Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengenal Sungai Litani, Sungai Terpanjang dan Terpenting di Lebanon

Mengenal Sungai Litani, Sungai Terpanjang dan Terpenting di Lebanon
potret salah satu wilayah yang dialiri oleh Sungai Litani di Lebanon Selatan (commons.wikimedia.org/Eternalsleeper)

Sebagaimana diketahui dari catatan sejarah, sejumlah sungai besar yang mengalir di berbagai negara turut menjadi bagian penting dalam membangun perjalanan kebudayaan dan peradaban negara tersebut yang jejaknya dapat ditelusuri hingga masa modern saat ini. Salah satu sungai tersebut adalah Sungai Litani yang mengalir di wilayah negara Lebanon yang saat ini tengah terdampak konflik peperangan antara militer Israel dengan kelompok Hizbullah di Lebanon. Sungai tersebut merupakan sungai terpanjang dan terpenting di Lebanon. Merupakan salah satu sumber utama air tawar, sumber irigasi dan pembangkit listrik tenaga air (hydroelectricity) bagi Lebanon.

Sungai Litani juga menjadi saksi bisu konflik peperangan besar antara militer Israel dengan kelompok Hizbullah di masa lalu dan berkobar lagi saat ini. Menurut Associated Press, Sungai Litani disebutkan dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, yang mengakhiri Perang Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon pada tahun 2006. Resolusi tersebut menyerukan penghentian total permusuhan antara Israel dengan Hizbullah dan pembentukan zona demiliterisasi antara "Blue Line" (batas antara Israel dan Lebanon) dengan Sungai Litani, yang hanya mengizinkan militer Lebanon dan pasukan sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) yang boleh memiliki senjata dan peralatan militer di wilayah tersebut.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai salah satu sungai paling terkenal di Lebanon ini? Simak lima fakta menariknya berikut ini, yuk!

1. Berada seluruhnya dalam wilayah Lebanon

Yang membuat Sungai Litani istimewa adalah airnya berasal dan sepenuhnya mengalir di wilayah negara Lebanon. Menurut Britannica, Sungai yang memiliki panjang sekitar 145 km ini berhulu di sebelah barat Baalbek dan mengalir ke barat daya melalui Lembah Bekaa yang subur di antara pegunungan Lebanon dan wilayah pegunungan yang bernama Anti-Lebanon Mountains range. Di dekat Distrik Marjayoun, aliran Sungai Litani berbelok tajam ke barat dan membelah ngarai spektakuler sedalam 275 m melalui pegunungan Lebanon kemudian mengalir melalui bagian hilirnya ke Laut Tengah di sebelah selatan Kota Sidon. Bagian hilir Sungai Litani tersebut dikenal dengan nama Qasimiyeh.

Menurut informasi dari laman 365 Days of Lebanon, wilayah Qasmieh-Ras-el-Aïn, yang diari oleh bagian hilir Sungai Litani melalui saluran irigasi utama merupakan salah satu wilayah irigasi terluas di Lebanon, meliputi luas 32,64 km per segi yang dibagi kepada 1.257 kelompok petani yang berkonsentrasi pada tanaman jeruk dan pisang. Sungai Litani memiliki sekitar 16 buah anak sungai dan memiliki rata-rata debit aliran air per tahunnya sebesar sekitar 360 juta meter kubik. Otoritas Sungai Litani didirikan pada tahun 1954 dengan tujuan untuk menyediakan peningkatan lahan irigasi, pembangkit listrik tenaga air dan pengembangan area rekreasi namun pencapaian utama proyek tersebut terbatas pada proyek pembangkit listrik saja.

2. Sumber irigasi utama Lembah Bekaa

potret Lembah Bekaa (Beqaa Valley), lahan pertanian yang sangat subur di Lebanon (commons.wikimedia.org/Ayman75)
potret Lembah Bekaa (Beqaa Valley), lahan pertanian yang sangat subur di Lebanon (commons.wikimedia.org/Ayman75)

