Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Kucing Mengeong dengan Suara yang Berbeda-beda?

6 min read
Kenapa Kucing Mengeong dengan Suara yang Berbeda-beda?
ilustrasi kucing mengeong (unsplash.com/Jan Ledermann)
  • Kucing memakai variasi mengeong untuk berkomunikasi dengan manusia, seperti menyapa, meminta makanan, perhatian, atau merespons lingkungan; pola suara dapat terbentuk dari pengalaman interaksi dengan pemilik.
  • Arti mengeong tidak bisa ditentukan dari nada saja. Durasi, frekuensi, situasi, serta bahasa tubuh—termasuk telinga, ekor, mata, dan postur—perlu diamati bersama untuk memahami maksudnya.
  • Setiap kucing punya karakter vokal berbeda, tetapi perubahan mendadak seperti lebih vokal, jeritan, atau lolongan disertai perubahan perilaku perlu diperiksakan ke dokter hewan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah memperhatikan kalau suara mengeong setiap kucing ternyata tidak sama? Ada kucing yang mengeong dengan suara kecil dan lembut, sementara kucing lainnya bisa terdengar nyaring, serak, bahkan seperti sedang mengobrol dengan pemiliknya. Menariknya, satu kucing pun bisa mengeluarkan suara mengeong yang berbeda tergantung situasi.

Mengeong merupakan salah satu cara kucing berkomunikasi, terutama dengan manusia. Suara tersebut dapat digunakan untuk menyapa, meminta makanan, mencari perhatian, atau menunjukkan bahwa ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman. Jadi, bukan hanya jenis suaranya yang perlu diperhatikan, tetapi juga nada, durasi, frekuensi, serta situasi ketika kucing mengeong.

  1. 1. Kenapa kucing mengeong dengan suara yang berbeda-beda?

    Kucing menggunakan berbagai variasi suara untuk menyampaikan kebutuhan dan respons terhadap lingkungan di sekitarnya. Pada kucing dewasa, mengeong lebih sering digunakan untuk berkomunikasi dengan manusia daripada dengan sesama kucing. Hal ini membuat kucing dapat mengembangkan pola suara tertentu berdasarkan pengalaman dan interaksinya dengan pemilik.

    Misalnya, kucing mungkin belajar bahwa mengeong dengan suara tertentu membuat pemiliknya memberikan makanan atau membuka pintu. Karena itu, suara mengeong bisa berubah sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

    Penelitian yang diterbitkan dalam Scientific Reports pada 2025 juga menemukan bahwa suara mengeong kucing memang memiliki ciri individual, tetapi lebih fleksibel dibandingkan dengkuran (purring). Dalam penelitian tersebut, peneliti menganalisis 276 suara mengeong dari 14 kucing dan menemukan bahwa suara mengeong dapat digunakan untuk mengenali individu dengan akurasi sekitar 63,2 persen.

  2. 2. Tipe-tipe mengeong dan artinya

    Tidak ada satu "kamus" yang bisa menerjemahkan setiap suara kucing secara pasti. Namun, perubahan nada, panjang suara, dan frekuensi mengeong dapat memberikan petunjuk mengenai apa yang sedang diinginkan kucing.

    • Mengeong singkat

    Suara mengeong yang pendek biasanya muncul ketika kucing menyapa. Misalnya, kucing bisa mengeong ketika pemilik baru pulang atau ketika melihat orang yang dikenalnya.

    • Mengeong panjang

    Mengeong dengan durasi lebih panjang sering kali digunakan ketika kucing menginginkan sesuatu. Makanan, perhatian, atau keinginan untuk masuk dan keluar ruangan bisa menjadi beberapa penyebabnya.

    • Mengeong berkali-kali

    Kucing yang sangat bersemangat atau ingin mendapatkan perhatian dapat mengeong berulang kali. Jika suara ini muncul ketika pemilik sedang berada di dekatnya, bisa jadi kucing sedang berusaha mengajak berinteraksi.

    • Mengeong dengan nada tinggi

    Suara mengeong bernada tinggi dapat muncul ketika kucing sedang meminta sesuatu, termasuk makanan. Namun, nada suara saja tidak cukup untuk menentukan maksud kucing. Situasi dan bahasa tubuh tetap perlu diperhatikan.

  3. 3. Apakah setiap kucing punya suara mengeong yang berbeda?

    trik psikologis kucing memicu rasa panik pemilik
    ilustrasi kucing mengeong (unsplash.com/Huy Phan)

    Ya, setiap kucing dapat memiliki karakter suara yang berbeda. Faktor seperti usia, anatomi tubuh, kepribadian, pengalaman, serta interaksi dengan manusia dapat memengaruhi karakter vokalnya.

    Ada kucing yang memiliki suara tipis dan tinggi, sementara kucing lain terdengar lebih berat atau serak. Bahkan, kucing yang tinggal di rumah yang sama dapat memiliki pola mengeong yang sangat berbeda.

