Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengapa Bulan Bisa Mempengaruhi Pasang Surut Air Laut? Ini Jawabanya!

ilustrasi bulan (pexels.com/David Besh)
ilustrasi bulan (pexels.com/David Besh)
Intinya sih...
  • Definisi pasang surut air laut: aktivitas naik turunnya tinggi permukaan air laut secara periodik di laut dalam maupun pantai.
  • Peran bulan dalam pasang surut: gravitasi bulan menarik massa air di bumi, menyebabkan terjadinya pasang surut air laut.
  • Dampak pasang surut air laut: memberikan dampak positif dan negatif bagi kehidupan manusia dan lingkungan khususnya yang tinggal di daerah pesisir.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Fenomena pasang surut air laut sudah tidak asing lagi di telinga kita. Sesekali hamparan air laut akan menjauh dari bibir pantai dan perlahan merangkak naik menyapu pasir pantai. Bukan semata-mata kebetulan alam, melainkan hasil kerja sama antara air laut dan bulan. Lalu bagaimana bisa bulan menjadi pemeran utama dalam fenomena pasang surut? Yuk, cari tahu jawabannya melalui artikel berikut ini!

1. Definisi pasang surut air laut

ilustrasi gelombang laut (pexels.com/Soly Moses)
ilustrasi gelombang laut (pexels.com/Soly Moses)

Pasang sururt merupakan aktivitas naik dan turunnya tinggi permukaan air laut secara periodik. Fenomena ini terjadi di laut dalam maupun pantai. Bagi masyarakat Indonesia, pasang surut air laut adalah hal yang biasa dan dapat diamati pada pagi, siang, sore, dan malam.

Sebelum membahas lebih dalam, perlu diketahui bahwa tinggi air laut di pantai memiliki nilai rata-rata. Nilai ketinggian rata-rata ini adalah nilai ketinggian permukaan air laut saat normal. Apabila ketinggian air laut melebihi nilai ketinggian rata-rata, maka bisa dipastikan saat itu air laut sedang mengalami kenaikan atau pasang. Sebaliknya, jika tinggi permukaan air laut berada di bawah nilai rata-rata, maka sedang terjadi surut.

Ketingian rata-rata air laut saat tidak terjadi pasang surut biasa disebut dengan istilah Mean Sea Level (MSL). Di wilayah Indonesia MSL bisa sedikit lebih tinggi, yakni sekitar 0,5-1 meter di atas datum global.

2. Peran bulan dalam pasang surut air laut

ilustrasi arus laut (unsplash.com/Guillaume de Germain)
ilustrasi arus laut (unsplash.com/Guillaume de Germain)

Salah satu pengaruh bulan yang paling nyata adalah adanya fenomena pasang surut air laut. Hal ini karena gravitasi bulan mempengaruhi pasang surut, di mana bulan menarik massa air di bumi.

Adanya gravitasi bulan menarik air laut sehingga permukaannya terlihat seperti dua tonjolan. Satu sisinya akan menghadap ke arah bulan, sedangkan sisi satunya berlawanan akibat rotasi bumi. Lokasi tonjolan ini juga bisa berpindah karena adanya rotasi bumi, sehingga di beberapa wilayah bisa saja terjadi pasang sebanyak dua kali sehari. Jadi, dapat dikatakan tarikan gravitasi bulan menyebabkan terjadinya pasang surut air laut di bumi.

3. Dampak pasang surut air laut

ilustrasi bulan (pexels.com/GEORGE DESIPRIS)
ilustrasi bulan (pexels.com/GEORGE DESIPRIS)

Pasang surut air laut bukanlah hal asing, namun tetap saja memberikan dampak positif dan negatif bagi kehidupan manusia dan lingkungan khususnya yang tinggal di daerah pesisir.

Dampak positif pasang surut air laut:

  • Saat air laut pasang petani garam akan memanfaatkan momen tersebut untuk mengisi petak demi memproduksi garam. Saat air laut surut garam tersebut dapat mengering dan siap diolah.
  • Penduduk pesisir akan memanfaatkan ikan-ikan yang terbawa ke daratan saat musim pasang surut untuk memenuhi kebutuhan dapur atau dijual.
  • Dimanfaatkan sebagai sumber energi atau tenaga listri demi menghidupkan generator.

