Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Fakta Unik Buaya Kuba, Reptil Berlapis Baja yang Jago Lari

7 Fakta Unik Buaya Kuba, Reptil Berlapis Baja yang Jago Lari
Buaya kuba lagi berjalan ke daratan. (commons.wikimedia.org/Zanbog)
Intinya Sih
  • Buaya kuba adalah spesies buaya asli Kuba dengan sebaran geografis terkecil di dunia, kini hanya ditemukan di Rawa Zapata dan Rawa Lanier, Isla de la Juventud.
  • Memiliki tubuh berlapis sisik tebal dan kaki kuat, buaya kuba dikenal paling terestrial serta mampu berlari hingga 35,4 kilometer per jam di darat.
  • Populasi buaya kuba diperkirakan kurang dari 2.500 ekor dan terancam punah akibat kawin silang dengan buaya amerika, perburuan liar, serta perubahan iklim yang memengaruhi rasio jenis kelamin anaknya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Apa yang lebih mengerikan dari buaya yang sedang lapar? Ya, buaya lapar yang berlari kencang ke arahmu. Mereka juga bukan sembarang buaya. Ini buaya yang paling jago lari di antara sesamanya. Buaya kuba, namanya.

Buaya kuba atau Cuban crocodile memang berasal dari Kuba, Amerika Selatan. Kalau buaya umumnya berbadan besar dan merayap lamban, mereka bisa lari penuh tenaga layaknya kuda. Tahukah kamu kalau dulu buaya kuba juga doyan makan hewan purba raksasa? Yuk, kenalan lewat deretan fakta unik buaya kuba atau Cuban crocodile berikut ini!

1. Buaya dengan wilayah sebaran terkecil sedunia

buaya kuba di tepi kolam
buaya kuba di tepi kolam (commons.wikimedia.org/Lukas Plewnia)

Buaya kuba atau Cuban crocodile (Crocodylus rhombifer) merupakan spesies buaya asli Kuba, Amerika Selatan. Dulu, buaya kuba tersebar luas di Karibia, seperti di Cayman dan Bahama. Sekarang, buaya kuba cuma ada di dua tempat: Rawa Zapata dan Rawa Lanier di Isla de la Juventud. Karenanya buaya kuba jenis buaya dengan sebaran geografis terkecil di dunia.

2. Ukurannya sedang-sedang saja

buaya kuba berenang
buaya kuba berenang (commons.wikimedia.org/BluesyPete)

Di keluarga buaya, buaya kuba tergolong jenis yang berukuran sedang. Laman Animalia mnecatat panjang buaya kuba sekitar 2,1—2,3 meter dengan berat 70—80 kilogram. Namun, buaya jantan jumbo bisa sepanjang 3,5 meter dan bobot 215 kilogram.

3. Buaya sangar bermotif belah ketupat

buaya kuba memperlihatkan motif uniknya
buaya kuba memperlihatkan motif uniknya (commons.wikimedia.org/BFS Man)

Meski kesannya minimalis, buaya kuba tetap tampil modis. Saat masih kecil, warnanya kuning emas dengan bintik gelap. Begitu dewasa, tubuhnya menggelap, terutama di bagian punggung. Ada pola sisik kuning pucat di perut. Ada deretan sisik berbentuk belah ketupat di sepanjang punggung. Makanya nama ilmiahnya rhimbofer, yang berarti "pembawa belah ketupat."

4. Buaya yang paling "berlapis baja"

tampak dekat kepala buaya kuba
tampak dekat kepala buaya kuba (commons.wikimedia.org/BluesyPete)

Percaya gak percaya, buaya kuba itu jenis buaya di genus Crocodylus yang paling "berlapis baja." Di belakang tiap matanya tumbuh tonjolan tulang tinggi yang membuatnya seperti bertanduk. Namun bukan tanduk, itu sebenarnya tulang squamosal. Pada buaya kuba tulang squamosalnya memang paling mencolok dibandingkan buaya lainnya. Buaya dewasa jumbo juga punya tonjolan medial yang membentang di antara mata sampai ke moncong.

5. Jago lari kencang seperti kuda

Buaya kuba membuka mulut saat berjemur.
Buaya kuba membuka mulut saat berjemur. (commons.wikimedia.org/kuhnmi)

Gak ada buaya yang lebih suka berada di darat daripada buaya kuba. Buaya kuba itu jenis buaya yang paling terestrial. Ia lebih sering terlihat di dekat tepi sungai daripada di dalamnya. Gaya hidupnya ini bikin buaya kuba lebih lincah di darat daripada buaya lain.

Menurut laman Smithsonian Magazine, kaki buaya kuba lebih panjang dan kokoh. Selaput di antara jari kaki belakang buaya kuba juga bantu menancap mantap ke dalam lumpur untuk mendorong diri. Gaya berjalannya juga lebih "tinggi" daripada buaya lain. Menurut laman Britannica, buaya kuba bisa berlari secepat 35,4 kilometer perjam.

6. Sekarang makan kura-kura, dulu makan megafauna purba

Buaya kuba berkubang bareng kura-kura brazil.
Buaya kuba berkubang bareng kura-kura brazil. (commons.wikimedia.org/Tuxyso - CC BY-SA 3.0)

Apa makanan buaya kuba? Tenang saja, manusia gak masuk dalam menunya, kok. Buaya kuba dewasa paling suka makan kura-kura, ikan, dan mamalia kecil. Ia juga bisa memangsa burung dengan melompat dari dalam air, menyambar hewan yang bertengger di dahan rendah yang menjulang.

Menariknya, nih, catatan fosil menunjukkan kalau buaya kuba pernah memangsa kukang tanah raksasa (Megatherium), jenis kukang tanah purba yang hidup di Amerika Selatan. Mengutip laman Animal Diversity, ada kemungkinan mangsa inilah yang bikin gigi belakang buaya kuba berevolusi menjadi tumpul. Gigi tumpul itu kini berguna untuk menghancurkan cangkang kura-kura dan penyu.

7. Hadapi risiko kepunahan sangat tinggi

potret buaya kuba di Rawa Zapata
potret buaya kuba di Rawa Zapata (commons.wikimedia.org/Yelles)

Meski ada di dua tempat, buaya kuba sebenarnya paling terkonsentrasi di Rawa Zapata. Buaya kuba menghadapi risiko kepunahan sangat tinggi di alam liar. Total jumlahnya diperkirakan kurang dari 2.500 ekor. IUCN sudah menetapkan buaya kuba sebagai spesies kritis terancam punah.

Laman IFL Science menjelaskan kalau alasan utama penurunan populasi buaya kuba ialah seringnya kawin silang dengan buaya amerika (C. acutus). Hilangnya genetik unik buaya kuba akibat kawin silang juga makin diperparah oleh perburuan liar dan perubahan iklim. Telur buaya kuba perlu suhu tepatnya 32—32,5 derajat Celsius untuk bisa menghasilkan anak jantan. Kalau suhu terus-terusan meningkat, bukan gak mungkin generasi mendatang cuma bakal diisi oleh buaya betina.

Semoga saja populasi buaya kuba bisa kembali melimpah, ya? Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang buaya kuba atau Cuban crocodile? Apa buaya kuba sekarang jadi jenis buaya favoritmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More