    Namun, suara mengeong bukanlah "sidik suara" yang selalu sama. Kucing dapat mengubah suara yang dikeluarkannya sesuai situasi. Kucing domestik memiliki variasi suara mengeong yang lebih besar dibandingkan beberapa kerabat liarnya. Hal ini kemungkinan berkaitan dengan fleksibilitas vokal yang berkembang selama proses domestikasi.

  4. 4. Bagaimana cara memahami arti suara kucing?

    Jangan hanya mengandalkan suara ketika mencoba memahami kucing. Perhatikan juga apa yang sedang terjadi dan bahasa tubuhnya.

    Mengeong pendek sambil berjalan mendekati pemilik mungkin merupakan sapaan. Sementara itu, mengeong berkali-kali di dekat mangkuk makanan yang kosong lebih mungkin berkaitan dengan keinginan untuk makan.

    Perhatikan pula posisi telinga, ekor, mata, dan tubuhnya. Kucing yang rileks biasanya menunjukkan bahasa tubuh yang berbeda dari kucing yang sedang takut atau terancam. Telinga yang mendatar ke belakang, tubuh yang menegang, ekor yang bergerak gelisah, serta suara mendesis atau menggeram dapat menjadi tanda bahwa kucing sedang merasa tidak nyaman atau defensif.

    Artinya, satu suara tidak selalu memiliki satu arti. Cara terbaik untuk memahami kucing adalah melihat pola suara sekaligus konteks dan bahasa tubuhnya.

  5. 5. Suara kucing selain mengeong

    Mengeong bukan satu-satunya suara yang digunakan kucing untuk berkomunikasi. Ada suara lain yang digunakan kucing untuk berkomunikasi:

    • Dengkuran (purring) sering dikaitkan dengan rasa nyaman dan interaksi sosial. Namun, kucing juga dapat mendengkur ketika merasa cemas atau mencoba menenangkan dirinya sendiri. Karena itu, dengkuran tidak selalu berarti kucing sedang bahagia.
    • Geraman (growling) biasanya berkaitan dengan rasa takut, cemas, atau ancaman. Jika disertai bulu yang mengembang, punggung melengkung, atau postur tubuh yang tegang, kucing kemungkinan sedang sangat terganggu.
    • Desisan (hissing) merupakan suara seperti udara yang keluar dari ban. Kucing biasanya mendesis ketika merasa sangat terancam atau tidak nyaman. Suara ini dapat menjadi peringatan agar orang atau hewan lain menjaga jarak.

    Ada pula suara seperti chirping, chattering, yowling, dan caterwauling. Suara-suara tersebut dapat muncul secara alami dalam situasi tertentu dan tidak selalu menunjukkan adanya masalah.

  6. 6. Kapan perlu waspada dengan suara mengeong kucing?

    Ilustrasi seekor kucing mengeong dengan mulut terbuka, menggambarkan suara atau komunikasi hewan peliharaan.
    ilustrasi kucing mengeong (pixabay.com/fapro1)

    Perubahan suara tidak selalu berarti kucing sedang sakit. Namun, pemilik sebaiknya lebih waspada jika kucing tiba-tiba menjadi jauh lebih vokal daripada biasanya atau mengeluarkan suara yang terdengar seperti jeritan, lolongan, atau keluhan.

    Mengeong secara berlebihan juga perlu diperhatikan jika muncul bersamaan dengan perubahan perilaku lain. Misalnya, kucing menjadi lebih gelisah, kehilangan nafsu makan, lebih sering bersembunyi, mengalami perubahan kebiasaan buang air, atau tampak kesakitan.

    Pada kucing yang sudah tua, peningkatan vokalisasi juga dapat berkaitan dengan kebingungan, gangguan pendengaran, atau kondisi medis tertentu. Segera jadwalkan pemeriksaan dokter hewan jika kucing mengalami perubahan vokalisasi yang tidak biasa, terutama ketika disertai perubahan perilaku lainnya.

    Jadi, tidak semua kucing yang banyak mengeong sedang mengalami masalah. Yang lebih penting adalah mengenali pola normalnya sehingga perubahan yang tidak biasa bisa segera disadari.

    Jadi, kucing mengeong dengan suara yang berbeda-beda karena suara merupakan bagian dari cara mereka berkomunikasi dengan manusia. Nada, durasi, frekuensi, situasi, dan bahasa tubuh dapat membantu pemilik memahami maksud di balik suara tersebut. Dengan mengenali pola suara kucing sehari-hari, perubahan yang mengarah pada rasa tidak nyaman atau masalah kesehatan juga akan lebih mudah diketahui

    Referensi

    American Society for the Prevention of Cruelty to Animals. Diakses pada September 2026. Meowing and Yowling
    Business Insider. Diakses pada September 2026. You May Not Understand Your Cat's Meows As Well As You Think — Here's What They're Trying to Tell You
    Dreamies. Diakses pada September 2026. Cat Noises: What Different Cat Sounds Mean
    Purina. Diakses pada September 2026. Understanding Your Cat's Meow: Revealing Its True Implications
    Russo, D., Schild, A. B., & Knörnschild, M. (2025). Meows encode less individual information than purrs and show greater variability in domestic than in wild cats. Scientific Reports, 15(1), Article 43490.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More