Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Paus Beluga Bisa Ubah Bentuk Kepala untuk Bertahan di Arktik

Paus Beluga Bisa Ubah Bentuk Kepala untuk Bertahan di Arktik
ilustrasi paus beluga (unsplash.com/Mendar Bouchali)
Intinya Sih
  • Paus beluga memiliki struktur kepala bernama melon yang sangat fleksibel, memungkinkan mereka mengubah bentuk dahi dengan cepat berkat jaringan lemak dan otot di sekitarnya.
  • Perubahan bentuk kepala membantu paus beluga memfokuskan gelombang suara untuk ekolokasi, sehingga mereka bisa menavigasi, mencari mangsa, dan menghindari rintangan di lautan Arktik yang penuh es.
  • Kemampuan ini juga berperan dalam komunikasi antarbeluga serta membantu saat berburu dan bertahan hidup di lingkungan ekstrem dekat Kutub Utara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Paus beluga dikenal sebagai salah satu mamalia laut paling unik di dunia. Tubuhnya berwarna putih cerah, suaranya seperti nyanyian, dan bentuk kepalanya tampak bulat menggemaskan. Namun, ada satu hal lain yang membuat beluga begitu menarik: mereka bisa mengubah bentuk kepalanya.

Bagi sebagian orang, perubahan bentuk kepala paus beluga mungkin terlihat aneh atau bahkan lucu. Dalam beberapa foto dan video, dahi mereka bisa tampak membesar, mengempis, melipat, bahkan terlihat tidak simetris. Ternyata, kemampuan ini bukan sekadar kebiasaan unik, melainkan bagian penting dari cara mereka bertahan hidup di lautan Arktik yang keras dan penuh es.

1. Kepala paus beluga ternyata sangat fleksibel

Bagian kepala paus beluga memiliki struktur khusus bernama melon. Melon adalah jaringan lemak lunak yang berada di bagian dahi paus. Struktur ini tidak kaku seperti tengkorak manusia, sehingga bisa berubah bentuk dengan bantuan otot dan jaringan lunak di sekitarnya.

Berbeda dari banyak paus bergigi lainnya, paus beluga memiliki melon yang lebih besar dan lebih fleksibel. Selain itu, leher mereka juga sangat lentur karena tulang lehernya tidak menyatu sepenuhnya. Inilah yang membuat beluga bisa menggerakkan kepala dan mengubah bentuk dahinya dengan sangat jelas. Uniknya, perubahan bentuk kepala ini bisa terjadi hanya dalam hitungan detik. Kadang dahinya tampak membulat besar, lalu beberapa saat kemudian terlihat lebih datar atau terlipat.

2. Membantu ekolokasi atau “sonar alami”

Salah satu fungsi paling penting dari perubahan bentuk kepala paus beluga adalah untuk ekolokasi. Ekolokasi adalah kemampuan menggunakan pantulan suara untuk “melihat” lingkungan sekitar, mirip seperti sonar pada kapal selam.

Melon di kepala beluga berfungsi membantu memfokuskan gelombang suara. Saat bentuk melon berubah, arah dan karakter suara yang dipancarkan juga ikut berubah. Dengan kata lain, paus beluga bisa mengatur sonar mereka sesuai kebutuhan.

Kemampuan ini sangat penting karena habitat beluga sering dipenuhi es dan memiliki jarak pandang buruk. Dengan ekolokasi, mereka bisa:

  • mencari ikan atau mangsa,
  • menemukan jalan di bawah lapisan es,
  • menghindari tabrakan,
  • mengenali objek di sekitar.

Karena itu, perubahan bentuk kepala membantu mereka bernavigasi dengan lebih akurat di lingkungan laut yang rumit.

3. Digunakan untuk berkomunikasi

ilustrasi paus beluga (unsplash.com/Sviatoslav Fedorov)
ilustrasi paus beluga (unsplash.com/Sviatoslav Fedorov)

Beluga sering dijuluki “sea canaries” atau kenari laut karena mereka sangat vokal. Paus ini dapat menghasilkan berbagai suara seperti siulan, klik, dengungan, hingga suara bernada tinggi.

Para ilmuwan meyakini perubahan bentuk kepala juga membantu komunikasi antarpaus. Gerakan pada melon dan wajah mungkin memengaruhi suara yang dihasilkan, sekaligus menjadi sinyal visual bagi kelompoknya. Misalnya, bentuk kepala tertentu bisa menunjukkan:

  • ketertarikan untuk berinteraksi,
  • kondisi emosional,
  • dominasi sosial,
  • respons terhadap paus lain.

Dalam pengamatan di akuarium maupun alam liar, paus beluga sering terlihat mengubah bentuk dahinya saat sedang berkomunikasi dengan sesama beluga.

4. Membantu saat mencari makanan

Selain untuk komunikasi dan sonar, fleksibilitas kepala juga diduga membantu saat berburu makanan. Paus beluga sering mencari ikan di celah es, dasar laut, atau ruang sempit lainnya. Bagian kepala yang lentur memungkinkan mereka:

  • menjangkau area sempit,
  • mengarahkan tekanan air,
  • membantu teknik suction feeding atau mengisap mangsa.

Kemampuan ini sangat berguna di habitat Arktik yang penuh rintangan dan tidak selalu mudah dijelajahi.

5. Adaptasi untuk hidup di lautan es

Beluga hidup di perairan dingin dekat Kutub Utara. Lingkungan tersebut dipenuhi bongkahan es yang terus bergerak. Dalam kondisi seperti ini, tubuh yang fleksibel menjadi keuntungan besar. Beberapa peneliti percaya perubahan posisi dan bentuk kepala membantu beluga:

  • bergerak di bawah lapisan es,
  • mencari lubang napas,
  • melewati celah sempit,
  • mendorong es tipis saat muncul ke permukaan.

Artinya, kepala mereka bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga alat bertahan hidup.

Kemampuan paus beluga mengubah bentuk kepalanya bukan sekadar hal unik yang menarik dilihat. Struktur kepala yang fleksibel membantu mereka menggunakan ekolokasi, berkomunikasi, mencari makanan, hingga bertahan hidup di lautan es Arktik. Semakin dipelajari, paus beluga menunjukkan bahwa evolusi bisa menciptakan adaptasi luar biasa untuk menghadapi lingkungan yang ekstrem. Kepala mereka yang lentur ternyata adalah alat multifungsi yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari mereka.

Referensi

Academy for Lifelong Learning. Diakses pada Mei 2026. Belugas May Communicate By Warping A Blob Of Forehead Fat
BBC. Diakses pada Mei 2026. Beluga Whales Change Shape of Their Heads to Communicate
Livescience. Diakses pada Mei 2026. Beluga Whales Appear to Change The Shape of Their Melon Heads to Communicate, Scientists Discover
Miami Herald. Diakses pada Mei 2026. Beluga Whales Have Unique Ability to Change Head Shape. Now, Researchers May Know Why
Science News. Diakses pada Mei 2026. Belugas May Communicate by Warping a Blob of Forehead Fat
Smithsonian Magazine. Diakses pada Mei 2026. Belugas May Communicate by Changing the Shape of Their Squishy Foreheads

Share Article
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi

Related Articles

See More