat penyedot. 

Cara menghilangkan kutu kucing bisa dibilang gampang-gampang susah. Ini memerlukan kesabaran dan ketelatenan, karena kutu kucing cepat berkembang. Untuk itu, hindari penularan kutu dengan menjaga kebersihan lingkungan dan batasi area main anabul, ya!

Baca Juga: 18 Istilah dalam Dunia Kucing yang Perlu Kamu Tahu

Topic:

  • Laili Zain
  • Lea Lyliana
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya