Referensi
BBC. Diakses pada Agustus 2026. El Niño Under Way and Threatens Weather Extremes, Scientists Say
Euro News. Diakses pada Agustus 2026. Powerful El Nino, Projected to be 2C Warmer than Normal, Puts 2026 on Track for Second-Warmest Year
Ludescher, J., Gozolchiani, A., Bogachev, M. I., Bunde, A., Havlin, S., & Schellnhuber, H. J. (2014). Very early warning of next El Niño. Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America, 111(6), 2064–2066.
Phys.org. Diakses pada Agustus 2026. A Method for the Early Prediction of El Niño Events with High Hazard Potential
World Meteorological Organization (WMO). Diakses pada Agustus 2026. WMO: Prepare for El Niño
Bagaimana Ilmuwan Mengetahui El Nino Akan Terjadi?

- Ilmuwan memantau suhu permukaan laut di wilayah Niño 3.4; anomali minimal 0,5°C yang bertahan dan disertai perubahan atmosfer menjadi indikator penting El Niño.
- Panas di lapisan bawah laut, pelemahan angin pasat atau hembusan barat, serta perubahan tekanan udara Tahiti-Darwin membantu mendeteksi perkembangan ENSO.
- Data laut dan atmosfer diolah model iklim untuk prakiraan berbulan-bulan hingga lebih dari setahun, tetapi hasilnya terus diperbarui dan tidak dapat memastikan El Niño secara mutlak.
El Nino bukanlah fenomena yang muncul secara tiba-tiba tanpa tanda. Jauh sebelum suhu udara berubah atau pola hujan mulai bergeser, para ilmuwan sebenarnya sudah bisa melihat sejumlah petunjuk di Samudra Pasifik.
Dengan terus memantau suhu permukaan laut, kondisi angin, tekanan udara, hingga jumlah panas yang tersimpan di dalam laut, ilmuwan dapat memperkirakan apakah El Nino berpeluang terjadi beberapa bulan hingga lebih dari satu tahun sebelumnya. Lantas, bagaimana cara ilmuwan mengetahuinya? Ini dia jawabannya!
1. Memantau suhu laut di Samudra Pasifik
Salah satu petunjuk paling penting dalam memprediksi El Nino adalah suhu permukaan laut (SPL) di wilayah Pasifik tropis. Biasanya, para ilmuwan memberikan perhatian khusus pada kawasan yang dikenal sebagai Nino 3.4, yaitu wilayah di bagian tengah-timur Samudra Pasifik dekat garis khatulistiwa. Ketika suhu permukaan laut di wilayah tersebut menjadi lebih hangat dari rata-rata, kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda berkembangnya El Nino.
Namun, suhu laut yang lebih hangat saja belum cukup untuk menyatakan El Nino telah terjadi. Para ilmuwan juga melihat apakah pemanasan tersebut bertahan dan apakah perubahan di laut diikuti oleh perubahan pada atmosfer.
Secara umum, El Nino dikaitkan dengan suhu permukaan laut di kawasan Nino 3.4 yang setidaknya 0,5 derajat Celsius lebih tinggi dari rata-rata dalam periode tertentu. Jadi, bukan sekadar laut yang tiba-tiba menjadi lebih panas selama beberapa hari.
2. Melihat panas yang tersimpan di dalam laut
Yang diamati ilmuwan bukan hanya permukaan laut. Bagian bawah laut juga menyimpan petunjuk penting. Sebelum El Nino berkembang, panas dapat menumpuk di lapisan atas Samudra Pasifik. Kandungan panas laut ini kemudian dapat bergerak dan memengaruhi suhu permukaan di wilayah timur Pasifik.
Karena itu, pengukuran suhu hingga ke lapisan bawah laut menjadi bagian penting dalam sistem prediksi. Perubahan yang terjadi di bawah permukaan bahkan dapat memberikan sinyal lebih awal sebelum perubahan suhu permukaan terlihat jelas.
Dengan kata lain, ilmuwan tidak hanya bertanya, "Seberapa panas permukaan laut sekarang?" tetapi juga, "Berapa banyak panas yang sedang tersimpan di dalam laut?"
3. Mengamati perubahan angin

