ilustrasi bandara (pexels.com/Toàn Văn)
Ketiadaan bandara mungkin terdengar seperti hambatan besar bagi sebuah negara. Namun, kenyataannya tidak selalu demikian.
Vatican City dan San Marino memiliki akses mudah ke jaringan transportasi Italia. Monaco terhubung dengan bandara internasional di Nice. Sementara itu, Liechtenstein dan Andorra dapat memanfaatkan bandara di negara-negara yang berbatasan dengannya.
Bahkan, Monaco memiliki layanan helikopter yang menghubungkannya dengan Nice dalam waktu singkat. Artinya, wisatawan tetap dapat mencapai negara tersebut dengan relatif mudah meskipun tidak ada pesawat komersial yang mendarat langsung di dalam wilayahnya.
Pada akhirnya, keberadaan bandara sangat bergantung pada kebutuhan dan kondisi sebuah negara. Bagi negara dengan wilayah luas dan jumlah penduduk besar, bandara bisa menjadi infrastruktur penting untuk mendukung mobilitas, perdagangan, pariwisata, dan berbagai kebutuhan lainnya. Namun, bagi negara yang sangat kecil atau memiliki medan geografis yang sulit, membangun bandara sendiri belum tentu menjadi pilihan yang paling praktis.
Referensi
Ferrovial. Diakses pada September 2026. These Five Countries Have No Airport (Because There’s No Space)
Money Control. Diakses pada September 2026. No Airport. No Currency. No Language of Its Own. Yet This Tiny Country is One of the World’s Richest
Travel and Tour World. Diakses pada September 2026. Vatican City Reveals the World’s Smallest Nations and Their Extraordinary Global Power
Unearth the Voyage. Diakses pada September 2026. 5 Countries in the World That Don’t Have a Single Airport