Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Nenek Moyang Jerapah, Masih Kerabat dengan Okapi?

4 min read
Nenek Moyang Jerapah, Masih Kerabat dengan Okapi?
ilustrasi jerapah (pixabay.com/ersi)
  • Jerapah merupakan mamalia famili Giraffidae berleher panjang yang hidup di padang rumput atau hutan terbuka Afrika Timur, dengan tinggi 4,5–5,5 meter.
  • Okapi adalah kerabat dekat jerapah dalam famili Giraffidae, bertubuh lebih pendek dan hidup di Hutan Hujan Ituri, Republik Demokratik Kongo; keduanya memiliki kemiripan genetik.
  • Fosil Samotherium dari Yunani menunjukkan ruas tulang belakang berciri peralihan jerapah dan okapi; hewan yang hidup sekitar 7 juta tahun lalu ini telah punah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Teori evolusi percaya bahwa setiap makhluk hidup mengalami perubahan bentuk, termasuk jerapah. Dulu, diyakini bahwa lehernya tak sepanjang sekarang. Hal ini kemudian dibuktikan dengan adanya penemuan tulang yang mirip dengan jerapah.

Lantas pertanyaannya sekarang adalah apakah tulang tersebut nenek moyang jerapah? Untuk menjawab pertanyaan ini, perlu kiranya kenal dengan samotherium. Serta berkenalan dengan okapi yang merupakan sepupu jerapah dan masih satu famili dalam taksonomi biologi.

  1. 1. Jerapah, hewan berleher panjang

    ilustrasi jerapah
    ilustrasi jerapah (pixabay.com/janicklh33)

    Dalam taksonomi biologi, jerapah masuk dalam kingdom Animalia, kelas Mamalia, Ordo Artiodactyla, famili Giraffidae dan genus Giraffa. Ciri khusus hewan ini adalah memiliki leher panjang, sehingga tinggi keseluruhan tubuh jerapah mencapai 4,5-5,5 meter. Sedangkan beratnya sekitar 1.180 kg untuk betina sedangkan berat jantan hingga 1.930 kg.

    Hewan yang bisa lari kencang ini, banyak terlihat di padang rumput atau hutan terbuka. Jerapah banyak terlihat di Afrika Timur terutama di Taman Nasional Serengeti di Tanzania. Jerapah dikenal memiliki sepupu dengan bentuk sedikit berbeda, yaitu okapi.

  2. 2. Sepupu jerapah, Okapi

    okapi
    ilustrasi okapi (pixabay.com/tenaciously_tina)

    Sebelum kenalan dengan nenek moyang jerapah, ada baiknya kenal dengan sepupunya dulu yaitu okapi. Hewan ini masih satu memiliki taksonomi sama. Okapi masuk dalam kingdom Animalia, kelas Mamalia, ordo Artiodactyla serta famili Giraffidae, tapi beda spesies dengan jerapah. 

    Sedikit berbeda dengan jerapah, okapi memiliki leher dan kaki yang lebih pendek. Tinggi okapi sekitar 1,5-2,5 meter dengan berat 25-300 kg tergantung jenis kelamin. Okapi terlihat di Hutan Hujan Ituri yang ada di Republik Demokratik Kongo.

    Sepintas, leher dan kepala okapi mirip kuda. Sedangkan pola garis di paha belakang mirip zebra. Walaupun begitu, okapi lebih mirip jerapah dilihat dari telinga, tanduk tertutup dan lidahnya yang panjang. Kekerabatan kedua diperkuat dengan, dikutip Science News, jerapah dan okapi memiliki gen yang sangat mirip dengan 19,4% protein identik.

  3. 3. Nenek moyang jerapah, samotherium

    ilustrasi fosil
    ilustrasi fosil (pexels.com/Marcus Lange)

    Setelah sepupu jerapah, beralih pada nenek moyang jerapah yaitu samotherium, hewan yang diyakini hidup 7 juta tahun lalu. Dikutip dari Earth Archives, peneliti menemukan fosil samotherium di Yunani yang kemudian disusun ulang oleh peneliti dari New York Institute. Dari penyusunan tersebut diketahui terdapat kesamaan ruas tulang belakang, sebagai berikut:

    • Ruas ke-2 dan ke-3 bentuknya campuran, ada yang mirip jerapah tapi ada juga yang mirip okapi.
    • Ruas ke-5 hingga ke-7 bentuknya seperti peralihan antara jerapah dan okapi.
    • Sedangkan ruas ke-6 lebih mirip milik okapi.

    Berkat penyusunan ulang ini, diketahui bahwa jerapah, samotherium dan okapi merupakan kerabat dekat.

  4. 4. Perbedaan jerapah, samotherium dan okapi

    ilustrasi okapi
    ilustrasi okapi (pixabay.com/SeaReeds)

    Dari penjelasan sebelumnya, diketahui bahwa jerapah, samotherium dan okapi memiliki persamaan. Ketiganya masih kerabat sehingga beberapa bentuk tulang masih mirip. Namun, ketiganya memiliki beberapa perbedaan, diantaranya:

    • Panjang leher jerapah sekitar 2 meter, samotherium sekitar 1 meter dan okapi lebih pendek dari keduanya
    • Jerapah dan okapi masih ditemui hingga sekarang, sedangkan samotherium hidup 7 tahun yang lalu.
    • Status konservasi jerapah bervariasi mulai risiko rendah hingga terancam tergantung spesiesnya. Okapi terancam punah dan samotherium sudah punah.

  5. 5. Teori evolusi jerapah

    jerapah
    ilustrasi jerapah (pixabay.com/HowardWilks)

    Munculnya kekerabatan antara jerapah, samotherium dan okapi melahirkan perayaan baru. Pertanyaan “Mengapa jerapah berevolusi memiliki leher panjang?” menjadi perdebatan diantara para ilmuwan. Perdebatan tersebut melahirkan dua hipotesis teori evolusi leher panjang jerapah.

    Dikutip dari Save Giraffes Now, hipotesis pertama disebut hipotesis merumput. Dengan leher lebih panjang memungkinkan mencapai daun yang tinggi. Salah satu keuntungannya adalah semakin sedikit persaingan dengan herbivora lain.

    Hipotesis kedua adalah seleksi seksual. Dimana jerapah jantan melakukan “adu leher” untuk menunjukkan dominasi dan persaingan. Semakin panjang dan kuat leher jerapah maka peluang kawin lebih tinggi.

    Walaupun dikenal sebagai nenek moyang jerapah, samotherium merupakan kerabat dekat jerapah. Tak hanya jerapah, samotherium juga memiliki bentuk ruas tulang belakang mirip dengan okapi. Sayang, samotherium sudah punah sehingga informasi terkait samotherium hanya bisa diketahui lewat fosilnya.

    Referensi

    "Evolution of Giraffes". Safe Giraffes Now. Diakses September 2026.

    "Samotherium, the transitional fossil giraffe relative from Greece". Earth Archives. Diakses September 2026.

    "Odd creature was ancient ancestor of today’s giraffes". Science. Diakses September 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More