Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kumis Walrus, Senjata Hidup di Kegelapan Dasar Laut
ilustrasi walrus (unsplash.com/Romy Vreeswijk)
  • Kumis walrus terdiri dari ratusan vibrissae sensitif yang terhubung dengan saraf, memungkinkan mereka merasakan getaran dan tekstur di lingkungan laut yang gelap.
  • Vibrissae membantu walrus menemukan makanan seperti kerang di dasar laut berlumpur dengan mendeteksi perbedaan tekstur antara pasir, batu, dan hewan kecil.
  • Baik walrus jantan maupun betina memiliki kumis tebal sejak muda, berfungsi vital untuk berburu dan bertahan hidup di habitat Arktik yang minim cahaya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kalau melihat walrus sekilas, banyak orang langsung fokus pada gading panjangnya. Padahal, ada satu bagian tubuh walrus yang tak kalah unik, yaitu kumis tebal di sekitar mulutnya. Kumis ini membuat walrus terlihat lucu sekaligus garang. 

Namun ternyata, “kumis” tersebut bukan sekadar hiasan alami. Di balik tampilannya yang mencolok, kumis walrus ternyata punya fungsi penting untuk bertahan hidup di lingkungan Arktik yang gelap dan dingin. Bahkan, tanpa kumis itu, walrus kemungkinan akan kesulitan mencari makan di dasar laut. Yuk, kita bahas fakta menarik seputar kumis tebal walrus!

1. Kumis walrus bukan rambut biasa

Kumis walrus sebenarnya terdiri atas ratusan rambut kaku yang disebut vibrissae atau kumis sensorik. Jumlahnya bisa mencapai sekitar 400 hingga 700 helai. Berbeda dengan kumis manusia yang lebih bersifat kosmetik, kumis walrus adalah organ sensor yang sangat sensitif.

Setiap helai vibrissae terhubung dengan banyak saraf dan pembuluh darah. Kumis tersebut tertanam cukup dalam di bagian moncong walrus dan tersambung dengan area otak yang memproses sentuhan. Karena itulah, walrus mampu merasakan getaran dan tekstur kecil di dalam air.

Menariknya lagi, bagian kumis yang berada tepat di atas bibir atas adalah area paling sensitif. Area ini membantu walrus mengenali bentuk benda dengan sangat akurat, bahkan di tempat yang hampir tidak memiliki cahaya.

2. Membantu mencari makanan di laut yang keruh

Walrus hidup di wilayah Arktik dan sering mencari makan di dasar laut yang berlumpur. Makanan favoritnya adalah kerang, siput laut, udang, dan berbagai hewan kecil yang hidup di dasar samudra. Masalahnya, dasar laut Arktik sering sangat gelap dan keruh. Saat walrus menggali lumpur, air di sekitarnya menjadi penuh endapan sehingga penglihatan makin terbatas. Dalam kondisi seperti itu, mata saja tidak cukup membantu.

Di sinilah kumis tebal walrus menjadi alat utama untuk berburu makanan. Walrus akan menggesekkan moncongnya ke dasar laut sambil menggerakkan kumisnya ke kiri dan kanan. Kumis tersebut mampu membedakan tekstur kerang, pasir, batu, atau benda lain di sekitarnya. Jadi, walrus bisa tahu mana makanan dan mana yang bukan.

Setelah menemukan kerang, walrus menggunakan mulutnya seperti penyedot vakum. Mamalia ini akan mengisap bagian lunak di dalam cangkang tanpa perlu menghancurkan kerangnya terlebih dahulu.

3. Bisa berburu tanpa mengandalkan penglihatan

ilustrasi walrus (unsplash.com/Francis Nie)

Walrus memiliki kemampuan sensorik yang luar biasa berkat vibrissae mereka. Kumis ini memungkinkan walrus mendeteksi ukuran, bentuk, dan tekstur benda yang tersembunyi di dalam lumpur.

Bahkan, walrus tetap bisa mencari makan dengan efektif meski berada dalam air yang sangat gelap. Karena itulah, indera peraba mereka jauh lebih penting dibanding penglihatan.

Tanpa kumis sensorik tersebut, walrus kemungkinan akan kesulitan bertahan hidup. Apalagi penglihatan mereka sebenarnya tidak terlalu tajam dibanding kemampuan sentuhnya.

4. Walrus jantan dan betina sama-sama berkumis

Tidak seperti beberapa hewan lain yang memiliki ciri khusus hanya pada jantan, semua walrus memiliki kumis tebal, baik jantan maupun betina. Kumis ini sudah dimiliki sejak usia muda dan terus digunakan sepanjang hidup mereka untuk mencari makan di dasar laut. Jadi, fungsi utamanya benar-benar berkaitan dengan kelangsungan hidup, bukan sekadar penampilan.

5. Manusia juga punya “kumis walrus”

Menariknya, manusia ternyata menamai salah satu gaya kumis dengan sebutan “walrus mustache.” Gaya ini terkenal pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20 dan bentuknya lebat menjuntai menutupi bibir. Beberapa tokoh terkenal seperti Theodore Roosevelt pernah memakai gaya kumis tersebut. Namun, tentu saja, manusia memeliharanya untuk gaya atau mode, bukan untuk berburu kerang di dasar laut.

Kumis tebal walrus adalah contoh luar biasa dari adaptasi hewan terhadap lingkungannya. Yang terlihat seperti rambut wajah biasa ternyata merupakan alat sensor canggih yang membantu mereka bertahan hidup di lautan Arktik. Berkat vibrissae yang sangat sensitif, walrus bisa menemukan makanan di air gelap, berlumpur, dan minim cahaya. Jadi, lain kali saat melihat walrus berkumis tebal, ingat bahwa kumis itu sebenarnya adalah alat berburu yang sangat penting bagi kehidupan mereka.

Referensi

Defenders of Wildlife. Diakses pada Mei 2026. A Huddle of Walrus Facts
Discover Wildlife. Diakses pada Mei 2026. Are These The World's Best, Most Outrageous, Moustaches? 8 Animals with A Better Facial Fuzz Than Yours
National Geographic Kids. Diakses pada Mei 2026. Walrus
Polar Guidebook. Diakses pada Mei 2026. Why Do Walruses Have Whiskers and a Moustache?
What's On Reading. Diakses pada Mei 2026. The Walrus's Whiskers and The Mouse's Moustache: Why do Animals Have Whiskers?

Editorial Team

Related Article