Sungai Litani merupakan sumber pengairan utama untuk lahan pertanian yang sangat subur di Lembah Bekaa (Beqaa Valley). Menurut laman Echoing Sustainability in Middle East and North Africa, Sungai Litani memberikan pengairan kepada 80 % tanah pertanian di seluruh Lembah Bekaa dan 20 % di Lebanon Selatan. Lembah Bekaa adalah sebuah lembah yang sangat subur dan sangat penting bagi perekonomian Lebanon saat ini, terletak di sebelah timur Lebanon, sekitar 30 km dari Ibu Kota Beirut. Memiliki iklim khas Mediterania yang basah dan bersalju di musim dingin serta hangat di musim panas. Dalam sejarahnya, pada masa Kekaisaran Romawi di abad ke-1 M lembah subur di daerah aliran Sungai Litani tersebut pernah menjadi lumbung gandum dan biji-bijian untuk Provinsi Romawi yang berada di wilayah Timur Tengah atau yang dikenal dengan wilayah Levant.

Menurut Bekaa Valley Farm, lahan pertanian di Lembah Bekaa menghasilkan produk-produk yang memiliki kualitas tinggi seperti: produk minyak zaitun yang bernama Cold pressed extra virgin olive oil yang diklaim sebagai salah satu produk minyak Zaitun terbaik dari pertanian langsung di Lembah Bekaa, rempah-rempah Zaatar, dan anggur yang terkenal berkualitas tinggi. Sejumlah informasi menyebutkan bahwa wilayah Lebanon memiliki sejarah tradisi sebagai salah satu penghasil anggur terbaik selama lebih dari 5.000 tahun dan kebun-kebun anggur tersebut sebagian besar berada di wilayah Lembah bekaa. Wilayah tersebut memproduksi sekitar 7 juta botol per tahun dan diekspor ke berbagai negara dengan Prancis, Inggris dan Amerika Serikat sebagai konsumen utamanya.

3. Memiliki bendungan terbesar di Lebanon

potret Qaraoun Lake, danau artifisial yang terbentuk oleh pembangunan Bendungan Qaraoun (commons.wikimedia.org/Fouad Awada)
potret Qaraoun Lake, danau artifisial yang terbentuk oleh pembangunan Bendungan Qaraoun (commons.wikimedia.org/Fouad Awada)

Sungai Litani memiliki bendungan terkenal yang bernama Qaraoun Dam atau Bendungan Qaraoun yang konstruksinya dimulai pada tahun 1959 dan diselesaikan pada tahun 1960. Bendungan tersebut menciptakan danau buatan (artificial lake) terbesar di Lebanon yang dikenal dengan nama Danau Qaraoun. Menurut National Authority for the Litani River , Bendungan Qaraoun merupakan bendungan terbesar di Lebanon dengan kapasitas waduk sebesar 220 juta m kubik dan berukuran tinggi 60 m. Bendungan ini merupakan aset utama Otoritas Sungai Litani yang mampu menghasilkan produksi listrik total hingga 190 MW di ketiga pembangkit listrik tenaga airnya. Selain itu, bendungan tersebut juga merupakan bendungan yang mempunyai fungsi sangat vital untuk memasok pengairan atau irigasi lahan pertanian di Lebanon

Bendungan ini terus dipantau oleh otoritas berwenang karena usianya yang telah mulai menua agar masih tetap bisa memberikan manfaat bagi negara selama bertahun-tahun mendatang dan tetap aman bagi penduduk dan properti yang ada di bagian hilirnya. Secara geologis Bendungan Qaraoun diketahui berada di dekat patahan Yammouneh, salah satu dari tiga garis patahan utama di Lebanon yang telah mengalami beberapa gempa bumi besar di masa lalu. Konflik peperangan yang masih terjadi di Lebanon juga menghambat pemantauan konstruksi bendungan ini, namun otoritas mengklaim bahwa pemantauan telah cukup memadai untuk mendeteksi potensi kebocoran bendungan.

4. Merupakan jalur migrasi burung

potret salah satu sudut Sungai Litani yang mengalir di wilayah Lebanon bagian selatan (commons.wikimedia.org/Sonia Rachid)
potret salah satu sudut Sungai Litani yang mengalir di wilayah Lebanon bagian selatan (commons.wikimedia.org/Sonia Rachid)

Selain fungsinya sebagai sumber air negara Lebanon, daerah aliran Sungai Litani diketahui menjadi salah satu tempat di Lebanon yang menjadi jalur migrasi burung. Sejumlah sumber informasi menyebutkan bahwa Lembah Bekaa selain sebagai salah satu pusat pertanian Lebanon juga merupakan sebuah "koridor" biologis terutama bagi burung-burung yang bermigrasi antara Afrika dan Eropa. Pada tahun 2021 silam Organisasi untuk Perlindungan Alam di Lebanon (Society for the Protection of Nature in Lebanon) melakukan pemantauan lapangan untuk menilai keanekaragaman spesies burung air dan bunga di Danau Qaraoun. Dalam pengamatan tersebut berbagai spesies burung dicatat seperti burung pelikan putih, burung bangau putih (white stork), dan burung bangau abu-abu (grey heron).

