Spesies Kucing Baru, Kenapa Penemuan Tilcayo Bikin Gempar Dunia Sains?

- Ilmuwan mengidentifikasi tilcayo (Leopardus tilcayo), kucing liar kecil asli hutan pegunungan Bolivia, melalui analisis genetik kompleks kucing belang.
- Tilcayo menjadi spesies kucing liar pertama yang benar-benar baru ditemukan sains dalam lebih dari seabad; keberadaannya sebelumnya hanya dikenal warga lokal Bolivia.
- Penelitian menyusun ulang kompleks kucing belang menjadi lima spesies, memperjelas evolusi serta berpotensi mengubah penilaian populasi dan strategi konservasi kucing liar.
Baru-baru ini, ilmuwan menemukan spesies kucing liar kecil baru yang hidup di hutan pegunungan Bolivia. Menariknya, kucing ini jadi spesies kucing pertama yang ditemukan sains setelah lebih dari 100 tahun. Tilcayo, namanya.
Tilcayo atau tilcayo tiger cat (Leopardus tilcayo) merupakan spesies kucing liar kecil terbaru asli dari Bolivia. Gak cuma masyarakat umum dan penggemar kucing saja yang dibuat gembira. Penemuan tilcayo juga menghenyakkan banyak pakar sains di seluruh dunia. Kenapa penemuan spesies kucing ini menggemparkan dunia sains? Seberapa penting penemuan tilcayo pada sains?
1. Tilcayo adalah penemuan yang gak disangka-sangka

Tilcayo memperlihatkan tampilan sekujur tubuhnya. (commons.wikimedia.org/Alessandro Verniani) Tilcayo atau tilcayo tiger cat (Leopardus tilcayo) merupakan bagian dari kelompok kucing liar yang disebut tiger cat atau kucing belang. Kamu mungkin lebih mengenal kelompok kucing ini dengan nama kucing oncilla. Oncilla merupakan kompleks spesies, atau lebih spesifik, spesies samar (cryptic species). Kucing oncilla sebenarnya ada beberapa spesies yang tersembunyi di bawah satu nama spesiesnya, Leopardus tigrinus.
Mengutip laman Sci.News, pada 2013 lalu, kucing oncilla resmi dibagi jadi dua spesies, yaitu oncilla utara (Leopardus tigrinus) dan kucing belang selatan atau southern tiger cat (L. guttulus). Pada 2024, analisis genetik kompleks spesies ini kembali menunjukkan kalau oncilla sebenarnya ada tiga spesies. Subspesies oncilla utara, L. t. pardinoides, ternyata spesies tersendiri, yaitu kucing belang awan atau clouded tiger cat (L. pardinoides).
Kompleks spesies kucing belang ini memang terkenal misterius. Sejarah evolusinya dalam pohon keluarga kucing belum dipahami betul. Terlebih lagi, kucing-kucing ini sulit diamati di lapangan karena begitu miripnya dengan satu sama lain dan hidupnya yang jauh di pedalaman hutan.
Kali ini, analisis genetik terbaru pada kompleks spesies ini membuahkan hasil yang menggemparkan dunia sains. Bukan dua atau tiga, kompleks spesies kucing belang sebenarnya terbagi jadi lima spesies. Hasil penelitian ini diterbitkan jurnal Current Biology 17 September 2026 lalu.
Penelitian ini mengonfirmasi empat spesies kucing belang yang sebelumnya sudah diusulkan; kucing belang selatan (L. guttulus), kucing belang timur (L. emiliae), kucing belang awan (L. pardinoides), dan oncilla utara (L. tigrinus). Subspesies baru oncilla utara di wilayah Antisuyu, L. t. antisuyo, juga resmi diakui. Yang paling heboh adalah ditemukannya spesies kucing terbaru dalam kompleks kucing belang yang sebelumnya belum pernah teridentifikasi. Leopardus tilcayo.
2. Tilcayo spesies kucing liar kecil yang benar-benar baru

