Burung pelikan (commons.wikimedia/JJ Harrison)
Gaya hidup dan habitat burung menentukan bagaimana sayap burung terbentuk. Burung yang mendiami hutan lebat atau burung yang memangsa serangga terbang dan hewan bergerak cepat lainnya, memiliki sayap cenderung pendek dan lebar, yang digambarkan sebagai sayap elips. Sayap elips memungkinkan burung untuk melakukan manuver cepat dan rumit. Sayap ini memiliki tingkat kelengkungan yang tinggi dan banyak celah. Sayap yang sangat melengkung memberikan daya angkat yang lebih besar daripada sayap yang lebih pipih.
Burung pipit, burung finch, burung kukuk, burung belibis, dan burung hantu lumbung memiliki sayap elips yang mengembangkan kelengkungan dan celah yang tinggi. Berkat karakteristik sayap ini, burung-burung dengan sayap elips mampu melakukan manuver yang rumit.
Merpati memiliki sayap lebar untuk kemampuan menuver tetapi juga ujung yang memanjang dan runcing untuk meningkatkan kecepatannya. Untuk meredam suara yang dihasilkan ketika burung hantu lumbung menukik ke arah mangsa, bulu-bulu terbangnya telah mengembangkan tepi berjumbai, dan bulu penutupnya menjadi lembut dan berbulu halus.
Sementara itu, burung pemangsa besar, seperti burung nasar, elang, rajawali, kondor, angsa, dan bangau, memiliki sayap yang mampu mengangkat beban tinggi. Sayap mereka lebar dan sangat melengkung, dengan banyak celah di ujungnya. Sedikit saja aliran udara ke atas sudah cukup untuk mengangkat burung-burung berat ini. Bulu-bulu terbang bagian dalam memberikan sebagian besar daya angkat di dalam termal, sedangkan bulu-bulu primer yang panjang dan menyerupai jari digunakan untuk bermanuver dan menciptakan daya dorong dan daya angkat tambahan.
Banyak burung laut yang hidup di tepian pantai dan terbang jarak jauh demi makanan, serta banyak burung migran, memiliki sayap yang hampir datar, sempit, panjang, dan runcing. Sayap ini dikaitkan dengan kemampuan terbang cepat. Elang peregrine, camar, angsa, bebek, burung walet, dan burung layang-layang adalah contoh burung yang terbang cepat. Sayap yang panjang, sempit, dan melengkun ke belakang ditemukan pada beberapa burung yang mengembangkan kecepatan tinggi, seperti burung walet.
Sebagai penutup, sayap burung berbeda-beda karena menyesuaikan habitat dan kebutuhan. Burung albatros dan gannet memiliki sayap melayang aktif untuk menghemat energi selama melakukan penerbangan panjang. Begitupun dengan jenis sayap lain seperti melayang pasif, sayap berkecepatan tinggi, hingga sayap melayang yang desainnya menyesuaikan apa yang burung-burung itu butuhkan di habitatnya.