Selain spesies-spesies burung tersebut dicatat pula tanaman endemik disana seperti tanaman: Rushy sulphurwort (Peucedanum junceum) dan Bear’s breeches (Acanthus syriacus). Kemudian dilakukan pula acara di Danau Qaraoun untuk merayakan "Hari migrasi burung sedunia" untuk meningkatkan kesadaran tentang burung dan migrasi fenomenal mereka untuk berbagai kelompok seperti para ahli biologi, keluarga dan pecinta alam. Dilakukan pula acara-acara untuk menanamkan pentingnya sungai bersih dan hal-hal yang harus dilakukan untuk menghindari pencemaran sungai.

5. Menghadapi masalah ekologi

sisa-sisa peninggalan benteng kuno Beaufort Castle yang dapat dilihat dari daerah aliran Sungai Litani (commons.wikimedia.org/Oren1973)
sisa-sisa peninggalan benteng kuno Beaufort Castle yang dapat dilihat dari daerah aliran Sungai Litani (commons.wikimedia.org/Oren1973)

Sama seperti permasalahan sungai-sungai besar dunia di era industrialisasi modern saat ini, Sungai Litani juga menghadapi masalah ekologi modern seperti pencemaran air karena sejumlah aktivitas manusia. Dilansir Reuters, pada tahun 2021 lalu berton-ton ikan mati di Danau Qaraoun yang airnya berasal dari aliran Sungai Litani. Di tempat tersebut sebenarnya para aktivis lingkungan telah memperingatkan selama bertahun-tahun tentang pencemaran air yang disebabkan pembuangan limbah yang tidak diolah dengan memadai hingga pencemaran pestisida pertanian ke aliran sungai. Selain permasalahan limbah, banyak sampah saat ini ditemukan di daerah aliran Sungai Litani.

Menurut para nelayan di sana peristiwa matinya ikan-ikan di tahun 2021 tersebut merupakan kejadian terbesar yang belum pernah terjadi di sana dan mereka meminta otoritas Sungai Litani untuk menyelidikinya. Sebenarnya permasalahan ini telah cukup lama diketahui bahkan otoritas Sungai Litani di tahun 2018 telah mengeluarkan larangan untuk memancing ikan di Danau Qaraoun karena ikannya telah terkontaminasi limbah. Bencana ekologi sungai tersebut diperparah dengan ketidakstabilan politik dan finansial negara Lebanon sehingga penanganan pencemaran Sungai Litani menjadi terhambat. Sejumlah informasi menyebutkan banyak relawan telah turun tangan untuk membersihkan Sungai Litani dengan tujuan untuk mengembalikan kebersihan dan fungsi sungai tersebut seperti di masa lalu.

Laman Enjoytravel melansir, negara Lebanon, tempat Sungai Litani berada adalah negara terkecil ketiga di Timur Tengah. Negara ini merupakan perpaduan yang menarik antara Timur Tengah dan barat, antara tradisi dan modernitas. Lebanon memiliki pantai-pantai yang indah karena terletak di pesisir timur Laut Tengah (Mediterranean Sea), sejumlah bangunan bersejarah dan kuliner yang lezat sehingga menjadikannya sebagai salah satu tujuan wisata yang populer di Timur Tengah ketika situasi aman.

Semoga konflik peperangan di sana cepat berakhir dan negara Lebanon dapat dikunjungi kembali oleh para wisatawan dengan aman untuk mengagumi bangunan-bangunan bersejarahnya dan melihat panorama Sungai Litani, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dodi Wijoseno
EditorDodi Wijoseno
Follow Us

Latest in Science

See More

Cahaya Terang Terlihat di Langit Lampung dan Banten, Bekas Roket China

05 Apr 2026, 23:50 WIBScience