5 Fakta Paok Bidadari, Mereka Suka Banget Cacing Tanah!

Paok bidadari merupakan salah satu spesies paok yang menarik perhatian karena perpaduan warnanya, mereka juga dikenal sebagai fairy pitta. Panjang tubuhnya hanya kisaran 16-19.5 sentimeter. Bulunya terdiri dari tujuh warna berbeda, lho. Kamu mungkin bisa salah mengenalinya sebagai paok bersayap biru, tapi ukurannya lebih besar dari paok bidadari.
Mereka berada dalam famili Pitidae dengan nama ilmiah Pitta nympha. Karena banyaknya ancaman seperti kehilangan habitat, kebakaran hutan, perburuan, jebakan dan bahkan perdagangan burung, populasinya mengalami penurunan. Selain itu, tidak banyak informasi tentangnya yang tersedia tapi beberapa fakta berikut masih bisa memberikan gambaran umum mengenai gaya hidup burung satu ini.
1. Wilayah penyebaran paok bidadari

Sebagai burung yang bermigrasi, paok bidadari memiliki penyebaran luas. Mereka menjelajah dari bagian timur laut Asia yang dijadikan sebagai tempat berkembang biaknya menuju Asia Selatan di bulan April-September dan Asia Tenggara di bulan Oktober-Maret untuk menghabiskan musim dingin. Penampakan burung ini telah dilaporkan berada di India dan Indochina termasuk Kalimantan, Papua Nugini, China, Korea Utara dan Selatan serta Taiwan.
Animalia menginformasikan bahwa persinggahan paok bidadari juga berada di Vietnam, Hong Kong, Filipina dan Thailand. Meskipun mereka tersebar hampir di seluruh Asia Timur, mereka cenderung memilih berada di hutan subtropis dan memerlukan kondisi habitat yang spesifik.
2. Makanan utamanya adalah paok bidadari

Spesies paok ini kebanyakan mencari makan sendirian di tanah. Karenanya, dietnya sebagian besar terdiri dari cacing tanah, kumbang dan serangga bercangkang keras lainnya. Mereka juga mengonsumsi laba-laba, siput, kadal, katak, ular kecil dan tikus. Pembagiannya menjadi 73-82 persen terdiri dari cacing tanah dan banyak diberikan pada anak-anaknya, lalu ada larva homoptera sekitar 4-8,6 persen.
Anak burung paok bidadari banyak memakan kepompong, diperkirakan mencapai angka 11 persen. Paok bidadari sangat menyukai cacing tanah karena kandungan nutrisinya yang tinggi, sangat penting untuk keberhasilan bersarangnya nanti.
3. Paok bidadari sangat teritorial

Burung yang indah ini bisa jadi sangat agresif saat melindungi wilayahnya, lho. Mereka sangat teritorial, khususnya jantan yang akan mempertahankan areanya melalui panggilan keras. Dari pertengahan bulan Mei hingga awal bulan Juli, mereka suka bertengger di cabang pepohonan tinggi dan mengambil postur yang mirip kingfisher. Terkadang, mereka akan menggoyangkan ekornya ke atas dan bawah sembari bernyanyi. Pola tingkah yang menarik!
4. Paok bidadari membuat sarang besar di area gelap

Sumber yang sama menjelaskan bahwa paok bidadari cenderung membuat sarang besar di area yang gelap, seperti celah bebatuan di hutan lebat berdaun lebar atau dedaunan klerang. Biasanya di ketinggian 1-5 meter di atas permukaan tanah. Pintu masuknya dilapisi kotoran ternak dan sarangnya dilapisi lumut.
5. Sistem perkawinan paok bidadari

Betina menghasilkan 4-6 butir telur setiap upaya kawin, dari bulan Mei hingga pertengahan Juli. Telur tersebut berwarna abu-abu muda dengan bintik kecil berwarna ungu kecokelatan dan abu-abu. Kedua induknya berperan saat mengerami telur-telurnya. Saat betina memberi makan anak-anaknya, jantan akan mengawasi mereka. Empat hari pertama setelah menetas, paok bidadari jarang meninggalkan sarangnya.
Hal tersebut adalah penyesuaian karena anak-anaknya menetas di musim hujan tanpa bulu halus. Mereka baru mendapatkan bulu pertamanya 14 hari setelah menetas. Selama musim kawin, paok bidadari dewasa juga jarang pergi jauh lebih dari 100-400 meter dari sarangnya.
Paok bidadari ternyata sangat teritorial dan tidak ragu untuk menyerang pengganggu yang masuk ke dalam wilayahnya. Sayangnya, tidak banyak informasi detail tentang mereka. Akan tetapi, kamu harus tahu bahwa tingkat keberhasilan reproduktif burung ini mencapai 41,9 persen, lho. Populasinya banyak di berbagai wilayah, tapi mereka juga telah dilindungi di bawah undang-undang di berbagai negara. Apakah kamu pernah melihatnya langsung?



















