5 Fakta Jembatan Helix, Jembatan Pejalan Kaki Futuristik di Singapura

- Jembatan Helix di Marina Bay, Singapura, dirancang oleh tim internasional dengan inspirasi struktur DNA sebagai simbol kehidupan dan pertumbuhan negara.
- Pembangunannya dimulai tahun 2007 dengan biaya lebih dari £40 juta, menggunakan baja tahan karat dupleks dan karbon seberat total 1.700 ton.
- Dibuka sejak 2010, jembatan ini menampilkan lampu LED dinamis, huruf basa DNA di lantai, serta empat platform pandang untuk menikmati panorama kota.
Jembatan Helix (The Helix), yang awalnya dikenal sebagai Jembatan Double Helix, adalah salah satu ikon arsitektur paling memukau di kawasan Marina Bay, Singapura. Jembatan pejalan kaki ini menghubungkan Marina Centre dengan Marina South.
Di balik bentuknya yang estetik dan futuristik, terdapat beberapa fakta menarik yang membuat jembatan ini begitu istimewa. Simak, yuk!
1. Terinspirasi dari struktur dna

Jembatan Helix lahir dari ide hebat tim desainer internasional, yaitu Cox Architecture dari Australia, insinyur dari Arup, dan Singapore Architects Studio. Mereka bekerja sama merancang jembatan penyeberangan ini agar tampil beda dan menjadi ikon baru di kawasan Marina Bay. Bentuknya yang meliuk indah sengaja dibuat meniru struktur heliks ganda dari DNA manusia yang sangat unik.
Kaitan erat dengan struktur DNA ini bukan tanpa alasan, melainkan punya makna mendalam bagi Singapura. Dilansir NLB, bentuk spiral tersebut dimaksudkan sebagai simbol dari kehidupan, keberlanjutan, serta pembaruan dan pertumbuhan yang terus berjalan. Dengan filosofi tersebut, jembatan ini seolah menjadi doa dan harapan agar negara tersebut selalu berkembang maju.
1. Menghabiskan dana fantastis!

Dilansir West Special Fasteners, proyek pembangunan jembatan ini pertama kali dimulai pada tahun 2007 dengan total biaya konstruksi mencapai lebih dari £40 juta Pound Sterling. Jembatan sepanjang 280 meter ini memiliki berat total sekitar 1.700 ton, yang terdiri dari 650 ton baja tahan karat dupleks dan 1.000 ton baja karbon. Uniknya, jika seluruh baja tahan karat pada struktur spiralnya dilepas dan direntangkan dari ujung ke ujung, panjangnya bisa mencapai 2,3 kilometer.
Struktur jembatan ini sengaja dibangun melayang setinggi hampir 9 meter di atas permukaan air. Area bawah yang cukup lowong ini sengaja dirancang agar kapal-kapal tetap bisa melintas dengan aman di sepanjang Marina Bay dan kanal Marina. Lewat perencanaan matang tersebut, jembatan ini tidak hanya tampil kokoh dan megah secara visual, tetapi juga berfungsi dengan sangat baik tanpa mengganggu jalur transportasi air.
2. Ada kode rahasia di lantai jembatan

Dilansir We Build Value, saat jalan-jalan di atas jembatan ini, kamu bakal melihat deretan huruf C, G, A, dan T dari lampu LED yang tertanam di lantainya. Huruf-huruf unik ini sama sekali bukan sekadar hiasan acak, melainkan lambang dari empat basa nitrogen penting pembentuk DNA kita. Keempatnya merupakan singkatan dari Cytosine, Guanine, Adenine, dan Thymine yang dirancang menyatu dengan lantai jembatan.
Selain punya konsep sains yang super kreatif, struktur megah ini ternyata juga berhasil membuahkan prestasi yang sangat unik di dunia internasional. Keputusan tim desainer untuk memakai model struktur yang meliuk mirip dengan "DNA kidal" sukses mencuri perhatian para ahli. Berkat keunikan desain tersebut, Jembatan Helix akhirnya resmi dinobatkan masuk ke dalam daftar The Left Handed DNA Hall of Fame pada tahun 2010.
4. Punya sistem pencahayaan led yang dinamis dan unik

Saat malam hari tiba, Jembatan Helix langsung berubah menjadi sebuah instalasi cahaya yang terlihat sangat spektakuler dan memanjakan mata. Lampu-lampu LED pintar yang terpasang di sepanjang struktur spiralnya bisa diatur untuk memancarkan berbagai kombinasi warna yang dinamis. Permainan cahaya yang super cantik ini biasanya diprogram khusus untuk memeriahkan acara-acara penting atau perayaan hari nasional di Singapura.
Selain itu, ada detail kecil yang tidak kalah menarik dan unik untuk kamu perhatikan di area lantai jembatan. Lampu-lampu berbentuk huruf yang tertanam di sana dipasang dengan urutan tertentu yang sudah direncanakan secara matang. Saat kegelapan mulai turun, deretan lampu huruf tersebut sengaja dirancang untuk menyala terang dalam perpaduan warna merah dan hijau yang kontras.
5. Menawarkan sudut pandang terbaik

Jembatan Helix yang megah ini sudah resmi dibuka untuk umum sejak tahun 2010 lalu. Di sepanjang jembatan ini, ada kanopi khusus yang terbuat dari kaca frit dan jaring baja berlubang yang dipasang di bagian spiral dalam. Fasilitas penutup ini sengaja disiapkan agar para pejalan kaki bisa menyeberang dengan nyaman tanpa kepanasan atau kehujanan.
Selain nyaman, jembatan ini juga menyediakan empat platform pengamatan yang diletakkan di lokasi-lokasi paling strategis. Tempat melayang ini sengaja dibuat agar kamu bisa menikmati pemandangan cakrawala kota Singapura yang sangat indah dengan leluasa. Dari platform tersebut, kamu juga bisa melihat langsung berbagai acara seru yang sedang berlangsung di kawasan Marina Bay.
Jembatan Helix bukan cuma jembatan biasa, tapi tempat wisata bertema sains yang harus kamu kunjungi di Singapura. Jalan-jalan malam di sini seru banget karena desain spiral dan lampu-lampunya sangat bagus. Jadi, pastikan kamu mampir dan foto-foto di jembatan keren ini saat liburan ke sana, ya!




![[QUIZ] Jika Reinkarnasi Nyata, Akan Jadi Siapa Kamu di Doraemon pada Kehidupan Sebelumnya?](https://image.idntimes.com/post/20250224/doraemon-d1b21e789592b2d3872afd98437da4d1.jpg)

![[QUIZ] Kami Tahu Sifat Asli Kamu Sebenarnya dari Pohon Langka yang Dipilih](https://image.idntimes.com/post/20240805/simon-berger-6r1nqdgdirg-unsplash-eaad9c32413c5c1c540329254c6d8af3.jpg)