Tilcayo memperlihatkan tampak samping wajahnya. (commons.wikimedia.org/Alessandro Verniani) Penemuan tilcayo ini mengukir sejarah taksonomi dalam keluarga kucing. Tilcayo jadi spesies kucing liar pertama yang ditemukan sains setelah lebih dari seabad berlalu setelah kucing pampas (Leopardus colocola) ditemukan pada 1923. Yang membuatnya makin spesial, Leopardus tilcayo belum pernah dijumpai sebelumnya.
Menemukan spesies mamalia baru memang bukan hal langka. Menurut studi dalam Journal of Mammalogy 2025 lalu, sekitar 65 spesies mamalia baru diakui setiap tahunnya. Akan tetapi, kebanyakan dari spesies-spesies baru itu adalah hasil dari perpecahan.
Laman NBC News mengambil contoh kasus macan dahan sunda asli Indonesia. Dulu, macan dahan yang hidup di Sumatra dan Kalimantan cuma dikira subspesies atau bagian populasi dari macan dahan benua (Neofelis nebulosa). Baru pada 2006, macan dahan di Indonesia diakui sebagai spesies tersendiri, yakni macan dahan sunda atau Neofelis diardi.
Pada kasus tilcayo, keberadaan kucing belang kecil Bolivia ini belum pernah terendus sebelumnya di dunia sains. Ia bukan subspesies yang sebelumnya sudah dikenal lalu diusulkan jadi spesies sendiri. Ia juga bukan spesies yang sebelumnya pernah diusulkan lalu resmi diakui. Tilcayo ini kucing liar kecil yang benar-benar baru ditemukan.
3. Tilcayo sebenarnya sudah "muncul" lebih dari 1 juta tahun lalu

Tilcayo mencakar kamera. (commons.wikimedia.org/Alessandro Verniani) Dalam studi, Leopardus tilcayo diperkirakan memisahkan diri dari oncilla utara (L. tigrinus) dan kucing belang selatan (L. guttulus) lebih dari 1,4 juta tahun lalu. Jarak evolusinya ini sebanding dengan jarak evolusi singa modern dengan singa gua yang sudah lama punah. Herannya, tilcayo bisa hidup selama ini di hutan pegunungan Bolivia tanpa terdeteksi oleh dunia sains modern.
Namun, warga lokal Bolivia di sekitaran tempat tinggal tilcayo memang sudah kenal dengan kucing liar ini. Hanya saja, gak ada satu pun yang mengira kalau kucing liar itu belum dikenal sains. Tilcayo cuma dikira spesies kucing belang biasa lainnya yang berkeliaran di hutan. Selama ini, kucing itu cuma disebut "Tilcayo" yang gak punya makna tertentu.
4. Dampak penemuan tilcayo pada taksonomi dan konservasi kucing liar

Leopardus pardinoides, kerabat dekat tilcayo yang terancam punah. (commons.wikimedia.org/Emily Turteltaub Nelson) Hasil penelitian genetik 2026 ini sangat penting bagi kucing liar secara keseluruhan. Pertama, kita bisa lebih mengenal kompleks spesies kucing belang yang dikenal misterius. Menurut pendapat pakar taksonomi Fabio Oliveira do Nascimento yang dimuat Live Science, temuan ini memperjelas sejarah alam, evolusi, dan taksonomi kompleks kucing belang.
Kedua, hasil penelitian ini juga bakal mengubah cara pakar kucing liar kecil dalam mengelompokkan spesies-spesies kucing liar kecil lainnya. FYI, kelompok kucing liar kecil seperti genus Leopardus dan Pardofelis memang kurang begitu dipahami dibandingkan kelompok kucing liar besar semacam Panthera. Menurut James Sanderson, pendiri sekaligus direktur organisasi konservasi kucing liar Small Wild Cat Conservation Foundation, temuan ini kemungkinan baru awal dari penemuan-penemuan selanjutnya. Bukan tidak mungkin akan terungkap spesies-spesies kucing liar kecil baru di Afrika dan Asia, ungkapnya dalam laman National Geographic.
Pemahaman baru dari penelitian ini juga menyusun ulang pohon keluarga kucing yang ternyata punya jauh lebih banyak cabang dari yang awal diperkirakan. Cabang tambahan ini bakal membawa dampak nyata pada upaya konservasi kucing liar. Kalau di satu wilayah yang luas ada satu spesies, bisa jadi spesies itu tidak terancam.
Namun, bila kita sekarang tahu kalau spesies itu gak cuma satu melainkan lima spesies, maka bisa disimpulkan kalau populasi masing-masing spesies di wilayah itu sangat rendah. Status konservasi tiap spesies berpotensi berubah. Upaya konservasi pun turut berubah, bahkan perlu dilipatgandakan.
Penemuan tilcayo ini menunjukkan kalau pada kelompok hewan yang populer seperti kucing sekalipun masih ada spesies baru yang bisa ditemukan. Bayangkan ada berapa banyak spesies-spesies di luar sana yang hidup tanpa sepengetahuan kita. Ternyata, masih banyak hal baru yang bisa kita temukan di bumi tercinta.


![[QUIZ] Kucing Peliharaanmu Menganggapmu Sebagai Apa, Babu atau Teman?](https://image.idntimes.com/post/20250508/pexels-helenalopes-8076355-c7f9366a807e8d95029aa45cdce0d5f7.jpg)



















