Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Jenis Pohon yang Sering Jadi Tempat Rangkong Bersarang
potret rangkong di alam liar (commons.wikimedia.org/Malikteringin)
  • Rangkong bergantung pada rongga alami pohon besar dan tua untuk bertelur serta merawat anak, karena tidak membuat lubang sarang sendiri.

  • Meranti, keruing, dan kapur menjadi pohon penting bagi rangkong karena batang besar, struktur kokoh, tajuk tinggi, serta rongga yang sesuai untuk berbagai ukuran tubuh.

  • Deforestasi, alih fungsi lahan, dan eksploitasi pohon besar mengurangi habitat sarang rangkong, mengancam reproduksi serta perannya sebagai penyebar biji hutan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Burung rangkong dikenal sebagai salah satu satwa paling ikonik di hutan tropis Indonesia dengan paruhnya besar yang kasat mata dan perannya yang vital sebagai petani hutan. Namun, di balik keunikannya, kelangsungan hidup burung dari keluarga Bucerotidae ini sangat bergantung pada keberadaan pohon-pohon besar di habitat aslinya. Satwa arboreal ini memiliki kebiasaan unik dalam memilih tempat bertelur dan merawat anaknya, di mana mereka tidak membuat sarang sendiri, melainkan memanfaatkan lubang alami pada batang pohon raksasa yang sudah tua.

Sayangnya, ancaman deforestasi dan alih fungsi lahan membuat pohon-pohon tempat bersarang rangkong semakin langka di alam liar. Memahami karakteristik pohon-pohon yang menjadi rumah favorit burung penebar biji ini menjadi langkah awal yang krusial untuk menggalakkan upaya konservasi hutan secara tepat sasaran. Berikut adalah empat jenis pohon utama paling sering diandalkan oleh burung rangkong untuk membangun sarang dan menjaga regenerasi ekosistem hutan tetap lestari.

1. Pohon meranti

ilustrasi rangkong di pohon (commons.wikimedia.org/Malikteringin)

Burung rangkong sangat bergantung pada rongga alami di batang pohon besar untuk bersarang, tapi ketersediaan rongga ini sangat terbatas di alam. Karena tidak mampu membuat lubang sarangnya sendiri, kelangsungan hidup burung rangkong sangat rentan terhadap kerusakan habitat hutan. Dilansir dari jurnal IUCN HSG Departemen Biologi, Universitas Tanjungpura, sebagian besar pohon di Kapuas Hulu digunakan sebagai tempat bersarang oleh berbagai jenis rangkong termasuk pemilihan berbagai jenis pohon meranti.

Pohon dari family meranti dan dipterokarpa ini dipilih karena memiliki struktur kayu yang kuat, ukuran batang yang luas, serta tinggi pohon mencapai puluhan meter yang aman bagi proses berkembang biak. Ukuran dan bentuk rongga meranti tersebut juga sangat menyesuaikan dengan berat badan serta ukuran paruh masing-masing jenis rangkong. Rangkong berukuran besar seperti rangkong gading dan enggang undan memerlukan lubang dan pintu masuk yang lebih luas, sementara rangkong yang lebih kecil menggunakan rongga yang lebih sempit.

2. Pohon keruing

ilustrasi rangkong dan pohon (commons.wikimedia.org/Rico yuliyanto)

Pohon keruing merupakan jenis pohon hutan hujan tropis berukuran raksasa yang memiliki tinggi tajuk mencapai puluhan meter dengan diameter batang yang sangat besar. Karakteristik fisik yang kokoh dan menjulang tinggi ini menjadikan pohon keruing sebagai salah satu komponen habitat kanopi yang paling diandalkan oleh berbagai satwa liar di hutan. Bagi burung rangkong, keberadaan keruing bernilai sangat krusial karena adanya rongga-rongga alami yang terbentuk pada pohon.

Sayangnya, kelangsungan hubungan ekologis ini kini menghadapi ancaman besar di alam liar. Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal KSADE Kementrian Kehutanan, pohon keruing gunung dan kerabatnya dikategorikan sebagai pohon langka yang terancam punah akibat perambahan hutan. Hilangnya pohon-pohon besar seperti keruing secara langsung berdampak buruk pada siklus perkembangbiakan burung rangkong.

3. Pohon kapur

ilustrasi pohon kapur (commons.wikimedia.org/Farishhamka)

Pohon kapur  tidak hanya bernilai tinggi secara ekonomi berkat kandungan getah kamper dan minyaknya, tetapi juga memegang fungsi ekologis yang sangat vital di ekosistem hutan tropis. Sebagai salah satu jenis pohon hutan berukuran raksasa dan tinggi, pohon kapur menyediakan struktur tajuk dan rongga alami yang sangat ideal bagi satwa liar dilindungi, khususnya burung rangkong. Ukuran batang yang besar serta usianya yang tua kerap membentuk lubang-lubang alami yang menjadi prasyarat mutlak bagi rangkong untuk berkembang biak.

Burung rangkong dikenal sebagai satwa yang sangat selektif dan bergantung pada ketersediaan pohon besar berlubang seperti halnya pohon kapur. Hilangnya pohon-pohon besar ini secara langsung akan mengancam siklus reproduksi rangkong, mengingat mereka membutuhkan keamanan rongga pohon tinggi untuk melindungi diri dari predator. Mengingat tingginya eksploitasi terhadap tanaman kapur di masa lalu baik untuk diambil kristal kamper, minyak, maupun kayunya, populasi pohon ini di habitat aslinya kini semakin tertekan.

Sebagai satwa penjaga keseimbangan ekosistem yang berperan penting dalam memencarkan biji, masa depan burung rangkong memegang kunci atas kesehatan hutan secara menyeluruh. Hilangnya satu pohon sarang tua berisiko menekan populasi mereka secara drastis, mengingat sifat biologis rangkong yang selektif dan setia pada satu lokasi sarang dalam jangka panjang. Mengenali dan melindungi jenis-jenis pohon tempat mereka bersarang merupakan langkah penting yang tidak boleh ditawar lagi demi mencegah kepunahan spesies yang dilindungi ini.

 

 

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article