Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengenal Burung Rangkong, Fauna Eksotis dengan Bobot 10 Kg

ilustrasi burung rangkong (commons.wikimedia/Tisha Mukherjee)
ilustrasi burung rangkong (commons.wikimedia/Tisha Mukherjee)

Bicara soal fanua di Indonesia memang tidak ada habisnya, bahkan di hutan lebat paling dalam pun masih menyisahkan burung cantik bernama rangkong. Mereka sangat menyukai kehidupan di atas pohon-pohon tinggi, paruhnya tampak menjulang berkilatan dengan kepakan sayap yang terdengar khas. 

Seolah pantas untuk ditelusuri keistimewaanya, rangkong menyimpan keunikan mulai dari fisik hingga kehidupannya. Penasaran bagaimana karakteristik dari burung terbesar ini? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

1. Kehidupan burung rangkong

ilustrasi burung rangkong (commons.wikimedia/Charles J. Sharp)
ilustrasi burung rangkong (commons.wikimedia/Charles J. Sharp)

Burung rangkong atau enggang merupakan burung paling eksotis yang mendiami hutan lebat dengan pohon-pohon yang sangat tinggi. Rongkang identik dengan ukurannya yang sangat besar, bobotnya bisa mencapai 10 kg ditambah dengan sayap dan ekornya yang memanjang. 

Rongkang kian menghabiskan hari-harinya di atas pohon, seperti pada pohon beringin, pohon cempedak, dan buah pohon ara. Tentu buah-buahan menjadi makanan sehari-hari mereka, tetapi rongkang juga sesekali akan memangsa ular, serangga, kadal, laba-laba, burung kecil bahkan tupai hutan. 

Rongkang memiliki paruh besar sebagai ciri khasnya. Burung ini memiliki banyak sekali jenis, diketahui terdapat 62 jenis rongkang yang terbesar di kawasan Afrika, Asia Wilayah Tropis, Indonesia, dan Papua Nugini.

Rongkang masuk dalam suku Bucerotidae, mereka memiliki perilaku yang unik terlebih rongkang betina. Ketika tengah bersarang, rongkang betina akan mengerami telur-telurnya di dalam pohon yang ditutup lumpur, dengan sedikit lubang untuk tempat makanan dan membuang kotoran. 

 

2. Kiat memelihara burung rangkong

ilustrasi burung rangkong (commons.wikimedia/Raynton Rare'a)
ilustrasi burung rangkong (commons.wikimedia/Raynton Rare'a)

Memelihara burung rangkong bisa dibilang susah-susah gampang. Dikatakan susah karena burung ini ukurannya sangat besar sehingga butuh kandang yang ukurannya cukup untuk seukuran badan mereka, rangkong membutuhkan kandang yang besar agar mereka leluasa dalam bergerak. Jika kamu berniat memelihara dua rangkong sekaligus, maka kandang yang dibutuhkan memiliki kisaran panjang 5 meter, lebar 5 meter, dan tinggi 5 meter. 

Memelihara burung rangkong, artinya kamu harus siap untuk membagi waktu dalam hal memberi makan. Sebaiknya, pakan diberikan pagi dan sore hari seperti buah rambutan, pepaya, semangka, atau mangga muda. Jangan lupa untuk sediakan air segar dalam kandang agar burung tidak dehidrasi. 

Kebersihan kandang juga menjadi faktor utama kesehatan burung, sebaiknya rutin untuk membersihkan kandang setiap hari atau dua hari sekali. Biasanya kandang akan terlihat kotor ketika ada sisa makanan yang berceceran ataupun kotoran burung. Bukan hanya kandang saja yang perlu diperhatikan kebersihannya, burung juga perlu dimandikan agar tubuhnya tetap bersih dan segar. Tidak ada aturan khusus dalam memandikan rangkong, kamu dapat langsung menyemprotkan air PDAM ke tubuh burung. Sesekali ajak burung komunikasi dengan cara mengelur kepalanya agar mereka tetap merasa aman. 

3. Waspada penyakit pada burung rangkong

ilustrasi burung rangkong (commons.wikimedia/Charles J.Sharp)
ilustrasi burung rangkong (commons.wikimedia/Charles J.Sharp)

Sebelum benar-benar memelihara burung rangkong ada baiknya untuk menanyakan kepada ahlinya bagaimana ciri-ciri burung yang sehat dan apa saja penyakit yang berisiko menyerang burung rangkong. Sama seperti makhluk hidup lainnya, rangkong juga bisa saja terserang penyakit. Penyakit yang menyerangnya pun hampir sama seperti burung lainnnya. 

Mencret merupakan penyakit umum yang bisa menyerang burung manapun termasuk rangkong. Hal ini bisa saja terjadi karena kondisi makanan yang sudah membusuk atau minum air yang sudah terkontaminasi. Beberapa gejala yang rangkong perlihatakan ketika sedang sakit adalah bulunya tampak kusam, enggan berkicau, jarang bergerak, dan nafsu makan turun. 

Selain mencret, tetelo atau sampar ayam juga bisa dengan mudah menyerang rangkong. Penyakit ini disebabkan oleh virus, sayangnya virus ini sangatlah kuat dan hampir 95% bisa menyebabkan kematian, ataupun jika sembuh maka kemungkinan burung akan mengalami cacat. 

Cacingan juga menjadi masalah serius bagi pemilik burung. Gejala cacingan pada burung biasanya mencret dan burung tampak lebih kurus. Pemilik burung harus selalu sedia obat cacing dan diberikan secara rutin sebelum semakin parah.

Demikianlah informasi seputar burung rangkong yang menjadi fauna paling eksotis di Indonesia. Keistimewaan burung rangkong terletak pada paruhnya yang bernuansa orange mengkilat, terlihat begitu menawan untuk dipandang. Tidak heran banyak orang yang memelihara burung rangkong, namun dalam hal memelihara perlu ketelatenan untuk memastikan rangkong mendapatkan kehidupan yang layak baik dari tempat tinggal, makanan, dan kesehatan. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us