“Masyarakat sekitar Lampung dan Banten dihebohkan dengan objek terang yg meluncur di langit dan tampak terpecah menjadi beberapa bagian. Itu adalah pecahan sampah antariksa,” kata Peneliti Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin kepada IDN Times.
Cahaya Terang Terlihat di Langit Lampung dan Banten, Bekas Roket China

- Warga Lampung dan Banten melihat cahaya terang di langit yang ternyata pecahan sampah antariksa dari roket China CZ-3B.
- Menurut BRIN, roket tersebut meluncur dari arah India menuju Samudera Hindia dan mulai terbakar saat ketinggian turun di bawah 120 km.
- Pecahan roket diperkirakan jatuh di laut atau hutan jauh dari pemukiman, sehingga tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat.
Sampah antariksa China masuk kembali ke Bumi. Tengah ramai sebuah video dengan objek terang meluncur di langit, terlihat oleh masyarakat sekitar Lampung dan Banten. Itu adalah sampah antariksa dari roket CZ-3B.
Menuju Samudera Hindia
Menurut Thomas, info terbaru dari Space-Track dan analisis orbit menunjukkan bahwa bekas roket negeri Tirai Bambu tersebut meluncur dari arah India menuju Samudera Hindia di pantai barat Sumatera.
“Sekitar pukul 19:56 WIB ketinggiannya turun di bawah 120 km,” terangnya.
Objek tersebut memasuki atmosfer padat, terus meluncur terbakar dan pecah. Itulah fakta yang disaksikan warga sekitar Lampung dan Banten.
Kemungkinan lokasi jatuhnya pecahan

Thomas lebih dalam menjelaskan bahwa pecahan sampah antariksa tersebut jatuh menyebar.
“Kemungkinan besar jatuh di hutan atau di laut, jauh dari pemukiman warga,” dia mengatakan.
Sampah antariksa yang jatuh jauh dari tempat tinggal warga, seperti di laut, hutan atau lahan kosong lainnya, tidak akan memberikan dampak apapun.
Soal apakah sebelumnya ada peringatan dari China terkait akan adanya objek yang masuk ke Bumi, Thomas menjelaskan bahwa jatuhnya sampah antariksa yang tak dikendalikan tidak bisa diprakirakan secara pasti secara waktu dan titik jatuhnya.



















