Berdasarkan data Danone, sistem galon guna ulang bukan sekadar strategi distribusi, melainkan sebuah metode yang dirancang untuk memaksimalkan efisiensi sumber daya. Secara saintifik, model ini memiliki profil keberlanjutan yang jauh lebih unggul dibandingkan kemasan sekali pakai, berupa:
Pengurangan Emisi Karbon: Sistem galon guna ulang terbukti mampu menekan emisi karbon hingga 83 persen dibandingkan penggunaan kemasan sekali pakai.
Efisiensi Penggunaan Air: Proses produksi yang berbasis sirkular ini berhasil memangkas konsumsi air dalam proses produksi sebesar 90 persen.
Minimalisasi Material: Penerapan model ini secara langsung mengurangi ketergantungan pada plastik baru sebesar 78 persen.
Chief Operating Officer Danone, Vikram Agrawal mengatakan bahwa integrasi antara operasional masif dan tanggung jawab lingkungan bukanlah sebuah pilihan, melainkan keharusan yang tertanam dalam DNA perusahaan.
"Kami tidak melihat bisnis dan keberlanjutan sebagai dua hal yang terpisah. Ketika kita tumbuh, kita percaya pada pertumbuhan yang berkelanjutan. Praktik yang kita jalankan saat ini di pabrik akan terus diperluas seiring dengan ekspansi bisnis,” ujarnya di Jakarta, pada Senin (06/07/2026).