Pegunungan Appalachia Menyimpan Lebih dari 2 Ton Litium, Ini Faktanya!

- Survei Geologi AS memperkirakan Pegunungan Appalachia menyimpan hingga 2,3 juta metrik ton litium, termasuk sekitar 990.000 ton di utara dan lebih dari 1,43 juta ton di selatan.
- Litium, yang ditemukan sebagai litium oksida dalam batuan pegmatit, penting bagi baterai isi ulang dan berpotensi memenuhi permintaan AS setara impor selama 328 tahun pada tingkat saat ini.
- Pemanfaatan cadangan ini belum langsung terealisasi karena penambangan dan ekstraksi mahal, membutuhkan operasi besar, serta berisiko mengganggu hutan, habitat satwa liar, dan ekosistem.
Pegunungan Appalachia membentang sejauh 3.218 kilometer melintasi Kanada dan Amerika Serikat. Pegunungan ini sudah lama menjadi sumber mineral alami, termasuk batu bara. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa Pegunungan Appalachia menyimpan cadangan besar unsur modern yang sangat penting, yaitu litium.
Seiring dengan terjadinya perubahan iklim, keanekaragaman hayati yang terus menyusut dan peristiwa cuaca ekstrem yang terjadi hampir di seluruh dunia, itulah kenapa banyak negara yang ingin membatasi emisi karbon dioksida. Yap, baterai lithium-ion digadang-gadang bisa membantu mengurangi emisi dan memfasilitasi transisi dari bahan bakar fosil dengan kendaraan listrik, misalnya. Jadi, benarkah penemuan litium di Pegunungan Appalachia bisa mengatasi masalah tersebut?
1. Penemuan litium di Pegunungan Appalachia

Kamu mungkin pernah mendengar unsur litium dari penggunaan unsur ini dalam baterai yang bisa diisi ulang, kan. Yap, contohnya saja berbagai baterai dalam perangkat teknologi saat ini, dan menjadi salah satu kegunaan utama logam tersebut dalam masyarakat modern. Tanpa litium, laptop, tablet, dan smartphone tidak akan tersedia. Oleh karena itu, penemuan sumber unsur ini merupakan perkembangan yang penting.
Para peneliti dari Survei Geologi AS mengindikasikan bahwa terdapat potensi cadangan litium hingga 2,3 juta metrik ton di Pegunungan Appalachia. Yap, jumlah yang cukup untuk memproduksi 500 miliar ponsel. Namun, penemuan terbaru ini tidak serta-merta membuat kapitalis mendapatkan akses langsung ke logam litium tersebut.
2. Apa itu litium?

Sebagai unsur logam paling ringan dan anggota kelompok logam alkali, litium sangat reaktif sehingga tidak pernah ditemukan dalam bentuk murni di alam. Namun, unsur ini ditemukan terikat dalam senyawa. Dalam penemuan terbaru ini, litium ditemukan dalam bentuk litium oksida. Litium oksida tersebut terdapat pada pegmatit, yaitu struktur batuan besar berbutir kasar yang sering kali mengandung unsur-unsur berharga.
Dikutip Britannica, pegmatit terbentuk bersamaan dengan pembentukan pegunungan ratusan juta tahun yang lalu dan diperkirakan terbentuk saat magma mendingin secara sangat perlahan, yang memungkinkan terbentuknya kristal-kristal besar. Menurut penelitian U.S. Geological Survey yang diterbitkan dalam Natural Resources Research pada 2026, menunjukkan bahwa sekitar 990.000 metrik ton litium oksida tersedia di wilayah Appalachia bagian utara. Sementara itu, lebih dari 1,43 juta metrik ton terdapat di wilayah pegunungan bagian selatan.
Penemuan ini sangatlah penting, karena saat ini hanya terdapat satu tambang litium di Amerika, yaitu di Clayton Valley, Nevada. Adapun, lebih dari separuh pasokan litium Amerika diimpor dari negara-negara Amerika Selatan seperti Bolivia, Chili, dan Argentina, yang dikenal sebagai segitiga litium. Litium yang terdapat di wilayah Appalachia ini diperkirakan bisa membantu memenuhi permintaan baterai litium yang terus meningkat, serta setara dengan jumlah impor litium ke Amerika Serikat selama 328 tahun berdasarkan tingkat permintaannya saat ini.
3. Penemuan litium di Pegunungan Appalachia tak sebanding dengan konsekuensinya

Betapapun menariknya penemuan litium ini, masih banyak tahapan yang harus dilalui sebelum litium jenis pegmatit yang ditemukan di Pegunungan Appalachia bisa menjadi sumber litium yang layak. Sebab, penambangan litium ini menghadirkan sejumlah tantangan, baik dari segi teknis maupun lingkungan. Operasi penambangan dipastikan berskala sangat besar dan membutuhkan alat berat di wilayah terpencil. Itu berarti, kawasan hutan serta habitat satwa liar mau tidak mau akan terganggu demi pembuatan akses jalan. Ini bisa menjadi krisis lingkungan dan merusak ekosistem alam sekitar.
Setelah batuan berhasil diambil, litium harus diekstraksi melalui proses yang memakan biaya tinggi dan banyak sumber daya. Di sisi lain, metode baru untuk mengekstraksi litium dari cairan menunjukkan potensi besar dan kelak dapat memengaruhi proses pengolahan litium dari batuan keras pula.
Sebuah laporan dari sekelompok peneliti di The Nature Conservancy mengakui pentingnya strategis lithium. Namun, laporan tersebut juga menggarisbawahi bahwa meskipun pengembangan baterai lithium-ion sangat penting untuk memerangi perubahan iklim, penambangan lithium justru bisa menyebabkan masalah lingkungan yang besar. Jadi, apakah hal ini sepadan? Tentu saja harus dipertimbangkan secara matang, ya.

![[QUIZ] Cari Tahu di Gunung Mana Kamu Bakal Upacara HUT ke-81 RI!](https://image.idntimes.com/post/20230817/arf-7599-copy-ef372af62d0bdbcb9cdb600cf4484d6e.jpg)


![[QUIZ] Dari Jenis Gelombang, Ini Cara Terbaikmu Menyampaikan Perasaan](https://image.idntimes.com/post/20250213/img-20250213-wa0011-b20ae1cd0d79cdf4d97800cc779a3a6d-d493d2b6333f67fcc9e8ebf1b6b26f0b.jpg)








![[QUIZ] Apakah Kucingmu Bahagia? Cek dengan Jawab Kuis Berikut](https://image.idntimes.com/post/20250530/pexels-simonreza-8979559-49b55fb7e62e8698485c220fb59163fd-8088ddfa21a8ba14663e80bfba28f6c7.jpg)



![[QUIZ] Apakah Kamu Lebih Pintar dari Anak Kelas 2 SD? Buktikan Lewat Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20240917/apakah-kamu-lebih-pintar-dari-kelas-2-sd-2-797dda6fac07abb51e5215f6d384a270.jpg)


![[QUIZ] Kucing Peliharaanmu Menganggapmu Sebagai Apa, Babu atau Temannya?](https://image.idntimes.com/post/20250508/pexels-helenalopes-8076355-c7f9366a807e8d95029aa45cdce0d5f7.jpg)