Dampak negatif pasang surut air laut:

  • Adanya pendangkalan dermaga sehingga kapal-kapal sulit berlabuh.
  • Banyak ikan-ikan yang sebaiknya tidak dikonsumsi terdampak di pesisit pantai seperti paus.
  • Berisiko terjadinya ombak besar yang membahayakan.

4. Faktor-faktor yang mempengaruhi pasang surut

ilustrasi arus laut (unsplash.com/Mick Kirchman)
ilustrasi arus laut (unsplash.com/Mick Kirchman)

Meskipun fenomena pasang surut adalah hal yang biasa, namun tidak lepas dari beberapa faktor penting yang mendukung bagaimana pasang surut dapat terjadi. Berikut faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pasang surut:

  • Geografis: Bentuk garis pantai sangat menentukan besar kecilnya pasang surut. Area teluk yang menyempit dapat memperkuat daya pasang karena ada pemusatan massa air. Sedangkan, garis pantai yang tidak beraturan cenderung menghambat aliran air, sehingga fenomena pasang surut menjadi bervariasi.
  • Meteorologi: Pola angin dan cuaca yang tidak menentu sangat berpengaruh terhadap pasang surut. Dorongan angin yang terlampau kuat biasanya membawa air ke arah pantai, sehingga air laut akan naik yang disebabkan gelombang badai atau angin. Sebaliknya, angin lepas pantai mampu mengurangi ketinggian pasang surut. Angin yang terbawa secara konsisten ke satu arah dari waktu ke waktu menghasilkan arus yang dapat mengganggu siklus pasang surut.
  • Revolusi bulan: Gravitasi bulan memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap pasang surut dibandingkan dengan gravitasi matahari. Hal ini dikarenakan bulan memiliki massa yang lebih besar, sehingga air laut yang sifatnya cair sangat mudah ditarik oleh bulan dibandingkan daratan yang lebih padat.
  • Rotasi bumi: Karena bumi terus berputar pada porosnya, maka wilayah laut di permukaan lainnya akan bergantian berhadapan dengan bulan atau matahari. Adanya perpindahan posisi inilah yang menyebabkan kapan air laut akan tertarik oleh gravitasi bulan dan matahari.
  • Revolusi bumi terhadap matahari: Bulan dan bumi bergerak bersama dalam orbitnya, sehingga pada beberapa momen posisi bulan dan matahari terlihat berdekatan atau searah. Kedua benda langit tersebut bergabung dan memiliki gaya gravitasi yang begitu besar, artinya air laut akan tertarik lebih kuat dan menciptakan pasang yang lebih tinggi dari biasanya.

5. Jenis-jenis pasang surut

ilustrasi arus laut (pexels.com/Ben Mack)
ilustrasi arus laut (pexels.com/Ben Mack)

Tahukah kamu bahwa pasang surut memiliki 3 jenis yang berbeda. Pola pasang surut ini bervariasi secara global karena pengaruh geografis atau garis pantai dan kedalaman laut. Berikut jenis-jenis pasang surut:

  • Pasang surut semidiurnal: terjadi dua kali pasang dan dua kali surut yang secara berurutan dalam jangka waktu 12 jam 54 menit.
  • Pasang surut diurnal: dalam satu hari terjadi dua kali pasang dan satu kali pasang surut dengan periode 24 jam 50 menit.
  • Pasang surut campuran: dalam sehari terdapat dua kali pasang dan dua kali surut dengan tinggi muka air laut dan periode berbeda.

Itu dia informasi seputar pengaruh bulan terhadap pasang surut air laut. Bisa dikatakan bahwa bulan menarik bumi dengan gaya gravitasi, sehingga air laut yang cair lebih mudah untuk ditarik oleh gravitasi bulan. Pasang surut ini dipengaruhi oleh faktor geografis, revolusi bulan, rotasi bumi, dan revolusi bumi terhadap matahari. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan bagi siapapun yang membacanya, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More

Kenapa Lidah Reptil Bercabang?

28 Jan 2026, 18:28 WIBScience