Angin juga menjadi bagian penting dalam teka-teki El Nino. Dalam kondisi normal, angin pasat di wilayah tropis Pasifik umumnya bertiup dari timur ke barat. Angin ini membantu mendorong air hangat menuju wilayah Pasifik bagian barat, dekat Indonesia dan Australia.
Menjelang El Nino, angin pasat dapat melemah. Dalam kondisi tertentu, muncul pula westerly wind bursts, yaitu hembusan angin dari arah barat ke timur yang berlangsung dalam waktu relatif singkat.
Perubahan angin tersebut dapat mendorong massa air hangat bergerak kembali ke arah timur. Jika proses ini terus berkembang dan berinteraksi dengan kondisi atmosfer serta laut, El Nino pun dapat semakin kuat. Jadi, angin yang tampaknya hanya berubah arah atau kecepatannya ternyata bisa menjadi salah satu petunjuk penting bagi ilmuwan.
4. Tekanan udara juga ikut diamati
Selain laut dan angin, tekanan udara juga memberikan informasi mengenai kondisi ENSO atau El Nino-Southern Oscillation. Salah satu indikator yang digunakan adalah Southern Oscillation Index (SOI). Indeks ini melihat perbedaan tekanan udara antara wilayah Tahiti di Pasifik dan Darwin di Australia.
Perubahan pola tekanan udara dapat menunjukkan bahwa atmosfer mulai bergerak menuju pola yang berkaitan dengan El Nino. Karena itu, ilmuwan tidak hanya mengandalkan satu indikator, melainkan menggabungkan berbagai pengamatan agar prediksinya lebih akurat.
5. Semua data dimasukkan ke model iklim
Setelah berbagai data terkumpul, bagaimana ilmuwan mengubahnya menjadi prediksi? Di sinilah model iklim berperan.
Komputer dengan kemampuan pemrosesan tinggi digunakan untuk menjalankan model yang mensimulasikan interaksi antara laut dan atmosfer. Data mengenai suhu laut, arus, angin, tekanan udara, serta kondisi atmosfer saat ini dimasukkan ke dalam model untuk memperkirakan bagaimana sistem tersebut akan berkembang pada bulan-bulan berikutnya.
Model dinamika iklim ini menggunakan prinsip-prinsip fisika untuk menggambarkan hubungan antara atmosfer dan lautan. Beberapa pusat prediksi iklim di dunia bahkan dapat membuat prakiraan ENSO hingga berbulan-bulan atau lebih dari satu tahun ke depan.
Namun, prediksi jangka panjang tentu tidak selalu sempurna. Sistem iklim sangat kompleks dan perubahan kecil pada satu bagian dapat memengaruhi bagian lainnya.
6. El Nino tidak bisa diprediksi dengan pasti

Meski teknologi semakin canggih, memprediksi El Nino tetap bukan pekerjaan yang mudah. El Nino melibatkan interaksi yang rumit antara lautan dan atmosfer. Kondisinya juga dapat dipengaruhi oleh berbagai kejadian yang berlangsung dalam skala waktu berbeda, termasuk perubahan angin dan pergerakan panas di dalam laut.
Ada pula periode tertentu dalam setahun ketika kemampuan model untuk membuat prakiraan ENSO cenderung menurun. Kondisi ini dikenal sebagai spring predictability barrier.
Karena itu, ketika ilmuwan mengatakan El Nino berpeluang terjadi, artinya mereka melihat cukup banyak tanda yang mendukung kemungkinan tersebut. Bukan berarti mereka bisa mengetahui dengan kepastian mutlak bahwa El Nino akan terjadi pada tanggal tertentu.
Pada akhirnya, prediksi El Nino adalah proses yang terus diperbarui. Data terbaru akan terus dimasukkan ke dalam model sehingga perkiraan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi laut dan atmosfer.
Jadi, ketika kita mendengar peringatan mengenai kemungkinan El Nino beberapa bulan sebelumnya, informasi tersebut bukan sekadar tebakan. Ada banyak analisis ilmiah yang bekerja di belakangnya untuk membaca tanda-tanda perubahan iklim di Samudra Pasifik.





![[QUIZ] Apakah Kamu Lebih Pintar dari Anak Kelas 2 SD? Buktikan Lewat Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20240917/apakah-kamu-lebih-pintar-dari-kelas-2-sd-2-797dda6fac07abb51e5215f6d384a270.jpg)


![[QUIZ] Kucing Peliharaanmu Menganggapmu Sebagai Apa, Babu atau Temannya?](https://image.idntimes.com/post/20250508/pexels-helenalopes-8076355-c7f9366a807e8d95029aa45cdce0d5f7.jpg)


![[QUIZ] Pilihan Jenis Hutan Ini, Kamu Punya Sisi Pelindung atau Penghancur?](https://image.idntimes.com/post/20250407/image-52f653caff12a50da6db8b5cb6e03f2b.jpg)

![[QUIZ] Pilih Lukisan Berikut, Kami Tebak Kepribadianmu Alpha, Beta, atau Omega](https://image.idntimes.com/post/20250421/pexels-mikegles-30489641-5c4ec660248908e4a47ec88518a7b4c9-34b0e0336ca6850c474ecaf83728c913.jpg)


![[QUIZ] Kalau Ada Serangan Zombi, Kamu Akan Bertahan Jadi Manusia atau Ikut Berubah?](https://image.idntimes.com/post/20210506/fromandroid-f79388efd96ee7cd0636a4566b9a989d.jpg)



